Oleh: johnadisubrata | Desember 17, 2008

Kasih: I Want to Know What Love is (8)

Oleh: John Adisubrata

jesus_courtKASIH YANG MEMBENARKAN

‘Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan KEBENARAN dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Banyak orang mempertanyakan arti kebenaran, bagaikan Pontius Pilatus, gubernur Romawi atas Yudea, yang bertanya langsung kepada Tuhan Yesus di gedung pengadilan, sebelum Ia dijatuhi hukuman mati atas paksaan permintaan orang-orang Yahudi: Apakah kebenaran itu? (Yohanes 18:38a)

Pertanyaan tersebut dilontarkan olehnya sebagai suatu tanggapan atas pernyataan Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yohanes 18:37b)

Kebenaran kristiani adalah kebenaran umum! Jika benar, itu adalah kebenaran bagi semua orang. Tetapi jika tidak benar, maka itu sama sekali bukan kebenaran bagi mereka! Karena kepercayaan kristiani hanya dilandaskan pada kebenaran Injil tentang kelahiran, kehidupan, pelayanan, penyaliban, kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, begitu juga kedatangan-Nya kembali ke dunia. Oleh karena itu, jika kekristenan terbukti benar, ‘takdir’ kehidupan abadi setiap orang setelah meninggalkan dunia, sangat tergantung pada sikap mereka di dalam menanggapi kebenaran tersebut. Suatu peringatan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri melalui Injil Yohanes 14 ayat 6!

bibleKebenaran firman Tuhan harus diterima seluruhnya, bukan hanya sebagian kecil atau sebagian besar saja. Karena Alkitab adalah kebenaran bersejarah yang dicatat oleh orang-orang yang mengenal Dia dengan akrab, dan juga oleh mereka yang dipanggil untuk menjadi saksi-saksi bagi kerajaan Allah setelah kenaikan-Nya ke sorga.

Rasul Petrus menulis tentang kebenaran yang dialami olehnya sendiri: ‘Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.” (2 Petrus 1:16-18 )

Begitu pula rasul Yohanes yang menulis pengalamannya di dalam Injil ke-4: “Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.” (Yohanes 19:35)

Sekali lagi, kebenaran kristiani adalah kebenaran umum! Tidak ada kebenaran yang hanya berlaku bagi sebagian orang saja, tetapi tidak berlaku bagi orang-orang lain. Kebenaran bagi seseorang adalah kebenaran bagi semua orang! Oleh karena itu, kebenaran bukan hanya berguna untuk sekelompok orang yang memerlukannya, yang mau menjadi pengikut-pengikut Kristus, tetapi juga untuk orang-orang lain yang belum mengetahuinya, bahkan … untuk mereka yang menolaknya!

C S Lewis, salah seorang ahli ilmu agama Kristen yang sangat termasyhur di dunia, pernah mengutarakan pendapatnya: “Agama Kristen adalah suatu pernyataan, yang jika salah, tidak mempunyai arti penting sama sekali, tetapi jika benar, adalah suatu kepentingan yang tidak ada batasnya! Satu hal yang tidak mungkin, adalah kepentingan yang asal-asalan saja.”

Apakah Alkitab memberitakan Injil yang benar-benar terjadi? Apakah Yesus, yang tercatat di situ telah melakukan begitu banyak mujizat-mujizat luar biasa 2000 tahun yang lalu, bukan seorang tokoh khayalan? Apakah pernyataan para pengikut Kristus mengenai KASIH yang mereka beritakan dapat dipertanggung-jawabkan? Dan oleh karena itu, … apakah kebenaran agama Kristen merupakan suatu kepentingan yang tidak ada batasnya, seperti salah satu kemungkinan yang sudah dikatakan oleh C S Lewis?

Para ahli ilmu pengetahuan yang amat termasyhur sepanjang masa, yang direkam di dalam sejarah sebagai penemu-penemu pelbagai-macam ilmu-ilmu baru yang berguna bagi segenap umat manusia di dunia, mengakui kekompleksan misteri alam semesta yang tidak dapat dipecahkan begitu saja dengan menggunakan tingkat kecerdasan (IQ) mereka yang sangat tinggi.

Banyak di antara para cendekiawan tersebut juga menolak mempercayai isi Alkitab. Keinginan mereka untuk melakukan penelitian pribadi guna membuktikan ketidak-benaran berita Injil, justru mengakibatkan banyak di antara orang-orang termasyhur itu akhirnya menyerahkan diri mereka kepada Tuhan, dan menjadi hamba-hamba-Nya (pendeta).

Tokoh-tokoh PALING cerdas di dunia sepanjang masa seperti Boyle, Calvin, Faraday, Galileo, Kepler, Koch, Lister, Lodge, Maxwell, Mendel, Newton, Pasteur, Simpson dan banyak ‘scientists’ lainnya mengakui kenyataan penemuan mereka sendiri, bahwa kebangkitan Yesus 2000 tahun yang lalu benar-benar terjadi!

Kebenaran tidak dapat diterima mempergunakan kecerdasan akal pikiran manusia saja, tetapi hanya bisa diakui sebagai suatu kebenaran, jika lubuk hati mereka yang paling dalam bisa ‘melihat’-nya melalui mata KASIH di dalam hidup mereka. Karena kebenaran bukan monopoli orang-orang ‘berotak’ saja, melainkan berlaku bagi semua orang dari berbagai-macam lapisan masyarakat, dengan latar belakang yang beraneka-ragam, dari orang-orang biasa sampai yang paling intelek. Kebenaran tidak pernah memandang bulu!

Rasul Paulus menulis di dalam suratnya kepada jemaat di Roma: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah sudah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10)

Dan kepada jemaat di Korintus ia juga memperingatkan: ‘Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa … tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.’ (1 Korintus 12:3)

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)

KASIH (Kristus) adalah pokok seluruh kebenaran, yang dipakai sebagai standar untuk mengukur dan membandingkan bukti-bukti kebenaran-kebenaran lainnya di dunia. Menurut pengertian orang-orang Yahudi pada masa pelayanan Yesus, kebenaran bukan merupakan pengetahuan yang tertanam di dalam otak saja, tetapi yang ada dan yang dapat dirasakan di dalam hati. Ketika Yesus berkata: “Akulah KEBENARAN”, Ia mempunyai maksud untuk mengajar para pengikut-Nya, bahwa mereka bisa mengalami kebenaran melalui persekutuan yang intim dengan diri-Nya. Ternyata pernyataan Yesus tersebut terbukti sampai sekarang!

Untuk bisa memahaminya lebih dalam, sebuah kiasan yang amat sederhana menyimpulkannya secara gamblang sekali.

Akhir-akhir ini di Australia ‘Internet Dating’ merupakan salah satu industri yang paling menguntungkan para pengelolanya. Situs-situs semacam itu tumbuh pesat bagaikan jamur-jamur liar di kota-kota besar, untuk melayani kebutuhan orang-orang yang terlampau sibuk dengan karir mereka. Tidak jarang situasi tersebut menyebabkan mereka kehilangan waktu lenggang guna menemukan pasangan hidup secara tradisionil, baik bagi mereka yang sudah ‘terlambat’ usianya, maupun yang masih muda belia.

Bagi kasus-kasus perkenalan yang jujur dan berhasil, berkencan melalui surat-surat elektronik dunia sibernetika, melukiskan dengan kata-kata raut muka masing-masing, bentuk tubuh, pendidikan, tabiat, minat, kegemaran dan lain sebagainya, biasanya oleh karena rasa cocok yang timbal-balik, berakhir dengan terjalinnya tali persahabatan. Pada saat itu sikap ‘saling menyukai’ karena merasa cocok hanya tertanam di dalam benak pikiran mereka saja, berdasarkan semua data yang telah mereka baca!

Tetapi ketika mereka bertemu muka, dan menjalin persekutuan pribadi untuk pertama kalinya, rasa suka berdasarkan ‘pengetahuan’, yang awalnya berada di dalam benak pikiran mereka, langsung bersemi di dalam hati. Karena segala data mengenai kawan kencan yang telah mereka ketahui lewat layar komputer, dibuktikan kebenarannya melalui pengalaman yang mereka lalui bersama! Mengakui kebenaran adalah seperti memindahkan semua data yang kita ketahui dari dalam otak, melalui suatu pengalaman pribadi, ke dalam hati.

Jawaban Tuhan Yesus atas pertanyaan Pontius Pilatus mengenai kebenaran kedudukan-Nya sebagai Raja orang-orang Yahudi menegaskan penjelasan di atas: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” (Yohanes 18:34)

Analogi ‘Internet Dating’ sejati yang berakhir dengan berhasil, melukiskan pengalaman orang-orang kristiani yang mau menjalin persekutuan intim dengan Allah Bapa di sorga. Melalui pengalaman itu, pengetahuan firman Tuhan yang sebelumnya tertanam di dalam otak, dipindahkan dan diukir di dalam hati sebagai suatu kebenaran yang mutlak! Tuhan Yesus saja, melalui kuasa Roh Kudus, memungkinkan proses itu terjadi!

Agama Kristen tidak hanya menyatakan, bahwa Yesus sudah bangkit 2000 tahun yang lalu, karena kejadian tersebut dicatat oleh para saksi matanya di dalam Alkitab, tetapi kekristenan adalah suatu pernyataan di mana kebenaran kebangkitan-Nya dibuktikan melalui kesaksian-kesaksian para pengikut-Nya, yang hingga saat ini tanpa ragu-ragu mengatakan, bahwa mereka TAHU Yesus hidup! Mereka berani mengikrarkan kebenaran tersebut, karena mereka selalu bertemu dan bercakap-cakap dengan Dia!

Alkitab mengibaratkan hubungan Allah Bapa dengan umat-Nya laksana persekutuan intim dua insan yang saling mengasihi. Di dalam Perjanjian Lama, Ia memulainya dengan umat pilihan-Nya yang pertama, bangsa Israel, yang sering kali dikiaskan di sana sebagai seorang istri yang tidak setia. Tetapi … kendatipun perbuatan mereka jahat, dan sering kali menyakitkan hati-Nya, TUHAN tetap mengasihi mereka tanpa syarat, dengan kasih ‘agape’.

Di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru hubungan Tuhan dengan umat-Nya (gereja Tuhan atau mempelai wanita) diakhiri dengan klimaks KISAH CINTA tersebut, yaitu perkawinan yang akan mengikat persekutuan mereka secara abadi. Firman Tuhan di Wahyu 19:6-10 melukiskan peristiwa itu sebagai perjamuan kawin Anak Domba. Sepanjang sejarah dunia dari awal sampai akhir (nanti), KASIH dan hubungan kasih ‘agape’ telah menjadi dasar pokok seluruh kebenaran firman Allah. Tuhan Yesus menyatakan melalui ‘e-mail’ kepada jemaat di Laodikia, bahwa Ia-lah yang dari semula memprakarsai persekutuan intim dengan umat-Nya di sana.

jesus_knocking“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20)

Tantangan serupa juga ditujukan kepada umat-Nya sekarang. Apakah kita bersedia menyambut tawaran ‘e-mail’ Tuhan Yesus, membuka pintu hati kita, dan menerima Dia sebagai kebenaran KASIH di dalamnya?

Pengalaman pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, yang disebut ‘Lahir Baru’, akan membuka semua kebenaran Injil kepada kita mengenai kelahiran, kehidupan, pelayanan, penyaliban, kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Bahkan kedatangan-Nya kembali ke dunia untuk kedua kalinya, terasa bagaikan suatu janji pribadi (perseorangan) kepada kita yang amat nyata! Karena Ia sendiri yang menjamin kebenaran tersebut kepada kita!

“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” (Matius 24:30)

Tuhan Yesus tidak hanya ‘membenarkan’ kita di hadapan Allah Bapa, tetapi juga membukakan segala ‘kebenaran’ yang tidak kita sadari sebelumnya! Yesus berkata: “…, tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26)

Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit 2000 tahun yang lalu! Saat ini Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa di sorga, tetapi melalui Roh Kudus, Ia bekerja di tengah-tengah umat-Nya, bahkan di dalam hati setiap orang yang mengasihi-Nya.

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)

(Bersambung)

KASIH:
‘I WANT TO KNOW WHAT LOVE IS‘ (9)

KASIH YANG MEMBEBASKAN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: