<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kristiani Australiana</title>
	<atom:link href="http://johnadisubrata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://johnadisubrata.wordpress.com</link>
	<description>“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2009 10:05:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='johnadisubrata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/201f9d0d54ffbd67e68e39fd2c0dd8de?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kristiani Australiana</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/osd.xml" title="Kristiani Australiana" />
		<item>
		<title>Makna Natal yang Sejati</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/11/29/makna-natal-yang-sejati/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/11/29/makna-natal-yang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1468</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” (Yohanes 1:9-10)
Ketika Yesus dilahirkan di Betlehem lebih dari 2000 tahun yang lalu, peristiwa itu hanya disaksikan oleh orang-orang awam saja. Kedatangan Raja di atas segala raja, Sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1468&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1469" title="BintangNatal" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/bintangnatal.jpg?w=93&#038;h=135" alt="" width="93" height="135" />“<strong>Terang yang sesungguhnya</strong>, <strong>yang menerangi setiap orang</strong>, <strong>sedang datang ke dalam dunia</strong>. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.”</em> (Yohanes 1:9-10)</p>
<p>Ketika <strong>Yesus </strong>dilahirkan di <strong><em>Betlehem</em></strong> lebih dari 2000 tahun yang lalu, peristiwa itu hanya disaksikan oleh orang-orang awam saja. Kedatangan <strong>Raja<em> </em></strong>di atas segala raja, <strong>Sang</strong> <strong>Raja Damai</strong> yang sudah dinubuatkan beribu-ribu tahun sebelumnya, bahkan difirmankan oleh <strong>TUHAN</strong> sendiri (Kejadian 3:15), tidak digenapi dengan penuh kemegahan di hadapan penguasa-penguasa dunia, orang-orang terkenal, atau para bangsawan lainnya.</p>
<p><span id="more-1468"></span>Melainkan sebaliknya, Ia lahir di dalam sebuah <em>kandang</em> hewan peliharaan, dibungkus dengan sehelai <em>lampin</em> dan dibaringkan di dalam sebuah <em>palungan</em> <em>kayu</em> yang tidak beharga, karena pada saat itu tidak tersedia satu pun kamar yang kosong di rumah-rumah penginapan bagi ibu-Nya, <strong>Maria</strong>,<strong> </strong>serta <strong>Yusuf</strong>, suaminya. (Lukas 2:7)</p>
<p>Kisah kelahiran-Nya yang tampak tidak berarti dan sangat sederhana itu ternyata bisa bertahan mengarungi waktu, … selalu relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang masa. Setiap tahun setiap generasi di seluruh dunia, secara langsung atau tidak, <em>mendengar</em>, <em>mengenang</em> dan <em>memperingati</em> kejadian bersejarah tersebut, yang terbukti sampai sekarang masih tetap berkuasa untuk mengubah sikap hidup mereka.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1470" title="3Kings_A" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/3kings_a.jpg?w=113&#038;h=91" alt="" width="113" height="91" />Selain mengirim ketiga orang <strong><em>majus</em></strong> dari Timur (Matius 2:1-12), Tuhan hanya memakai orang-orang biasa saja sebagai saksi-saksi kelahiran Anak-Nya yang tunggal itu. Alkitab mengatakan, bahwa <strong><em>gembala-gembala</em></strong> yang sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang dipilih oleh-Nya untuk menjadi saksi-saksi pertama kelahiran <strong>Kristus</strong>. Bukan para <em>ahli Taurat</em>, <em>orang-orang Farisi</em> atau <em>orang-orang terpelajar</em> lainnya!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1471" title="Gembala_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/gembala_1.jpg?w=125&#038;h=92" alt="" width="125" height="92" />Malam itu mereka melihat dan mendengar pujian yang dinyanyikan oleh sejumlah besar <em>bala tentara sorga</em>: <em>“<strong>Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi</strong> dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”</em> (Lukas 2:14)</p>
<p>Padahal pada abad yang pertama, status para penggembala domba di <strong><em>Israel</em></strong> tergolong amat rendah. Kesaksian-kesaksian mereka tidak bisa diterima oleh orang-orang <strong><em>Yahudi</em></strong> di sistim pengadilan mereka. Kendatipun demikian, Tuhan memilih dan menjadikan mereka saksi-saksi yang sah untuk memberitakan kedatangan Tuhan Yesus di dunia. Injil <strong>Lukas</strong> mencatatnya seperti ini: <em>“Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.”</em> (Lukas 2:18)</p>
<p>Sampai saat ini Tuhan masih tetap memilih orang-orang biasa sebagai saksi-saksi-Nya untuk memperingati dan memberitakan kabar gembira mengenai kelahiran seorang <strong>Juruselamat</strong> yang terjadi 2000 tahun yang lalu. Ia terus menggunakan orang-orang <em>awam</em> seperti kita untuk menyampaikannya kepada orang-orang yang sangat memerlukannya.</p>
<p>Ya, … Tuhan <strong><em>mau</em></strong> dan <strong><em>bisa</em></strong> memakai kita! Oleh karena itu kita tidak perlu mempertanyakan tujuan-Nya memanggil dengan meragukan kelayakan diri kita sendiri: <em>“Apakah Tuhan bisa memakai seorang yang tidak berarti seperti aku, yang tidak memiliki kepandaian apa-apa? Apakah aku mampu melakukannya?”</em></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1472" title="Gembala" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/gembala.jpg?w=134&#038;h=91" alt="" width="134" height="91" />Jika <strong>Allah Bapa</strong> di sorga mau menggunakan para gembala di padang sebagai saksi-saksi yang mutlak atas kelahiran Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, tentu Ia juga berkenan memakai kita. Yang dituntut oleh-Nya hanya sikap hati yang taat, yang mau memberitakan peristiwa tersebut kepada orang-orang lain seperti apa adanya, seperti yang tertulis di dalam <em>firman Tuhan</em>. Tanpa menambahkan <em>‘embel-embel’</em> lain yang sudah dilazimkan oleh umum, dan yang sekarang ternyata berhasil menyelewengkan kebenaran makna hari bersejarah itu.</p>
<p>Yesus-lah inti perayaan hari Natal yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Dia-lah penyebab hari tersebut dirayakan sebagai suatu peringatan akan kedatangan Allah yang telah bersedia merendahkan diri-Nya sendiri, … menjelma menjadi manusia, agar kita, anak-anak manusia, bisa disebut sebagai anak-anak Allah. (Galatia 3:26)</p>
<p>Setiap orang mempunyai<strong> </strong><em>arena</em>-<em>arena</em> sendiri yang bisa dipakai sebagai alat untuk membagikan kebenaran firman Tuhan mengenai peristiwa itu. Baik secara<em> perseorangan</em>, <em>lokal</em>, <em>nasional</em>, maupun <em>internasional</em>. Semua itu mempunyai harga yang sama, karena bukan besarnya jumlah <em>pendengar/pembaca/pemirsa</em> yang berkenan di hati-Nya, melainkan motif-motif pelayanan mereka yang bersedia melakukannya.</p>
<p>Marilah kita, melalui setiap media yang sudah disediakan oleh Tuhan untuk kita, bersama-sama memproklamirkan tanpa kompromi kisah kelahiran <strong>Sang</strong> <strong>Penebus</strong>. Menggunakan setiap kesempatan yang tersedia melalui arena masing-masing, marilah kita menjadi saksi-saksi-Nya yang mau membagikan <em>kebenaran makna kisah Natal</em> seperti apa adanya, … seperti yang sudah dilakukan oleh para penggembala domba di Betlehem pada saat kelahiran Tuhan kita, Yesus Kristus!</p>
<p>Agar … dunia mengerti kebenaran ayat ini: <em>“<strong>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini</strong>, sehingga <strong>Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal</strong>, supaya <strong>setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa</strong>, melainkan beroleh hidup yang kekal.”</em> (Yohanes 3:16)</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya. Haleluya!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>Desember 2007</em><br />
Diolah kembali: <em>November 2009<br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1468&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/11/29/makna-natal-yang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/bintangnatal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BintangNatal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/3kings_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3Kings_A</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/gembala_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gembala_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/11/gembala.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gembala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetapi &#8230; Engkau Tidak!</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/10/10/tetapi-engkau-tidak/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/10/10/tetapi-engkau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 22:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Suami Istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1459</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)
Beberapa hal yang bisa terjadi di sekitar kita mempunyai kuasa sebesar setiap perkataan yang kita ucapkan tepat pada waktunya. Di lain pihak, kata-kata yang tidak diutarakan pada setiap kesempatan itu, jika waktunya telah berlalu, akan membuat kita menyesalinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1459&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1460" title="Menyesal" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/10/menyesal.jpg?w=119&#038;h=90" alt="Menyesal" width="119" height="90" />“<strong>Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya</strong> adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.”</em> (Amsal 25:11)</p>
<p>Beberapa hal yang bisa terjadi di sekitar kita mempunyai kuasa sebesar <em>setiap perkataan</em> yang kita ucapkan <em>tepat pada waktunya</em>. Di lain pihak, kata-kata yang <em>tidak</em> diutarakan pada setiap kesempatan itu, jika waktunya telah berlalu, <em>akan membuat kita menyesalinya seumur hidup</em>. Keharmonisan hidup pasangan-pasangan suami istri sering kali menjadi berkurang, oleh karena mereka tidak menerapkan saran yang amat penting ini.</p>
<p><span id="more-1459"></span>Di dalam hidup berumah-tangga umat Tuhan dianjurkan untuk selalu saling <em>mengalah</em>, saling <em>menghormati</em>, saling <em>menghargai</em>, dan terutama <em>mengasihi</em> pasangan-pasangan hidup mereka, seperti yang diperintahkan oleh-Nya di <em>Kolose </em><em>3:19</em>, <em>1 Petrus 3:1,7</em> dan di <em>Titus 2:4,5</em>. Tetapi keangkuhan sikap manusia sering kali menyebabkan mereka menolak untuk melaksanakannya. Sikap yang tidak mau mengalah, tidak mau kelihatan lemah, … mempengaruhi mereka untuk mengabaikan setiap tindakan <em>‘bijak’</em> yang patut dipuji, yang sudah dilakukan oleh pasangan-pasangan mereka.</p>
<p>Sahabat kami yang sering kali dengan suaminya saling menjatuhkan nama baik sendiri di depan umum melalui lontaran-lontaran komentar yang sinis, berpendapat, bahwa jika ia membenarkan nasehat suaminya yang pada awalnya tidak ia setujui, akan membuat <em>‘kepalanya menjadi besar’</em>. Padahal di luar pengetahuan suaminya, ia mengakui dengan terus terang kepada kami setelah melihat hasilnya, bahwa saran tersebut ternyata betul sekali dan lebih menguntungkan ekonomi keluarganya. Kejadian seperti itu sering kali terulang, di mana secara bergantian, tanpa mau mengalah, mereka berusaha untuk saling mempermalukan di depan orang-orang. Saling menyindir menggunakan kata-kata yang pedas, mulai dari <em>paras</em>, <em>bentuk tubuh</em>, sampai <em>karakter</em> dan <em>kelakuan</em> masing-masing. Bahkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh umum, menjadi terbongkar gara-gara itu.</p>
<p>Seandainya saja mereka saling<em> mengindahkan</em>, saling<em> menghargai pendapat</em>, dan terutama saling<em> mengasihi</em>, … jika perlu saling<em> memuji </em>di setiap kesempatan yang ada, saya jamin, perang dingin yang sudah lama mencuri damai sejahtera kehidupan rumah tangga mereka pasti berakhir! Karena … di suatu ketika, jika saat mereka tiba untuk berpisah selama-lamanya, saya yakin, yang ditinggal mati akan menyesali tindakan-tindakannya yang keliru tersebut. Seperti ungkapan sebuah pepatah: <em>Nasi sudah menjadi bubur,</em> … ia juga sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahannya!</p>
<p>Raja <strong>Salomo</strong> memberi nasehat: <em>“</em><em>Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan <strong>alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya</strong>!”</em> (Amsal 15:23) Sebelumnya, di bagian kitab yang sama, ia menulis: <em>“Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi <strong>perkataan yang baik menggembirakan dia</strong>.”</em> (Amsal 12:25) Selain itu nabi <strong>Yesaya</strong> juga menganjurkan, agar kita mempunyai<em> lidah seorang murid</em>, supaya <strong><em>dengan</em></strong> <strong><em>perkataan kita dapat memberi semangat baru</em></strong><em> kepada orang yang letih lesu</em>.<em> </em>(Yesaya 50:4)</p>
<p>Saya pernah membaca catatan singkat sangat mengharukan yang diambil dari buku harian seorang wanita. Ungkapan hatinya dalam bentuk sebuah surat yang ditujukan secara pribadi kepada suaminya, dibacakan olehnya sendiri pada suatu upacara yang amat penting:</p>
<p><em>Aku teringat ketika aku mengendarai mobilmu yang masih baru, yang oleh karena keteledoranku telah hancur di jalan raya. Aku mengira engkau akan menunjukkan wajah geram tidak percaya, dan menyumpahi diriku. Tetapi … engkau tidak!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Aku teringat ketika aku memaksamu untuk pergi bersamaku ke pantai. Engkau menolak, karena engkau tahu hari itu hujan deras akan turun. Akhirnya kita pergi, dan ternyata engkau benar! Aku merasa begitu yakin, bahwa engkau tidak akan berdiam diri dan akan menegur aku dengan keras: </em>“Apa kataku!”<em> Tetapi … engkau tidak!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Pernah sekali aku menumpahkan segelas </em>blueberry juice<em> di atas jas putihmu yang masih baru. Aku tahu engkau marah dan menyalahkan tingkah-lakuku yang keterlaluan. Tetapi … engkau tidak!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Masih ingatkah engkau pada saat kita pergi ke pesta reuni sekolah kita malam itu? Aku keliru ketika menganjurkan agar engkau berpakaian </em>casual<em> saja. Engkau hadir hanya mengenakan celana </em>jeans<em> dan baju </em>T Shirt<em> biasa, yang membuat engkau menjadi salah tingkah sekali! Aku tahu engkau merasa tidak senang dan ingin lari ke luar seketika itu juga untuk meninggalkan aku seorang diri di </em><em>sana</em><em>. Tetapi … engkau tidak!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Aku berhasrat untuk mengutarakan isi hatiku kepadamu, bagaimana aku mencintaimu dan … menghargai semua yang telah engkau lakukan itu, jika engkau tiba kembali dari tugas militermu di </em><strong><em>Afghanistan</em></strong><em>. <strong>Tetapi … engkau tidak!</strong></em></p>
<p>Raja Salomo pernah berkata: <em>“<strong>Untuk segala sesuatu ada masanya</strong>, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”</em> (Pengkhotbah 3:1) Ia meneruskannya di pasal yang sama: <em>“… <strong>ada waktu untuk berdiam diri</strong>, <strong>ada waktu untuk berbicara</strong>; …”</em> (Pengkhotbah 3:7b)</p>
<p>Memang benar, segala sesuatu ada waktunya. Tetapi kenyataan lain yang juga harus diketahui: <strong><em>Masa-masa itu ada batasnya!</em></strong> Apabila telah berlalu, kesempatan yang ada tersebut juga akan hilang untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, janganlah sampai kita melewatkan waktu kelak dengan menyesalinya seumur hidup, sebab kita sudah memendam di dalam hati kita kata-kata tak terucapkan, yang seharusnya didengarkan oleh orang-orang yang pada waktu itu sangat membutuhkannya.</p>
<p>Janganlah sekali-kali mengabaikan arti ayat ini: <em>“<strong>Perkataan yang menyenangkan</strong> adalah seperti <strong>sarang madu</strong>, <strong>manis bagi hati</strong> dan <strong>obat bagi tulang-tulang</strong>.”</em> (Amsal 16:24)</p>
<p>Oleh karena itu, … menunggu apa lagi, katakanlah sekarang juga kepada <em>pasangan</em>, <em>anak-anak</em>, <em>keluarga</em>, bahkan <em>sahabat-sahabat </em>anda, kata-kata yang memang sudah menjadi <strong><em>hak</em></strong> mereka dari semula! Janganlah menunggu sampai Tuhan harus menegur anda dengan keras: <em>“Umat yang Kupilih bersedia merendahkan diri dan melakukannya, <strong>TETAPI … ENGKAU TIDAK!</strong>” </em></p>
<p><em><span style="font-style:normal;"><strong>John Adisubrata</strong><br />
</span><span style="font-weight:normal;"><span style="font-weight:normal;"><em>October 2009</em></span></span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1459&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/10/10/tetapi-engkau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/10/menyesal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menyesal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paras Tuhan Yesus (2)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/18/paras-tuhan-yesus-2/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/18/paras-tuhan-yesus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 23:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya 52:14]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya 53:2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
JAMES CAVIEZEL
“Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia&#8211;begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi&#8211;” (Yesaya 52:14)
Film The Passion of the Christ karya Mel Gibson membuka pengertian untuk pertama kalinya bagi setiap penonton, bahkan para pengikut Kristus sendiri, bagaimana dahsyatnya penderitaan yang harus dilalui oleh Tuhan Yesus sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1422&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1444" title="Yesus_Passion5" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion52.jpg?w=156&#038;h=90" alt="Yesus_Passion5" width="156" height="90" /><strong>JAMES CAVIEZEL</strong></em></p>
<p><em>“Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia&#8211;<strong>begitu buruk rupanya</strong>, bukan seperti manusia lagi, dan <strong>tampaknya bukan seperti anak manusia lagi</strong>&#8211;”</em> (Yesaya 52:14)</p>
<p>Film <em>The Passion of the Christ</em> karya Mel Gibson membuka pengertian untuk pertama kalinya bagi setiap penonton, bahkan para pengikut Kristus sendiri, bagaimana dahsyatnya penderitaan yang harus dilalui oleh Tuhan Yesus sebelum Ia dipakukan di kayu salib, hanya untuk menanggung dosa-dosa segenap umat manusia di dunia. Film tersebut juga membantu secara grafis arti ayat-ayat yang ditulis oleh nabi Yesaya di pasal 52 dan 53, yang sering kali dicomot keluar begitu saja dan diuraikan di luar pengertian keseluruhan pasal.</p>
<p><span id="more-1422"></span><img class="alignleft size-full wp-image-1451" title="JamesCaviezel_2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jamescaviezel_23.jpg?w=138&#038;h=90" alt="JamesCaviezel_2" width="138" height="90" /><strong>James Caviezel</strong>, seorang aktor Hollywood yang sebelumnya membintangi beberapa film terkenal lainnya, seperti: <strong><em>My Own Private Idaho</em></strong> (1991), <strong><em>The Thin Red Line</em></strong> (1998) dan <strong><em>The Count of Monte Christo</em></strong> (2002), memerankan Yesus di sana. Sampai saat ini wajahnyalah yang paling dikenal dan dikenang oleh orang-orang sebagai Kristus, melebihi wajah aktor-aktor lain yang pernah merepresentasikan kehidupan-Nya di layar putih sebelumnya. Peran yang ia bawakan benar-benar berhasil mempesona perhatian para penonton di seluruh dunia. Sekarang, jika orang-orang membicarakan Kristus, yang selalu ada di dalam pikiran mereka adalah bayangan paras James Caviezel, gara-gara kedahsyatan pengaruh film tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1445" title="Yesus_Passion6" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion63.jpg?w=91&#038;h=122" alt="Yesus_Passion6" width="91" height="122" />Entah mengapa, semenjak saya lahir baru lebih dari 12 tahun yang lalu, selama mempelajari firman Tuhan, saya selalu mengerti dan mempunyai pendapat, bahwa bayangan paras Tuhan Yesus bagi saya kurang-lebih seperti paras James Caviezel: <em>tampan</em>, <em>bermata coklat </em>(warna kedua mata James Caviezel sebenarnya adalah <em>biru</em>), <em>berambut hitam</em> <em>yang</em> <em>berombak</em>, <em>bertubuh tinggi</em> <em>dan</em> <em>gagah</em>, <em>berbahu lebar</em>, <em>berdada tegap</em>, <em>bersikap lembut</em> <em>tapi</em> <em>tegas</em>, <em>penuh kharisma</em>, <em>selalu tampak menonjol di tengah-tengah kumpulan banyak orang</em>, dan yang paling penting, mempunyai <em>wajah yang bersinar penuh dengan kasih</em>! Itulah pendapat saya jauh sebelum film itu ada!</p>
<p>Pandangan itu terpupuk oleh pengalaman-pengalaman saya sendiri selama ini bersama <strong>Roh Kudus</strong>. Pada saat saya lahir baru, hari<em> Minggu</em> tanggal <em>30 Maret 1997</em> jam <em>2:30 siang</em>, saya berjumpa dengan Tuhan untuk pertama kalinya. Semenjak saat itu saya tahu, Dia dahsyat luar biasa! (<em>Baca:</em> <strong><em><a title="Semuanya adalah Kasih Karunia (1)" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/04/25/semua-adalah-kasih-karunia-1/" target="_blank">Semuanya adalah Kasih Karunia</a></em></strong>) Lalu ketika saya mempersiapkan diri untuk menulis buku <strong><em><a title="Sekilas dari Keabadian (1)" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/01/06/sekilas-dari-keabadian-1/" target="_blank">Sekilas dari Keabadian</a></em></strong> di tahun 2001, hasil percakapan saya dengan <strong>Ps Ian McCormack</strong> yang mendetil mengenai pertemuannya dengan Tuhan Yesus saat mati surinya, meneguhkan segala sesuatu mengenai Dia yang dengan iman sudah ada di dalam bayangan pikiran saya sendiri.</p>
<p>Saya yakin, paras Yesus sekarang masih tetap <em>sama </em>seperti paras Yesus dahulu, pada masa pelayanan-Nya di dunia. Kitab <strong><em>Ibrani</em></strong> 13 ayat 8 mencatat: <em>“<strong>Yesus Kristus tetap sama</strong>, baik <strong>kemarin</strong> maupun <strong>hari ini</strong> dan <strong>sampai selama-lamanya</strong>.”</em> Perbedaannya sekarang hanya, … Ia bukan manusia biasa lagi, tetapi Tuhan Yang Mahakuasa! (Wahyu 1:9-20)</p>
<p>Kesimpulan yang bisa saya ambil selama ini adalah:</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1446" title="JamesCaviezel_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jamescaviezel_12.jpg?w=104&#038;h=90" alt="JamesCaviezel_1" width="104" height="90" />1. <strong>Tuhan Yesus pasti berparas cakap</strong>, karena Ia adalah <strong>Allah</strong> yang menjadi <em>contoh/teladan</em> gambar dan rupa manusia biasa. (Kejadian 1:26) Rasul <strong>Yohanes</strong> menulis: <em>“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi<strong> Anak Tunggal Allah</strong>, yang ada di pangkuan Bapa, <strong>Dialah yang menyatakan-Nya</strong>.”</em> (Yohanes 1:18) Kalau <strong>James Caviezel</strong>, <strong>Brad Pitt</strong> atau <strong>Mel Gibson</strong>, manusia-manusia biasa penuh dosa yang dilahirkan dari keluarga-keluarga yang juga berdosa, bisa mempunyai paras sempurna seperti itu pada saat mereka berumur 30-an, mengapa Yesus tidak? Bukankah mereka <em>diciptakan</em> <strong><em>oleh-Nya</em></strong> menurut <strong><em>gambar-Nya</em></strong>? Sebelum dilahirkan, Yesus sudah dinubuatkan sebagai <strong>Anak Allah</strong> yang kudus, tidak bercacat, tidak berdosa dan murni berasal dari sorga: <em>‘Jawab malaikat itu kepadanya: “<strong>Roh Kudus</strong> akan turun atasmu dan kuasa <strong>Allah Yang Mahatinggi</strong> akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut <strong>kudus</strong>, <strong>Anak Allah</strong>.”</em> (Lukas 1:35) Bukankah sebagai orang percaya, kita tahu, bahwa pengaruh dosalah yang menjadi asal-mula segala kekurangan dan ketidak-sempurnaan <em>‘hidup’</em> manusia? Hal itu tentu tidak berlaku bagi-Nya, karena Ia sama sekali tidak berdosa!</p>
<p>2. <strong>Tuhan Yesus pasti berperawakan tegap dan gagah</strong>, sebab sebelum masa pelayanan-Nya di dunia, Ia bekerja sebagai seorang <strong><em>Tukang Kayu</em></strong>. Setiap laki-laki berumur 30-an yang bekerja di bidang itu biasanya mempunyai tubuh yang atletis. Kesibukan mereka sehari-hari yang selalu menggunakan tenaga jasmani, akan mempengaruhi pertumbuhan perawakan mereka dengan cepat. Apalagi bagi orang-orang yang berasal dari Timur Tengah! Injil Lukas mencatat tentang pertumbuhan-Nya seperti ini: <em>“Dan Yesus<strong> makin bertambah besar</strong> dan bertambah hikmat-Nya dan <strong>besar-Nya</strong>, dan <strong>makin dikasihi</strong> oleh <strong>Allah</strong> dan <strong>manusia</strong>.”</em> (Lukas 2:52)</p>
<p>3. <strong>Tuhan Yesus pasti tampak menonjol di tengah-tengah kumpulan banyak orang</strong>, karena paras, bentuk tubuh, sikap, tatakrama, kharisma dan pancaran cahaya wajah-Nya yang penuh kasih, langsung membuat Dia tampak berbeda sekali dengan orang-orang lain. Injil Yohanes mencatat peristiwa pertemuan pertama antara Yesus dan <strong>Yohanes Pembaptis</strong> seperti ini: <em>‘Pada keesokan harinya <strong>Yohanes melihat Yesus</strong> datang kepadanya dan ia berkata: “<strong>Lihatlah Anak domba Allah</strong>, yang menghapus dosa dunia.”</em> (Yohanes 1:29) Yohanes Pembaptis bisa langsung mengenali-Nya di antara banyak sekali orang-orang yang khusus datang kepadanya untuk dibaptis, padahal ia belum pernah bertemu dengan Yesus!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1447" title="Yesus_Passion1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion11.jpg?w=209&#038;h=90" alt="Yesus_Passion1" width="209" height="90" />Itu hanya beberapa argumentasi saja dari banyak sekali ayat-ayat di dalam firman Tuhan yang membuktikan, bahwa Yesus bukan seorang yang <em>berwajah buruk</em>, <em>bertubuh kurus sekali</em> atau <em>agak gemuk</em> atau <em>pendek</em>. Selain itu Ia juga bukan seorang yang berparas <em>tidak menawan hati</em>, sehingga seolah-olah diabaikan<em> </em>begitu saja oleh masyarakat pada masa pelayanan-Nya di dunia! Karena Yesaya 52:14 dan 53:2 sebenarnya adalah bagian-bagian dari nubuatan terpenting tentang saat-saat penderitaan luar biasa yang akan ditanggung oleh-Nya di kayu salib. (Yesaya 52:13-53:12) Kedua ayat tersebut sebenarnya melukiskan kengerian wajah dan tubuh Kristus yang sudah tidak bisa dikenali lagi, oleh karena siksaan-siksaan biadab yang seharusnya ditimpakan kepada kita, umat yang wajib dihukum!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1448" title="Yesus_Passion3" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion31.jpg?w=119&#038;h=90" alt="Yesus_Passion3" width="119" height="90" />Nabi Yesaya mencatatnya: <em>“Tetapi dia tertikam<strong> oleh karena pemberontakan kita</strong>, dia diremukkan <strong>oleh karena kejahatan kita</strong>; <strong>ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita</strong> <strong>ditimpakan kepadanya</strong>, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”</em> (Yesaya 53:5) Penderitaan Yesus yang sangat memilukan hati tersebut, berhasil dirangkum dan dikisahkan kembali oleh Mel Gibson dengan jitu sekali di dalam filmnya: <em>The Passion of the Christ</em>!</p>
<p>Nabi Yesaya juga menubuatkan kelahiran Tuhan Yesus di awal kitabnya: <em>“Pada waktu itu <strong>tunas </strong>yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi <strong>kepermaian</strong> dan <strong>kemuliaan</strong>, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang </em><em>Israel</em><em> yang terluput.”</em> (Yesaya 4:2) Dalam bahasa Inggris ayat itu diterjemahkan dari bahasa aslinya, bahasa <strong><em>Ibrani</em></strong>, seperti ini: <em>“In that day <strong>the Branch </strong>of the LORD will be <strong>beautiful</strong> ang <strong>glorious</strong>, and the fruit of the land will be the pride and glory of the survivors in </em><em>Israel</em><em>.” </em>(NIV)</p>
<p>Kata terjemahan <em>beautiful</em>, yang bisa berarti: <em>tampan</em>, <em>cantik </em>atau <em>indah</em>, dipergunakan di situ untuk menggambarkan <em>keindahan</em> <strong><em>Tunas</em></strong> yang akan tumbuh, yaitu <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong>, yang olehnya dinubuatkan akan lahir kurang-lebih 700 tahun kemudian. Bandingkanlah kata <em>Tunas</em> di dalam ayat itu dengan kata <em>Tunas</em> di Yesaya 53:2. Keduanya membicarakan <em>subyek</em> yang sama, yaitu seorang Juruselamat dunia! Oleh karena itu, tidak mungkin nabi Yesaya mengkontradiksi nubuatannya sendiri mengenai <em>keadaan</em> (<em>paras</em>) <em>Tunas</em> tersebut!</p>
<p>Kata Ibrani yang sama juga dipergunakan untuk menggambarkan paras raja <strong>Daud</strong> di kitab <strong><em>Samuel</em></strong>: <em>‘Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, <strong>elok perawakannya</strong>; dan TUHAN menyertai dia.”</em> (1 Samuel 16:18) Dalam bahasa Inggris ayat tersebut diterjemahkan seperti ini: <em>“One of the young men said, I have seen a son of Jesse the Bethlehemite who plays skillfully, a valiant man, a man of war, prudent in speech and eloquent, <strong>an attractive person</strong>; and the Lord is with him.”</em> (Amplified)</p>
<p>Membandingkan kedua kata terjemahan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia di dalam Alkitab dari sebuah kata Ibrani yang sama, yaitu: <em>‘<strong>beautiful</strong></em><em>’</em> (<em>indah/tampan/kepermaian</em>) di Yesaya 4:2, dan <em>‘<strong>an attractive person</strong></em><em>’</em> (<em>seorang yang menarik/tampan/elok perawakannya</em>) di 1 Samuel 16:18, membuktikan, bahwa ayat-ayat yang tertulis di kitab Yesaya 52:14 dan 53:2 tidak bisa dicomot keluar begitu saja dari konteksnya, lalu diartikan secara sembarangan. Selain itu tidak ada ayat-ayat lain di dalam Alkitab yang mendukung pengertian yang keliru tersebut. Kedua ayat itu harus ditelaah secara keseluruhan di dalam pengertian pasal-pasalnya sesuai maksud nabi Yesaya yang sebenarnya.</p>
<p>Saya percaya sekali, Ia adalah Raja Penebus yang gagah perkasa, sebab saya pernah bertemu dengan Dia secara pribadi. Keindahan Tuhan terlampau dahsyat untuk dilukiskan dengan kata-kata. Oleh karena itu saya berjanji kepada-Nya untuk selalu memberitakan kebenaran tersebut sesuai dengan firman-Nya.</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan untuk selama-lamanya. Haleluya! Amin!</p>
<p><span style="font-style:normal;"><strong>John Adisubrata</strong><br />
</span><span style="font-weight:normal;"><span style="font-weight:normal;"><em>September 2009</em></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1422&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/18/paras-tuhan-yesus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion52.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jamescaviezel_23.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JamesCaviezel_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion63.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jamescaviezel_12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JamesCaviezel_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paras Tuhan Yesus (1)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/02/paras-tuhan-yesus/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/02/paras-tuhan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 11:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya 52:14]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya 53:2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
PARAS ILHAM
“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.” (Yesaya 53:2)
Ketika anda membaca ayat di atas, Yesaya 53:2, apakah yang menjadi kesimpulan anda mengenai maksud yang ditulis oleh nabi Yesaya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1376&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1377" title="Yesus_Brian" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_brian.jpg?w=135&#038;h=90" alt="Yesus_Brian" width="135" height="90" />PARAS </em></strong><strong>ILHAM</strong></p>
<p><em>“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. <strong>Ia tidak tampan</strong> dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan <strong>rupapun tidak</strong>, <strong>sehingga kita menginginkannya</strong>.”</em> (Yesaya 53:2)</p>
<p>Ketika anda membaca ayat di atas, <em>Yesaya 53:2</em>, apakah yang menjadi kesimpulan anda mengenai maksud yang ditulis oleh nabi <strong>Yesaya</strong> di sana? Jelas sekali, keseluruhan isi pasal ke-52 dan 53 kitab itu, menubuatkan 700 tahun sebelumnya kedatangan seorang <strong>Raja Damai</strong> yang akan memberitakan <em>kabar baik</em>, kabar keselamatan bagi umat <strong>Tuhan</strong> di <strong><em>Sion</em></strong> (Yesaya 52:7), dan juga penderitaan luar biasa yang harus ditanggung oleh-Nya demi tercapainya tujuan itu. Tetapi, apakah melalui Yesaya 53:2 ia juga menubuatkan paras <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong> pada masa hidup-Nya di dunia? Memang jika dibaca di luar <em>konteks</em>, seolah-olah ayat tersebut menggambarkan Yesus sebagai seorang yang berparas buruk, atau paling sedikit … tidak tampan. Wajah yang tidak menawan hati, wajah yang tidak menarik sama sekali!</p>
<p><span id="more-1376"></span>Sampai saat ini saya masih sering mendengar hamba-hamba Tuhan menelaah ayat itu dengan menyimpulkannya persis seperti arti kalimat yang tertulis di sana, di luar pengertian seluruh pasal yang sebenarnya dimaksudkan oleh nabi Yesaya. Ketika saya mendengarnya terakhir kali beberapa minggu yang lalu melalui acara TV: <strong><em>The Armour of God</em></strong>, di mana ayat tersebut juga dibahas seperti itu, saya yang menjadi amat penasaran oleh karenanya, berusaha mempelajari Yesaya 52, 53 dan 54 sekali lagi, untuk memastikan kebenaran pengertian saya selama ini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1389" title="Yesus_Jeffrey" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_jeffrey1.jpg?w=92&#038;h=160" alt="Yesus_Jeffrey" width="92" height="160" />Saya tahu, setiap orang mempunyai bayangan sendiri-sendiri mengenai paras atau bentuk tubuh Tuhan Yesus sesuai pengertian pribadi, yang tentu saja bisa terpengaruh oleh pendidikan atau lingkungan mereka. Ada yang terpengaruh oleh patung-patung penyaliban-Nya yang dipajang di gereja, yang tidak jarang menggambarkan Dia sebagai seorang laki-laki yang bertubuh kurus. Ada yang membayangkan wajah-Nya sebagai seorang pria berewok berambut panjang, dengan lingkaran <em>‘halo’</em> yang berkilau-kilauan di atas kepala-Nya, seperti lukisan-lukisan karya para seniman termasyhur abad-abad yang sudah berlalu.</p>
<p>Bahkan ada yang terpengaruh oleh paras aktor-aktor terkenal yang pernah memerankan kisah hidup-Nya di dalam <em>movies </em>atau <em>musicals</em>, baik yang sesuai dengan firman Tuhan maupun yang setengah fiksi. Sering kali <strong><em>Hollywood</em></strong> menyajikan Yesus secara tidak realistis, seolah-olah Dia adalah seorang pria <em>Anglo-Saxon</em> yang berambut pirang dan bermata biru. Di dalam movie <strong><em>King of Kings</em></strong> (<em>1961</em>), <strong>Jeffrey Hunter</strong> memerankan Yesus seperti itu. Di sana Ia digambarkan sebagai seorang pria yang bertampang rapi, bermata biru jernih, berambut coklat dan berjambang pendek.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1379" title="Yesus_Enrique" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_enrique.jpg?w=124&#038;h=90" alt="Yesus_Enrique" width="124" height="90" />Tahun 1964, sutradara dari <strong><em>Italia</em></strong>, <strong>Pier Paolo Pasolini</strong> memilih aktor <strong><em>Spanyol</em></strong>, <strong>Enrique Irazoqui</strong> untuk memerankan Yesus di dalam filmnya: <strong><em>The Gospel According to St Matthew</em></strong> (<strong><em>Injil Menurut St Matius</em></strong>). Tidak berbeda dengan film sebelumnya, film yang diproduksi dengan <em>budget</em> sangat terbatas ini, kendatipun menampilkan Yesus dengan wajah yang lebih cocok, seakan-akan Ia benar-benar berasal dari <strong><em>Timur Tengah</em></strong>, gagal untuk meyakinkan atau meninggalkan kesan yang tak terlupakan kepada para penonton.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1380" title="Yesus_Max" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_max.jpg?w=121&#038;h=91" alt="Yesus_Max" width="121" height="91" />Sebuah film penuh dengan adegan-adegan yang panjang sekali, tetapi sangat membosankan: <strong><em>The Greatest Story Ever Told</em></strong>, dibuat tahun 1965 dengan aktor <strong>Max von Sydow</strong> sebagai Tuhan Yesus. Dari banyak film-film lainnya mengenai kehidupan Kristus, mungkin dia adalah salah seorang dari aktor-aktor yang pernah memerankan-Nya, yang sampai sekarang paling tidak dikenal atau dikenang oleh orang-orang.</p>
<p>Memang, baik Jeffrey Hunter di <em>King of Kings</em>, atau Enrique Irazoqui di <em>The Gospel According to St Matthew</em>, maupun Max von Sydow di <em>The Greatest Story Ever Told</em>, Yesus yang mereka representasikan tampak terlampau <em>cliché</em>. Ketiga film itu tidak berhasil memperlihatkan ciri-ciri terpenting dari <em>ketuhanan</em> dan <em>kemanusiaan</em> seorang Juruselamat yang penuh kasih. Ketiga-tiganya selalu tampak serius, jarang sekali tersenyum, … apalagi tertawa!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1387" title="Jesus_Thorn_2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jesus_thorn_2.jpg?w=129&#038;h=86" alt="Jesus_Thorn_2" width="129" height="86" />Pada tahun 1977, <strong>Franco Zefferelli</strong> membuat <em>miniseries</em> untuk televisi yang berjudul: <strong><em>Jesus of Nazareth</em></strong>. Film tersebut walaupun jalan ceriteranya panjang sekali, cara penuturannya sangat mengesankan. Hampir seluruhnya adalah jalinan petikan-petikan kisah dari keempat Injil yang diselipi oleh beberapa kisah tambahan dengan tujuan untuk memudahkan para pemirsa memahami peristiwa-peristiwa yang harus terjadi sebelum Tuhan Yesus disalibkan di <strong><em>Golgota</em></strong>. <strong>Robert Powell</strong> yang memerankan Kristus adalah salah seorang aktor yang sampai sekarang paling dikenal dan dikenang sebagai pemeran Yesus, kendatipun ia berambut pirang dan bermata biru. Di dalam film itu Ia ditampilkan secara wajar dan realistis sekali.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1381" title="Yesus_Jeremy" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_jeremy.jpg?w=91&#038;h=103" alt="Yesus_Jeremy" width="91" height="103" />Dua tahun kemudian sebuah film berjudul: <strong><em>Jesus</em></strong>, diproduksi murni berdasarkan kisah hidup-Nya yang tercatat di <strong><em>Injil Lukas</em></strong>, dengan <strong>Brian Deacon</strong> sebagai pemeran utamanya. Menurut data statistik, film yang akhirnya diubah menjadi alat penginjilan yang sangat ampuh ini adalah film yang paling banyak ditonton orang sepanjang masa! Kabarnya <strong><em>5,6 milyar</em></strong> orang di seluruh dunia sudah melihatnya. Tepat 20 tahun kemudian, pada tahun 1999, sebuah film dengan judul yang sama: <strong><em>Jesus</em></strong>, diproduksi lagi untuk kaum muda, dengan <strong>Jeremy Sisto</strong> sebagai pemeran Kristus. Entah mengapa, wajah kedua aktor inipun gagal meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi para penontonnya!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1382" title="Yesus_Ilmiah" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_ilmiah.jpg?w=92&#038;h=118" alt="Yesus_Ilmiah" width="92" height="118" />Di bulan Desember 2002 sebuah badan ilmiah di <strong><em>Inggris</em></strong> mengumumkan, bahwa mereka berhasil melukiskan kembali wajah Kristus yang <em>‘sebenarnya’</em>, menggunakan <em>forensic anthropology</em>, yang biasanya hanya dipakai untuk mempelajari dan membongkar perkara-perkara kriminil yang rumit saja. Bekerja sama dengan seorang <em>ahli ilmu purbakala</em> dari <strong><em>Israel</em></strong>, tanpa mampu melakukan penelitian <em>DNA </em>pada tubuh Kristus, mereka merekonstruksi paras-Nya. Menurut hasil penemuan mereka, wajah dan tubuh Yesus justru bertentangan sekali dengan yang biasanya dikenal dan dibayangkan oleh masyarakat kristiani di seluruh dunia. Selain Yesus berparas tidak tampan, Ia bertubuh pendek dan agak gemuk. Mereka juga berani menyatakan, bahwa hasil penemuan mereka itu adalah <em>‘yang paling akurat’</em>! Sungguh luar biasa!</p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1385" title="Yesus_Henry" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_henry.jpg?w=91&#038;h=126" alt="Yesus_Henry" width="91" height="126" />The Gospel of John</em></strong> (<strong><em>Injil Yohanes</em></strong>) yang menampilkan <strong>Henry Ian Cusick</strong> sebagai Yesus beredar di dunia DVD awal tahun 2003. Jalan ceriteranya disajikan murni berdasarkan ayat-ayat Injil tersebut. Seperti Robert Powell di <em>Jesus of </em><em>Nazareth</em>, Henry Ian Cusick juga memerankan Yesus secara wajar dan realistis sekali. Banyak orang yang menyukainya, karena seperti rekannya itu, ia juga berwajah biasa-biasa saja, tetapi bisa mewakili dunia barat dan timur. Sebagai seorang peranakan <strong><em>Scottland</em></strong> dan <strong><em>Peru</em></strong>, ia memberi keseimbangan kepada tokoh yang diperankan olehnya! Bukan 100% paras seorang <em>Anglo-Saxon</em>, tetapi juga bukan 100% paras seorang yang berasal dari <em>Timur Tengah</em>.</p>
<p><strong>Dr James Dobson</strong> pernah berkata sebelum <strong>Mel Gibson</strong> membuat film <strong><em>The Passion of the Christ</em></strong>, bahwa di dalam hal menyimpulkan paras Tuhan Yesus secara pribadi, Henry Ian Cusick, yang bermata coklat dan berambut hitam, adalah favoritnya, melebihi aktor-aktor lain yang pernah memainkan kehidupan Kristus di layar putih. Menurut pendapatnya, paras Henry Ian Cusick tepat mewakili paras Tuhan Yesus sesuai yang selalu dibayangkan olehnya.</p>
<p>Terus terang saja, tidak pernah ada film mengenai Kristus yang lebih kontroversiil dari pada Mel Gibson’s <em>The Passion of the Christ</em> (<em>2004</em>). Film dengan anggaran belanja yang sangat terbatas, yang hanya membahas hari-hari terakhir kehidupan Yesus sebelum disalibkan dan juga saat kebangkitan-Nya, telah menggoncangkan atmosfir setiap bioskop di seluruh dunia oleh karena kekerasan dan kekejaman yang diperlihatkan di sana.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1386" title="Yesus_Passion2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion2.jpg?w=96&#038;h=91" alt="Yesus_Passion2" width="96" height="91" />Di luar dugaan penonton, penderitaan dan pengorbanan Kristus di kayu salib disajikan secara blak-blakan dan realistis sekali, sesuai dengan keadaan zaman, kekejian dan kebiadaban hukum pada waktu itu. Biasanya film-film mengenai penyaliban Yesus, kendatipun menunjukkan penderitaan-Nya yang luar biasa, selalu disajikan sedemikian rupa, sehingga masih bisa ditoleransi oleh emosi-emosi manusia. Tetapi film karya Mel Gibson ini … berbeda sekali! Kalau wajah Yesus di film-film tersebut hampir tidak berubah kala Ia disalibkan, di film <em>The Passion of the Christ</em>, wajah-Nya sangat mengerikan, … tidak bisa dikenali lagi!</p>
<p><em>“demikianlah <strong>ia akan membuat tercengang banyak bangsa</strong>, <strong>raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia</strong>; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”</em> (Yesaya 52:15)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong><em>PARAS</em></strong><strong> TUHAN YESUS (2)</strong></p>
<p><em><strong>JAMES CAVIEZEL</strong></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1376&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/09/02/paras-tuhan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_brian.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Brian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_jeffrey1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Jeffrey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_enrique.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Enrique</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_max.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Max</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/jesus_thorn_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jesus_Thorn_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_jeremy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Jeremy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_ilmiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Ilmiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_henry.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Henry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/09/yesus_passion2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hillsong Brisbane</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/08/15/hillsong-brisbane/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/08/15/hillsong-brisbane/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 03:49:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hillsong]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Praise and Worship]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Brian Houston]]></category>
		<category><![CDATA[Darlene Zschech]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Joel Houston]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Reuben Morgan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1351</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Efesus 1:22)
Tak pernah terduga, gereja kami: Garden City Christian Church, di kota Brisbane, Australia, yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun lamanya, dan saat itu melayani kurang lebih 6000 anggota jemaat, bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1351&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1352" title="Opening" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/opening.jpg?w=231&#038;h=92" alt="Opening" width="231" height="92" />“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat <strong>sebagai Kepala dari segala yang ada</strong>.”</em> (Efesus 1:22)</p>
<p>Tak pernah terduga, gereja kami: <strong>Garden City Christian Church</strong>, di kota <strong><em>Brisbane</em></strong>, <strong><em>Australia</em></strong>, yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun lamanya, dan saat itu melayani kurang lebih 6000 anggota jemaat, bisa menjadi <em>‘cabang’</em> sebuah gereja termasyhur: <strong>Hillsong Church</strong>.</p>
<p><span id="more-1351"></span>Kenyataannya, pada tanggal <em>24 Mei 2009</em>, sesudah melalui berbagai prosedur resmi berbulan-bulan lamanya, baik secara hukum maupun penentuan bersama para penatua dan seluruh anggota jemaat resmi yang terdaftar di sana, gereja kami dinyatakan sebagai Gereja Hillsong yang keempat di Australia, <em>Kampus Brisbane</em>. Sampai saat ini Hillsong Church juga mempunyai cabang-cabang gereja di <strong><em>London</em></strong>, <strong><em>England</em></strong>; di <strong><em>Kiev</em></strong>, <strong><em>Ukraine</em></strong>; di <strong><em>Cape Town</em></strong>, <strong><em>South Africa</em></strong>; demikian juga di <strong><em>Stockholm</em></strong>, <strong><em>Sweden</em></strong>; di <strong><em>Paris</em></strong>, <strong><em>France</em></strong>; di kota <strong><em>Berlin</em></strong>, <strong><em>Germany</em></strong> dan di <strong><em>Moscow</em></strong>, <strong><em>Russia</em></strong>.</p>
<p>Kurang-lebih enam bulan sebelumnya, ketika diumumkan bahwa <em>Gembala Sidang</em> kami akan mengundurkan diri dari kedudukannya karena masalah kesehatan, seluruh jemaat yang masih belum mengerti apa-apa, menjadi terpana. Sejauh pengetahuan kami, banyak sekali orang-orang yang mengasihinya, yang berharap agar dia tetap menggembalakan gereja kami. Tentu saja bagi mereka yang tidak terlibat sebagai pengurus, … seperti kami, yang kurang tertarik dengan urusan politik gereja, tidak tahu keadaan yang sebenarnya, apa yang sedang bergejolak di <em>‘dalam’</em>.</p>
<p>Memang gereja kami mengalami berturut-turut beberapa goncangan di tahun-tahun sebelumnya, di mana hal-hal yang kurang menyenangkan terjadi. Semua itu diawali dengan kepergian seorang <em>Pendeta Muda</em>, yang dipercayai oleh Gembala Sidang kami untuk menggembalakan kaum remaja. Tidak lama sesudah ia diteguhkan, mendadak ia berhasrat untuk keluar dan <em>‘berdikari’</em>. Tentu saja itu bukan suatu hal yang aneh di mana seorang <em>hamba Tuhan</em> ingin merintis sebuah gereja baru sesuai panggilannya. Tetapi jika hampir seluruh jemaat kaum muda gereja kami ikut dibawa pergi olehnya, motifnya tersebut patut dipertanyakan.</p>
<p>Semenjak saat itu pertumbuhan gereja kami menjadi seolah-olah terhenti, terutama pertumbuhan jemaat generasi mudanya! Entah disebabkan oleh karena pemimpin-pemimpin baru yang menggantikannya, atau … oleh karena ketidak-stabilan politik gereja, gara-gara peristiwa tersebut. Yang pasti, jumlah jemaat yang beribadah di sana setiap Minggu semakin lama semakin menipis. Apakah itu salah satu penyebab kepergian Gembala Sidang gereja kami? Kami tidak tahu!</p>
<p>Seperti umumnya terjadi di mana-mana, perubahan adalah suatu hal yang tidak mudah untuk dilaksanakan tanpa melalui tentangan-tentangan serta kritik-kritik yang pedas. Segera setelah diumumkan, bahwa kemungkinan besar Hillsong Church akan menjadi gereja <em>‘induk’</em> kami, reaksi-reaksi yang terjadi di antara para jemaat sangat menakjubkan. Padahal pengurus-pengurus gereja sudah menjamin, bahwa <em>Pemilihan Umum</em> akan dilakukan bersama terlebih dahulu untuk memastikan keterlibatan seluruh anggota jemaat di dalam menentukannya!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1353" title="BrianHouston" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/brianhouston.jpg?w=133&#038;h=90" alt="BrianHouston" width="133" height="90" />Karena memang berbulan-bulan sebelumnya gereja kami sudah berusaha untuk menemukan seorang Gembala Sidang pengganti yang baru. Tetapi di antara beratus-ratus peminat yang mengajukan diri dari seluruh Australia, ternyata tidak ada seorang kandidat pun yang memenuhi syarat. Akhirnya diumumkan pada suatu hari Minggu di awal tahun 2009, bahwa <strong>Ps Brian Houston</strong> dari Gereja Hillsong di <strong><em>Sydney</em></strong>, Australia, telah dihubungi oleh para pengurus gereja dengan <em>proposal</em> untuk bergabung dan bernaung di bawah panji gerejanya.</p>
<p>Seketika itu juga jemaat gereja kami memberikan tiga reaksi!</p>
<p>1. <strong><em>Langsung Setuju</em></strong>, karena terpukau oleh <em>nama</em> Hillsong yang termasyhur, <em>nama</em> sebuah gereja yang sudah berhasil mempengaruhi perkembangan musik <em>Praise and Worship</em> di Australia, bahkan di seluruh dunia! Bagi mereka, diasosiasikan dengan <em>nama</em> gereja besar yang amat sukses itu, adalah suatu langkah positif yang pasti akan menguntungkan masa depan gereja kami. Memang di antara kedua gereja ini ada suatu ikatan <em>‘batin’</em> yang kuat. <strong>Ps</strong> <strong>Darlene Zschech</strong>, salah seorang tokoh terpenting di dunia musik rohani internasional yang kira-kira 20 tahun yang lalu ikut andil di dalam merintis Hillsong Church, pernah melewati masa remajanya di gereja kami, bahkan lahir baru di sana. (Baca: <strong><em><a title="Darlin' Darlene (1)" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/01/03/tribute-darlin-darlene/" target="_blank">Darlin’ Darlene</a></em></strong>) Lagi pula setiap minggu gereja kami selalu menggunakan paling sedikit 75% lagu-lagu <em>puji dan sembah</em> karya mereka.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>2. <strong><em>Langsung Menolak</em></strong>, karena merasa tidak senang dijadikan seolah-olah <em>‘francise’</em> Gereja Hillsong di kota Brisbane. Mereka takut kehilangan identitas yang semula, takut tidak bisa berkembang secara lokal dengan bebas, takut dikontrol oleh pusat, bahkan takut kehilangan kedudukan pelayanan mereka di sana! Ada juga yang langsung menolak karena merasa <em>antipati</em> sekali dengan gereja besar itu, terutama pribadi-pribadi para pemimpinnya! Gosip mulai beredar, baik secara halus, maupun terang-terangan. Bahkan ada yang memulai blog-blog pribadi hanya untuk menyerang Gereja Hillsong dan visi rencana pergabungan tersebut!</p>
<p>3. <strong><em>Langsung Berserah</em></strong>, karena tidak ingin memihak kepada siapa pun juga, selain kepada <strong>Tuhan</strong>! Hillsong atau bukan, tidak menjadi masalah. Karena mereka merasa yakin, bahwa mereka sudah ditempatkan oleh-Nya di sana. Gereja apa pun adalah <em>Gereja Tuhan</em>, milik-Nya, bukan milik perseorangan atau kelompok-kelompok tertentu saja. Kendatipun harus melalui berbagai tantangan, di setiap masa gereja-Nya akan selalu ada sampai saat kedatangan-Nya kembali. Mereka menyadari, bahwa memang tidak ada gereja di dunia yang sempurna! Sekalipun secara keseluruhan mereka adalah <strong><em>Tubuh Kristus</em></strong>, suatu saat setiap gereja, para pemimpinnya, dan juga jemaat-jemaatnya, pasti harus mempertanggung-jawabkan motif-motif dan tindak-tanduk mereka di hadapan-Nya. Firman Tuhan jelas memperingatkan hal itu! (Wahyu 2-3)</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1356" title="LouieGiglio" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/louiegiglio.jpg?w=133&#038;h=91" alt="LouieGiglio" width="133" height="91" />Louie Giglio</strong>, salah seorang dari penginjil-penginjil yang paling efektif di dunia masakini, hadir di <em>Hillsong Conference</em> yang diadakan di kota Sydney awal bulan <em>Juli 2009</em> yang baru lalu. Tema khotbahnya yang berkisar pada ungkapan terkenal: <em>‘<strong>Jesus Loves Us</strong>’</em>, membahas sedikit tentang masalah itu dengan jitu sekali. Sebagai penutup firman, tanpa menunjukkan rasa kurang hormat kepada Ps Brian Houston, yang adalah <em>tuan rumah</em> konferensi tersebut, Louie Giglio berkata, bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan, bahwa merekalah yang<em> ‘membangun’ </em>atau<em> ‘memulai’</em> sebuah gereja. Karena Tuhan sudah memulainya 2000 tahun yang lalu. Ia-lah <em>Kepala</em> Gereja<em> </em>(<em>Tubuh Kristus</em>), … bukan para perintis gereja-gereja lokal. Tuhan-lah pemiliknya, termasyhur atau tidak, besar atau kecil. Kita semua, siapapun juga, hanya menjadi bagian dari tubuh-Nya saja, bukan kepala-kepala yang harus dikagumi dan dielu-elukan.</p>
<p>Karena di dalam gereja-Nya hanya ada satu <em>Kepala</em> saja, yaitu <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong>! Kita harus bersyukur sudah menerima kesempatan untuk menjadi bagian dari tubuh, yang kendatipun tidak sempurna, mempunyai <strong><em>Kepala Yang Tak Tergoyahkan</em></strong>! Rasul <strong>Paulus</strong> menulis di dalam suratnya kepada jemaat di <strong><em>Kolose</em></strong>: <em>“<strong>Ialah kepala </strong>tubuh, yaitu jemaat. <strong>Ialah yang sulung</strong>, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga <strong>Ia yang lebih utama</strong> dalam segala sesuatu.”</em> (Kolose 1:18)</p>
<p>Memang harus diakui, semenjak <em>‘nama’</em> gereja kami, <em>Garden City Christian Church</em>, diubah menjadi: <em><a title="Hillsong Brisbane" href="http://hillsongbrisbane.com/" target="_blank"><strong>Hillsong Church, Brisbane Campus</strong></a></em>, jemaat baru datang mengalir dari mana-mana. Seketika itu juga jumlah generasi muda gereja kami menjadi naik dengan pesat sekali, meningkat berlipat-lipat ganda. Kendatipun banyak anggota jemaat lama yang <em>‘mengundurkan diri’</em>, pergi semenjak peralihan <em>‘kuasa’</em> tersebut, setiap kebaktian gereja kami malah menjadi penuh sesak sekali. Terutama ibadah di hari Jumat malam yang mengawali perubahan itu selama enam minggu pertama! Bahkan mencari parkir pun sekarang susah! Siapakah yang tidak mau hadir, jika para penginjil dan pemimpin-pemimpin pujian yang terkenal dari Hillsong Church khusus didatangkan dari pusat untuk melengkapi acara ibadah gereja kami secara bergantian?</p>
<p>Sungguh menakjubkan, bagaimana <em>‘prestasi’</em> sebuah <em>nama</em> bisa mengubah jumlah jemaat sebuah gereja dalam waktu yang begitu singkat!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1357" title="ReubenMorgan" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/reubenmorgan2.jpg?w=92&#038;h=116" alt="ReubenMorgan" width="92" height="116" />Ibadah perdana yang diadakan pada hari Minggu tanggal <em>24 Mei 2009</em> jam 8:30 pagi, sangat meriah, penuh sesak seperti suasana pesta. Dimulai dengan puji dan sembah yang dipimpin oleh <strong>Ps</strong> <strong>Reuben Morgan</strong>, <em>Worship Pastor Hillsong Church</em>, didukung oleh para pemusiknya yang termahir. Dan diakhiri dengan firman yang dibawakan oleh Ps Brian Houston. Semenjak saat itu setiap minggu secara bergantian <strong>Darlene Zschech</strong>, <strong>Joel Houston</strong>, <strong>Jad Gillies</strong>, <strong>Jonathon Douglas</strong>, dan lain-lainnya, bahkan gitaris <strong>Nigel Hendroff</strong> didatangkan dari kota Sydney untuk memeriahkan ibadah gereja kami.</p>
<p>Saya tahu, jumlah jemaat yang besar sebuah gereja, di mana pun saja, bukan menjadi jaminan, bahwa mereka pasti sudah berkenan di hati Tuhan! Oleh karena itu saya berdoa, agar bukan <em>nama</em> Hillsong Church yang menjadi besi sembrani penyebab kehadiran banyak jemaat yang baru di gereja kami, tetapi <em>Nama</em> di atas segala nama, <em>Nama</em> Tuhan Yesus Kristus-lah yang menjadi penyebabnya! Sebab Tuhan melihat sikap hidup umat-Nya terlebih dahulu. Ia menuntut kemurnian hati dan ketaatan jemaat, yang dari awalnya datang ke rumah-Nya hanya untuk bersekutu dengan Dia saja, dan bukan oleh karena ingin menyaksikan hamba-hamba-Nya yang termasyhur di dunia memimpin ibadah di sana!</p>
<p>Semoga kami semua mempunyai kerendahan hati untuk selalu memeriksa motif masing-masing. Haleluya!</p>
<p><span style="font-style:normal;"><strong>John Adisubrata</strong><br />
</span><span style="font-weight:normal;"><span style="font-weight:normal;"><em>Agustus 2009</em></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1351&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/08/15/hillsong-brisbane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/opening.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Opening</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/brianhouston.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BrianHouston</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/louiegiglio.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">LouieGiglio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/08/reubenmorgan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ReubenMorgan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Berparas &#8216;Buruk&#8217;</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/25/orang-orang-berparas-buruk/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/25/orang-orang-berparas-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 22:35:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7b)
Akhir-akhir ini dunia sedang dilanda dengan dahsyatnya oleh ‘penyakit menular’ yang bernama: narcissism! Lazimlah bagi banyak orang untuk selalu mendahulukan, mementingkan dan memperhatikan keperluan diri sendiri, sesuai ‘teladan-teladan’ yang dikumandangkan melalui berbagai media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1343&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1345" title="Gerbang1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/gerbang1.jpg?w=129&#038;h=91" alt="Gerbang1" width="129" height="91" />“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi <strong>TUHAN melihat hati</strong>.”</em> (1 Samuel 16:7b)</p>
<p>Akhir-akhir ini dunia sedang dilanda dengan dahsyatnya oleh <em>‘penyakit menular’</em> yang bernama: <strong><em>narcissism</em></strong>! Lazimlah bagi banyak orang untuk selalu mendahulukan, mementingkan dan memperhatikan keperluan diri sendiri, sesuai <em>‘teladan-teladan’</em> yang dikumandangkan melalui berbagai media oleh para bintang dan orang-orang terkenal lainnya yang dikagumi masyarakat. Kepentingan-kepentingan yang <em>tidak penting</em>, karena bagi (<strong><em>ego</em></strong>) mereka tampak <em>lebih penting</em>, didahulukan di atas segala kepentingan lain yang sebenarnya <em>jauh lebih penting</em> dan <em>berguna</em> bagi kehidupan dan kebaikan bersama. Salah satu di antaranya adalah kefanatikan di bidang <em>penampilan diri</em>!</p>
<p><span id="more-1343"></span>Keinginan untuk terus-menerus <em>‘memperindah’</em> paras atau bentuk tubuh, mengakibatkan banyak orang memilih untuk mendapatkannya secara instan. Akibatnya &#8230; klinik para <em>‘ahli’</em> bedah plastik di mana-mana selalu dipenuhi oleh pasien-pasien yang memerlukan <em>service</em> mereka dengan segera. Kalau dahulu kebiasaan seperti itu hanya terjadi di kalangan para artis tenar <strong><em>Hollywood</em></strong> saja, sekarang orang-orang biasa juga sudah berlomba-lomba mengikuti teladan mereka.</p>
<p>Sampai saat ini masih banyak orang yang terus berusaha menemukan <em>‘The Fountain of Youth’</em> yang semenjak zaman dahulu kala telah menjadi dambaan tokoh-tokoh ceritera-ceritera dongeng, &#8230; biasanya raja-raja yang berhasrat <em>‘memerintah’</em> untuk selama-lamanya. Mereka berusaha untuk menentang berlalunya waktu dengan memutar kembali jarum-jarum jam yang terus berdetik maju. Keinginan untuk selalu mempunyai penampilan yang segar dan muda, kalau bisa &#8230; untuk selama-lamanya, memaksa mereka untuk mengambil jalan-jalan pintas yang tidak natural!</p>
<p>Teman saya yang pernah bekerja sebagai asisten seorang <em>plastic surgeon</em> di kota <strong><em>Brisbane</em></strong>, <strong><em>Australia</em></strong>, berkata, bahwa saat ini bisnis semacam itu sedang berkembang dengan pesat sekali di kota kami. Setiap <em>lunch break</em> klinik di mana ia bekerja selalu dipenuhi oleh pasien-pasien yang bersedia antri dengan sabar, menunggu giliran mereka menerima suntikan-suntikan <strong><em>botox</em></strong> untuk sejenak menghilangkan kerut-merut kulit, baik di wajah mereka maupun di bagian-bagian tubuh yang lain. Umumnya mereka adalah para karyawan kantor di tengah kota yang sedang menggunakan kesempatan waktu istirahat makan siang untuk memperbaiki penampilan mereka.</p>
<p>Pasien-pasien yang mengunjungi klinik itu juga beraneka-ragam sekali! Dari anak-anak remaja dan para lajang yang mulai berumur, sampai ke orang-orang yang sudah berusia amat lanjut. Dan yang paling menakjubkan, &#8230; sekarang pelayanan seperti itu bukan hanya dibutuhkan oleh kaum wanita saja, tetapi juga oleh kaum pria yang tidak jarang bertampang cukup <em>‘macho’</em>!</p>
<p>Tentu saja setiap orang mempunyai alasan-alasan tersendiri yang menyebabkan mereka bersedia melakukan kebiasaan yang jelas tidak bertarif murah tersebut. Tetapi sebuah<em> </em>alasan yang paling umum, yang biasanya dialami oleh setiap orang sebelum mereka bertemu dengan <strong>Kristus</strong>, adalah ketidak-percayaan akan keunikan diri mereka sebagai umat yang <em>‘khusus’</em> diciptakan oleh <strong>Tuhan</strong> untuk melengkapi rancangan-rancangan-Nya di dunia! Kebanyakan disebabkan oleh karena keyakinan mereka sendiri, bahwa selain mereka berparas tidak/kurang <em>‘layak’</em>, mereka juga merasa tidak berharga sama sekali. Hal seperti itu umumnya terjadi di kalangan kaum remaja. Saya yakin setiap generasi pernah melaluinya.</p>
<p>Di akhir zaman <strong>Iblis</strong> bekerja keras untuk terus mengelabui <em>‘mata’</em> umat manusia, terutama mereka yang amat <em>vulnerable</em>, yang sedang berdiri di ujung-ujung persimpangan jalan, bingung menentukan jalan yang harus mereka tempuh. Ia ingin agar kita mengikutinya dengan memilih jalan yang sudah ditempuh olehnya, jalan yang akan membawa mereka menjauhi hadirat Tuhan. Ia ingin agar kita <em>justru</em> melakukan hal-hal yang tidak diperkenankan oleh-Nya!</p>
<p>Kitab <strong><em>Kejadian</em></strong> 3:4,5 mengatakan: <em>‘Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi <strong>Allah mengetahui</strong>, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan <strong>kamu akan menjadi seperti Allah</strong>, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”</em> Pada waktu itu ia mempengaruhi <strong>Hawa</strong> untuk melawan hukum Tuhan dengan menjanjikan <em>sesuatu yang tidak pernah bisa ia berikan</em> kepadanya, yaitu <em>‘menjadikan Hawa seperti <strong>Allah’</strong></em>.</p>
<p>Sekarang menggunakan taktik yang serupa Iblis juga berusaha mempengaruhi umat manusia untuk melawan hukum yang sudah ditentukan oleh Tuhan gara-gara ketidak-taatan <strong>Adam</strong> dan Hawa di <strong><em>Taman Eden</em></strong>, yaitu ketidak-kekalan hidup sebagai akibat dosa mula-mula yang telah mereka lakukan tersebut. Firman Tuhan mengatakan: <em>“Tetapi kenakanlah <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong> sebagai perlengkapan senjata terang dan <strong>janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya</strong>.”</em> (Roma 13:14)</p>
<p>Tetapi kenyataannya, umat manusia <em>justru</em> melakukan kebalikannya. Terpengaruh oleh tipuan Iblis, mereka meninggalkan Tuhan dengan memuaskan keinginan daging yang bersifat sementara. Mereka memilih sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Iblis kepada mereka, yaitu kekekalan hidup yang <em>hanya</em> bisa diperoleh melalui persekutuan yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus!</p>
<p>Kejadian 1 ayat 26a mencatat:<em> ‘Berfirmanlah Allah: “<strong>Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita</strong>, …”</em> (Kejadian 1:26a) Raja Daud menulis: <em>‘Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena <strong>kejadianku dahsyat dan ajaib</strong>; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.’</em> (Mazmur 139:13-14) Mengapa kita harus percaya kepada tipuan Iblis, jika Tuhan sendiri mengatakan, bahwa kita adalah makhluk yang sudah diciptakan dengan dahsyat dan ajaib, menurut gambar dan rupa-Nya?</p>
<p>Mengingat banyaknya ayat-ayat lain yang serupa, sejujurnya saja, … apakah ada orang-orang tertentu yang bisa kita kategorikan sebagai orang-orang yang <em>berparas buruk</em>, … termasuk kita?</p>
<p>Kira-kira dua tahun yang lalu saya mendengar sebuah ceritera humor yang mengawali khotbah pendeta gereja kami di suatu hari Minggu pagi. Kisah tanpa koneksi dengan tema khotbahnya tersebut berhasil menggelitik hati para jemaat, dan menyebabkan kami semua tertawa terpingkal-pingkal. Inilah kisah yang kami dengar, yang saya juluki: <strong><em>Orang-Orang Berparas ‘Buruk’</em></strong>.</p>
<p>Sebuah bis yang dipenuhi oleh <em>orang-orang berparas ‘buruk’</em> mengalami kecelakaan fatal di jalan raya. Bis tersebut ditubruk dari depan oleh sebuah truk yang amat besar. Semua yang ada di dalamnya mati seketika itu juga. Sebagai akibatnya … mereka bertemu dengan Tuhan.</p>
<p>Oleh karena penderitaan mereka selama hidup gara-gara <em>‘keburukan’</em> wajah mereka, Tuhan merasa iba dan ingin menghibur dengan menjatah setiap orang yang ada di sana sebuah permintaan yang akan dikabulkan oleh-Nya, sebelum mereka masuk ke dalam sorga.</p>
<p>Berderetan mereka berdiri di hadapan-Nya. Kepada orang pertama Tuhan bertanya: <em>“Apakah yang engkau inginkan, anak-Ku?”</em> Tanpa merasa ragu ia menjawab: <em>“Aku ingin menjadi seorang yang berparas cakap.”</em> Tuhan menjamah kepalanya, dan … saat itu juga ia berubah menjadi seorang yang berwajah cakap sekali!</p>
<p>Tercengang melihat permintaan tersebut dikabulkan oleh Tuhan secara instan, ketika ditanya, orang yang berdiri di sebelahnya meniru permohonan rekannya: <em>“Aku juga ingin mempunyai paras yang cakap seperti dia.”</em> Kembali Tuhan hanya menjamah kepalanya saja, dan permohonan orang itu pun langsung dikabulkan!</p>
<p>Yang lain ikut merasa takjub menyaksikan perubahan wajah kedua rekannya. Oleh karena itu mereka juga ingin mempunyai wajah yang cakap seperti itu. Satu-per-satu keinginan-keinginan mereka dikabulkan oleh Tuhan. Tetapi ketika Ia baru melayani setengah jalan, tiba-tiba terdengarlah ledakan tawa seseorang yang berdiri paling akhir di ujung deretan tersebut.</p>
<p>Pada saat masih ada sepuluh orang yang belum menerima giliran mereka, ia sudah bergulung-gulung di bawah, tertawa terbahak-bahak tak terkendalikan lagi.</p>
<p>Akhirnya … berdirilah Tuhan di depannya, lalu bertanya: <em>“Apakah yang menjadi keinginan hatimu, anak-Ku?”</em></p>
<p>Menenangkan diri sejenak setelah bangkit berdiri, dengan wajah masih tersenyum-simpul penuh kejenakaan ia menjawab: <em>“Jadikanlah paras mereka semua buruk lagi seperti semula!”</em></p>
<p>Saya ikut tersenyum kala berusaha sebaik mungkin merangkai kata-kata untuk menceriterakan kembali kisah humor ini. Seandainya saja bukan cerita fiksi, meskipun sudah mengetahui sebelumnya, mungkinkah hati Tuhan ikut tergelitik oleh <em>‘kenakalan’</em> permintaannya? Saya tahu kisah tersebut tidak mungkin terjadi, sebab intinya saja sudah sangat tidak alkitabiah. Karena Tuhan tidak pernah memandang muka atau menilai kebahagiaan hidup umat ciptaan-Nya melalui penampilan mereka! (1 Samuel 16:7b)</p>
<p>Tuhan selalu menjenguk isi hati manusia terlebih dahulu untuk melihat, <em>‘Siapakah’</em> yang bersemayan di sana. Karena hanya Yesus yang menjadi penentu kelayakan mereka untuk bisa bertemu, atau menghadap Bapa di sorga. Hanya Ia saja yang mampu mengubah <em>‘keburukan’</em> paras kita untuk selama-lamanya!</p>
<p>Lagipula di sorga, &#8230; semua orang sama <em>‘cakap’</em>-nya, karena dosa-dosa leluhur yang sudah membelenggu hidup dan yang menyebabkan ketidak-sempurnaan (<em>paras atau kharakter</em>) kita sudah ditanggalkan untuk selama-lamanya. Di sana kecantikan atau ketampanan manusia bukan merupakan suatu hal yang penting lagi. Di sana <strong><em>Dia-lah yang paling penting!</em></strong></p>
<p>Haleluya!</p>
<p><span style="font-style:normal;"><strong>John Adisubrata</strong><br />
</span><span style="font-weight:normal;"><span style="font-weight:normal;"><em>Juli 2009</em></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1343&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/25/orang-orang-berparas-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/gerbang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gerbang1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpulang ke Alam Baka</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/05/berpulang-ke-alam-baka/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/05/berpulang-ke-alam-baka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 10:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Farrah Fawcett]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1313</guid>
		<description><![CDATA[MICHAEL JACKSON DAN FARRAH FAWCETT
Oleh: John Adisubrata
“Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” (Pengkhotbah 9:5)
Pagi itu, hari Jumat tanggal 26 Juni 2009, kota Brisbane di Australia, yang biasanya selalu diliputi oleh udara cerah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1313&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>MICHAEL JACKSON</em></strong><strong> DAN <em>FARRAH FAWCETT</em></strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1374" title="MichaelJackson" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/michaeljackson1.jpg?w=121&#038;h=90" alt="MichaelJackson" width="121" height="90" />Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em>“Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa <strong>mereka akan mati</strong>, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan <strong>kenangan kepada mereka sudah lenyap</strong>.”</em> (Pengkhotbah 9:5)</p>
<p>Pagi itu, hari <em>Jumat</em> tanggal <em>26 Juni 2009</em>, kota <strong><em>Brisbane</em></strong> di <strong><em>Australia</em></strong>, yang biasanya selalu diliputi oleh udara cerah di mana langit biru dan benderangnya terik sinar matahari menjadi ciri-ciri khasnya yang termashyur di dunia, diselimuti oleh awan kelabu tebal yang sepanjang hari itu terus memercikkan hujan gerimis.</p>
<p><span id="more-1313"></span>Baru saja dikabarkan melalui berita subuh radio dan televisi setempat, kematian artis <strong>Farrah Fawcett </strong>(<strong>-Majors</strong>), <em>62 tahun</em>, salah seorang dari ketiga <strong><em>Charlie’s Angels</em></strong> yang asli, <em>‘malaikat’</em> yang paling dikenal oleh umum semenjak dasawarsa ke-70. Setelah berjuang dengan gigih memerangi penyakit kanker yang sudah menggerogoti tubuhnya lebih dari dua setengah tahun lamanya, beberapa jam sebelumnya, hari <em>Kamis</em> tanggal <em>25 Juni</em> waktu <strong><em>Amerika</em></strong>, ia berpulang ke alam baka.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1319" title="FarrahFawcett_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/farrahfawcett_1.jpg?w=92&#038;h=109" alt="FarrahFawcett_1" width="92" height="109" />Diberitakan sekilas tentang riwayat hidupnya, kariernya yang sukses, kegagalan pernikahannya dengan <strong>Lee Majors</strong>, pertunangannya &#8211; <em>on and off</em> &#8211; dengan <strong>Ryan O’Neal</strong> yang berlangsung hampir 30 tahun lamanya. Hubungan tersebut membuahkan seorang putra, <strong>Redmond O’Neal</strong> (<em>24 tahun</em>), yang sekarang menjadi narapidana gara-gara keterlibatannya dengan narkotik. Juga kontroversi sekitar <em>pose</em> telanjang yang dilakukan olehnya ketika ia berumur 50 tahun, khusus untuk <strong><em>‘Playboy’</em></strong>, majalah kaum pria yang paling laris di dunia.</p>
<p>Yang sangat mengharukan adalah perjuangannya yang didokumentasikan oleh sahabatnya, <strong>Alana Stewart</strong>, sebagai <em>legacy</em> Farrah bagi mereka yang belum bisa memahami penderitaan yang harus dilalui oleh orang-orang yang terserang penyakit jahanam tersebut. Bagaimana ia sehari-hari menjalani berbagai-macam cara pengobatan, dari yang tradisi sampai yang paling umum. Bintang yang dulunya ketika masih muda aktif, cantik dan termasyhur sekali oleh karena susunan rambutnya yang unik dan <em>trendy</em> tersebut, sekarang tampak amat berbeda, … lemah, lesu dan tidak berdaya.</p>
<p>Berdoa di atas tempat tidur sambil menggenggam erat-erat kalung <em>rosario</em>-nya, menunjukkan bahwa ia sebenarnya berasal dari keluarga yang beragama <strong><em>Katholik</em></strong>. Tampak nyata sekali, bahwa ia sadar akan keadaannya, dan sedang mempersiapkan diri untuk setiap saat berangkat menemui Penciptanya. Saya menjadi ingat akan keluhan nabi <strong>Yunus</strong>: <em>“</em><em>Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan <strong>sampailah doaku kepada-Mu</strong>, <strong>ke dalam bait-Mu yang kudus</strong>.</em><em>”</em> (Yunus 2:7) Saya yakin ayahnya, seorang percaya yang sudah berumur 91 tahun, sepanjang hidupnya selalu mendukung dia di dalam doa. Ryan dan Farrah memutuskan untuk akhirnya menikah. Tetapi sayang sekali, … mereka terlambat!</p>
<p>Hati saya terasa amat pedih menyaksikan berita-berita mengenai kematiannya yang sedang menguasai semua media di Australia pagi itu. Udara di luar rumah tepat menggambarkan perasaan saya saat itu. Kendatipun demikian hati saya merasa terhibur, karena sedikitnya selama itu Farrah sudah menerima kesempatan untuk mempertimbangkan masa hidupnya.</p>
<p>Tetapi kerisauan pagi hari itu ternyata tidak berakhir di situ saja!</p>
<p>Kira-kira jam <em>10 pagi</em> waktu Brisbane hari Jumat yang sama (<em>hari Kamis jam 4 sore di </em><strong><em>Los Angeles</em></strong><em>, Amerika</em>), ketika mampir sebentar di toko <strong><em>David Jones</em></strong> dekat rumah, kami menjadi terkejut sekali menyaksikan melalui berpuluh-puluh TV yang dipajang di sana berita yang baru saja terjadi: … kematian mendadak artis termashyur lainnya, <strong>Michael Jackson</strong>, umur <em>50 tahun</em>!</p>
<p>Hanya ada beberapa peristiwa serupa lainnya di dunia yang sampai sekarang mendapat reaksi yang sama dari saya, di mana awalnya saya selalu menolak untuk mempercayainya, tetapi tempat di mana saya melihat atau mendengarnya untuk pertama kali tidak terlupakan. Berita kematian <strong>Elvis Presley</strong>, <strong>John Lennon</strong>, <strong>Lady Di</strong>, <strong>Bunda Teresa</strong>, <strong>Steve Irwin</strong>, dan juga serangan teroris <strong>9/11</strong> di kota <strong><em>New York</em></strong>, masih tampak jelas sekali di dalam ingatan saya sampai sekarang. Apalagi peristiwa <em>kelahiran baru</em> saya sendiri! Semua itu mendapat reaksi yang sama. Saya ingat<em> kapan</em> terjadinya, <em>apa</em> yang sedang saya kerjakan, dan <em>dimana</em> saya mendengarnya! Berita terakhir ini pun saya jamin … tidak berbeda!</p>
<p>Sebagai seorang penggemar musik, tak terkecualikan, saya juga pernah menggemari lagu-lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Michael Jackson. Sampai sekarang saya harus mengakui, ia adalah seorang artis yang unik sekali. Semenjak saya melihat dia tampil membawakan lagu <strong><em>Billie Jean</em></strong> untuk pertama kalinya di <em><a title="Billie Jean" href="http://www.youtube.com/watch?v=C-blEgMyJwU" target="_blank">Motown 25th Celebration</a></em> tahun 1983, saya terpukau oleh bakatnya yang luar biasa. Saya selalu menyukai jenis-jenis musik yang ia bawakan! Sayang sekali, di samping pesatnya kenaikan karier <em>superstar</em> ini dalam waktu yang begitu singkat, timbul juga berbagai-macam kontroversi disertai tuduhan-tuduhan yang cukup serius, akibat gaya hidupnya yang amat <em>nyentrik</em>. Michael Jackson adalah salah satu bahan gosip media dunia yang paling menguntungkan!</p>
<p>Tetapi di balik semua itu, saya bisa melihat seorang pria yang berhati lembut, sopan, dermawan, suka menolong, dan yang dengan tulus hati rindu untuk selalu dikelilingi oleh anak-anak kecil. Mengingat masa pertumbuhannya sendiri, hal itu patut dimengerti. Seorang artis yang meskipun tergolong <em>genius</em> sekali, tetapi oleh karena <em>kepolosan</em> tabiatnya terkadang lupa, bahwa ia harus lebih berhati-hati dengan setiap perkataannya. Salah satu kesalahan yang ia lakukan dalam hal itu, hampir menyebabkan ia dipenjara. Terus terang saja, bersama banyak <em>fans</em> yang lain, saya ikut menghela napas lega pada saat mendengar hasil pengadilannya. Karena dari semula saya sudah berpendapat, bahwa semua itu terjadi hanya oleh karena <em>ketamakan</em> seorang ibu saja.</p>
<p>Hasratnya untuk terus mengubah parasnya melalui puluhan operasi-operasi plastik, juga tidak bisa menyembunyikan <em>‘kekosongan’</em> hidup yang dipancarkan oleh sinar matanya, yang bisa terlihat setiap kali ia tidak mengenakan kacamata hitamnya.</p>
<p>Saya teringat akan sebuah ayat di dalam firman Tuhan: <em>‘</em><em>Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu <strong>membantah</strong> Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “<strong>Mengapakah engkau membentuk aku demikian?</strong>”</em> (Roma 9:20) Seandainya saja ia mengerti arti ayat tersebut! Begitu juga ayat ini: <em>“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi <strong>TUHAN melihat hati</strong>.”</em> (1 Samuel 16:7b) Seandainya saja ia tidak terlampau bingung akan penampilannya! <strong>Yesus</strong> berkata: <em>“Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab <strong>apa yang dikagumi manusia</strong>, <strong>dibenci oleh Allah</strong>.”</em> (Lukas 16:15b) Andaikata saja ia memahami maksud Yesus tersebut!</p>
<p>Hati saya lebih terasa pedih lagi ketika membayangkan akhir hidupnya. Berbeda dengan kematian Farrah Fawcett yang dipersiapkan selama dua setengah tahun, tampaknya ia yang mati secara mendadak itu, tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memperbaiki sikap hidupnya. Entah apa yang terjadi pada detik-detik terakhir saat kematiannya. Hanya <strong>Tuhan</strong> saja yang tahu!</p>
<p>Tetapi saya yakin, Ia akan mencurahkan kasih karunia-Nya setiap saat kepada setiap orang yang bersedia menerima Dia sebagai <em>Juruselamat</em> mereka, apa pun keadaan mereka. (Lukas 23:42-43) Alkitab berkata: <em>“</em><em>Sebab, barangsiapa yang <strong>berseru</strong> kepada <strong>nama Tuhan</strong>, <strong>akan diselamatkan</strong>.</em><em>”</em> (Roma 10:13) Tentu saja ayat tersebut mempunyai konteks arti yang jauh lebih dalam, yang harus dibaca keseluruhannya. Tetapi kurang-lebih, itulah yang dimaksudkan oleh nabi <strong>Yoel</strong> (Yoel 2:32), dan juga oleh rasul <strong>Paulus</strong> kala mengutipnya. Tuhan tidak akan memandang bulu, seperti yang telah dibuktikan oleh <strong>Yesus</strong> selama masa pelayanan-Nya di dunia. Bukankah Ia berkata, bahwa kedatangan-Nya di dunia bukan untuk menyelamatkan orang-orang yang (<strong><em>merasa</em></strong>) sehat, tetapi untuk mereka yang sedang <em>‘sakit’</em>? (Markus 2:17) Di dalam hal ini, Farrah Fawcett dan Michael Jackson tidak terkecualikan!</p>
<p>Saya yakin, bukan tugas kita untuk menghakimi <em>‘nasib’</em> orang-orang lain sesudah kematian mereka. Kita cenderung untuk menentukan siapa yang <strong><em>berhak</em></strong> masuk sorga atau neraka, mengingat riwayat dan sikap-sikap hidup mereka sebelumnya! Pada detik-detik terakhir saat kematian seseorang, <em>kasih karunia Tuhan yang luar biasa</em>, yang terlampau <em>dahsyat</em> untuk bisa dipahami oleh daya pikiran kita yang amat terbatas, bisa dicurahkan! Karena <em>Ia</em><em> adalah Hakim Agung yang maha adil</em>, yang mempunyai hak mutlak untuk mengaruniakan kasih-Nya kepada siapapun yang dikehendaki oleh-Nya, sesuai dengan rencana-Nya! Kita tidak berhak mencampuri <em>urusan</em> Tuhan!</p>
<p>Kejadian-kejadian sepanjang hari itu, selain membuat saya merasa prihatin sekali, juga mengingatkan dan mendorong saya, sebagai seorang kristiani, untuk lebih bersiap-siap lagi, karena masa kehidupan manusia di dunia ini memang sangat terbatas! Setiap saat giliran saya juga bisa tiba! Bagaimana dengan Anda?</p>
<p>Di luar cuaca udara masih tetap sama. Awan-awan kelabu tebal yang terus memercikkan hujan gerimis sepanjang hari Jumat itu masih tetap menutupi langit kota Brisbane. Ternyata malam harinya hujan turun dengan deras sekali, tidak berhenti sampai Sabtu pagi keesokan harinya!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>Juli 2009</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1313&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/07/05/berpulang-ke-alam-baka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/michaeljackson1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MichaelJackson</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/07/farrahfawcett_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FarrahFawcett_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semuanya adalah Kasih Karunia (12)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/27/semuanya-adalah-kasih-karunia-12/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/27/semuanya-adalah-kasih-karunia-12/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 22:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Lahir Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Praise and Worship]]></category>
		<category><![CDATA[Semuanya adalah Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Franky Sihombing]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffrey Rachmat]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Sidney Mohede]]></category>
		<category><![CDATA[True Worshippers]]></category>
		<category><![CDATA[Tylio Lobman]]></category>
		<category><![CDATA[Viona Paays]]></category>
		<category><![CDATA[VOG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian John Adisubrata
 
PENUTUP: “BAGAIMANA SEKARANG?”
‘Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1305&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kesaksian<em> John Adisubrata</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1306" title="YesusGembalaku" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/yesusgembalaku.jpg?w=91&#038;h=113" alt="YesusGembalaku" width="91" height="113" />PENUTUP: <em>“BAGAIMANA SEKARANG?”</em></strong></p>
<p><em>‘Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah <strong>perjanjian</strong> yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: <strong>“Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”</strong></em> (Ibrani 10:15-17)</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu saya menerima sebuah <em>e-mail</em> dengan message yang tak terlupakan. Seorang bernama <strong>TLK</strong> yang baru saja membaca kesaksian ini, tetapi versi yang mula-mula, ingin mengetahui, apakah setelah berlalunya waktu bertahun-tahun lamanya, isinya masih tetap relevan dengan kehidupan saya pada waktu itu.</p>
<p><span id="more-1305"></span>Inilah kalimat pertama yang mengawali <em>e-mail</em> tersebut: <em>“Bagaimana sekarang? Apakah masih hidup … di dalam Kristus?”</em> Jarak antara <em>‘<strong>hidup</strong>’ dan ‘<strong>di</strong>’</em> … jauh sekali, dipisahkan oleh berpuluh-puluh titik! Ia ingin mengetahui, apakah pandangan saya tentang Tuhan dan kasih-Nya kepada saya masih sama seperti saat ketika saya menulis kesaksian itu hampir enam tahun sebelumnya? Apakah saya masih tetap mengasihi dan mau melayani Dia seperti yang saya ceriterakan di sana? Pertanyaan-pertanyaannya mempunyai alasan-alasan yang amat sah!</p>
<p>Saya memahami kesangsiannya, karena memang sering kali ketidak-konsistenan hidup seperti yang ia duga itu terbukti dan terjadi di mana-mana. Banyak orang yang mendadak berubah <em>‘pikiran’</em> sesudah mengikuti Kristus bertahun-tahun lamanya. Baik oleh karena kecewa, atau … merasa dikecewakan! Sesuatu yang tampak lumrah sekali terjadi di akhir zaman ini!</p>
<p>Terus terang saja, seperti mereka, saya juga tidak <em>immune</em> dari hal-hal seperti itu! Tetapi kendatipun demikian saya selalu memegang erat-erat janji-janji firman Tuhan, pada saat-saat genting di mana saya membutuhkan kekuatan-Nya. Firman yang tidak berubah sampai selama-lamanya, yang memberi jaminan teguh kepada kita, jika kita benar-benar <strong><em>bersandar </em></strong>kepada-Nya!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1341" title="KasihKarunia" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/kasihkarunia.jpg?w=113&#038;h=91" alt="KasihKarunia" width="113" height="91" />Saya percaya sekali akan ayat yang mempunyai arti amat penting ini: <em>“</em><em>Jadi apabila <strong>Anak itu memerdekakan</strong> kamu, kamupun <strong>benar-benar merdeka</strong>.”</em> (Yohanes 8:36) Demikian juga ayat yang ditulis oleh rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di <strong><em>Filipi</em></strong>: <em>“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu <strong>Ia</strong>, yang <strong>memulai pekerjaan yang baik </strong>di antara kamu, akan <strong>meneruskannya sampai pada akhirnya</strong> pada hari Kristus Yesus.”</em> (Filipi 1:6) Dan ayat yang ditulis olehnya khusus untuk memberikan kepastian kepada jemaat di <strong><em>Tesalonika</em></strong>: <em>“<strong>Ia</strong> yang memanggil kamu<strong> adalah setia</strong>, <strong>Ia juga akan menggenapinya</strong>.”</em> (1 Tesalonika 5:24)</p>
<p>Tetapi kendatipun demikian, saya juga tidak mau mengabaikan firman Tuhan yang menganjurkan kepada kita untuk selalu berjaga-jaga, agar jangan sampai kita terpedaya lagi oleh Iblis, dengan kembali melakukan dosa-dosa yang sama, bahkan &#8230; dosa-dosa yang lebih jahat lagi! (Matius 7:15-23, 25:1-13; Lukas 11:24-26; Wahyu 2-3)</p>
<p>Tentu saja jawaban saya kepada TLK adalah: <em>“Ya, saya masih tetap hidup di dalam Kristus, dan tetap melayani di bidang-bidang yang sudah dipercayakan kepada saya!”</em> Karena memang itulah kenyataan yang sebenarnya.</p>
<p>Selama tahun-tahun yang sudah berlalu dengan pesat ini saya belajar, bahwa:</p>
<p>1. Tuhan selalu memprakarsai persekutuan yang intim dengan umat-Nya. Melalui kuasa Roh Kudus, Ia-lah yang <em>mengetuk</em> pintu hati nurani kita, <em>membisiki</em> dan <em>menasehati</em>, bahkan kadang-kadang <em>memperingati</em> untuk <em>menyadarkan</em> kita dari tindakan-tindakan yang keliru, bahkan tindakan-tindakan dosa. Tetapi biasanya selalu kita acuhkan, karena tidak/belum mengenali suara-Nya. Meskipun demikian, kesabaran-Nya tidak terbatas! Keputusan terakhir selalu ada di tangan kita. Apakah kita mau meresponi gagasan-Nya, … Ia tidak akan memaksakannya! (Yohanes 15:16)</p>
<p>2. Sampai saat ini Tuhan masih terus berbicara, baik melalui firman-Nya maupun langsung di dalam lubuk hati nurani saya. Membimbing, agar saya semakin hari semakin dekat dengan Dia, dan lebih bersandar kepada-Nya. (Ulangan 30:14) Tidak jarang suara-Nya yang lembut itu memberikan perintah-perintah secara spontan, yang sekarang selalu saya tanggapi dengan hati gentar!</p>
<p>3. Kesetiaan setiap orang tua yang bertekun di dalam doa bagi keselamatan hidup anak-anak mereka, demikian juga istri-istri bagi suami-suami mereka, atau kebalikannya, kendatipun harus melalui jangka waktu yang sering kali tak terduga, <strong><em>PASTI</em></strong> akan dikabulkan oleh-Nya! (Matius 21:22) Sudah terbukti melalui kesaksian-kesaksian orang percaya sepanjang masa, bahwa doa-doa mereka mempunyai kuasa yang besar untuk menentukan, bahkan mengubah suasana.</p>
<p>4. Jika kita sudah pernah mengakui-Nya sebagai Tuhan, tetapi meninggalkan-Nya, Ia <strong><em>PASTI</em></strong> akan memberikan kesempatan yang kedua kepada kita! (Lukas 15:11-32) Cara-cara-Nya memanggil setiap orang selalu unik dan berbeda-beda, disesuaikan dengan <em>bakat</em>, <em>bidang</em> atau <em>minat</em> masing-masing. Biasanya kita akan dipakai oleh Tuhan untuk melayani di ladang-Nya menggunakan kombinasi dari ketiga kategori tersebut.</p>
<p>5. Sering kali Tuhan memanggil umat-Nya melalui peristiwa-peristiwa <em>adikodrati</em> bagi mereka yang memiliki iman seperti <strong>Tomas</strong>, seorang rasul yang menolak mempercayai kebangkitan Kristus. Tanpa bukti-bukti yang nyata, ia tidak bisa menerima kebenaran itu. (Yohanes 20:24-29) Saya harus mengakui dengan terus terang, bahwa sekarang saya sudah takluk sekali akan kuasa-Nya yang dahsyat. Saya sudah tidak berani menyangsikan atau mempertanyakannya lagi!</p>
<p>6. Di hadapan Tuhan tidak ada <em>kuasa-kuasa kegelapan</em> yang bisa bertahan. (Lukas 8:28) Dosa-dosa kita, yang sebenarnya diakibatkan oleh karena kehadiran <em>roh-roh jahat</em> yang menguasai tubuh dan jiwa, serta membelenggu hidup kita, … semua itu akan diusir oleh-Nya! Diri kita akan dibersihkan seluruhnya terlebih dahulu sebelum Ia berkenan memenuhinya!</p>
<p>7. Tiba suatu saat setiap orang yang mengasihi Tuhan mengalami penolakan-penolakan atau ejekan-ejekan, ketika berusaha untuk memuliakan nama-Nya melalui sikap hidup atau pelayanan-pelayanan mereka. (Ibrani 11:36) Tidak jarang hal-hal seperti itu berasal dari kalangan sendiri. (Yohanes 9:28) Ketika saya mengalaminya, Tuhan mengingatkan sikap saya sendiri terhadap umat pilihan-Nya dahulu sebelum saya <em>lahir baru</em>, agar saya bisa memahami tindakan-tindakan mereka. Karena meskipun Ia sudah menyelamatkan hidup saya, hukum <em>tabur-tuai</em> masih tetap berlaku!</p>
<p>8. Roh Kudus bisa mengubah hidup setiap orang, tanpa perkecualian. Kasus yang paling sulit pun tidak menjadi masalah bagi Tuhan. (Kisah Para Rasul 9:1-19a) Jika Ia bisa mengubah hidup saya, saya percaya sekali, semua orang juga bisa mengalaminya. Haleluya!</p>
<p>Mudah sekali untuk diprediksi, bahwa semenjak saat itu saya melayani Tuhan di bidang <em>musik</em>, walaupun hanya secara amatiran saja. Di samping itu bakat saya di bidang <em>menulis</em>, yang sudah lama sekali saya tinggalkan semenjak terjun ke dunia kerja, dibangkitkan kembali oleh-Nya. Kendatipun sering kali merasa tidak mampu, saya menerima tugas-tugas yang Tuhan percayakan dengan sungguh-sungguh. Saya berjanji kepada-Nya, bahwa selain menggunakan bakat-bakat tersebut hanya bagi kemuliaan nama-Nya saja, saya juga memakainya sebagai alat untuk menghimbau <em>kedamaian</em>, <em>kesatuan</em> dan <em>kesejahteraan</em> tubuh Kristus!</p>
<p>Terus terang saja, saya merasa kontribusi yang saya berikan di ladang Tuhan tidak berarti sama sekali. Tetapi Tuhan selalu mengingatkan dengan membawa saya kembali ke hari yang amat penting di gereja Indonesia itu, di mana Ia memanggil saya menggunakan dua buah lagu hasil karya hamba-hamba-Nya yang setia, yang menciptakannya lebih dari 100 tahun yang lalu! Siapakah yang menduga, bahwa lagu-lagu tersebut bisa <em>menyentuh</em> hati Bapa di sorga, sehingga layak untuk dinyanyikan oleh malaikat-malaikat-Nya?</p>
<p>Saya yakin, baik <strong>Albert Hag Malotte</strong>, pencipta lagu <em>‘<strong>The Lord’s Prayer</strong>’</em>, maupun <strong>John Newton</strong>, penggubah lagu: <em>‘<strong>Amazing Grace</strong>’</em>, tidak akan pernah menduga, bahwa sampai sekarang hasil pelayanan mereka itu bisa membuat <em>impact</em> yang begitu besar di dunia. Bahkan di sorga! Saya adalah saksi mereka, karena saya mendengar dengan jelas sekali kedua lagu tersebut didendangkan dengan indahnya oleh para malaikat sorgawi pada siang hari itu.</p>
<p>Tuhan juga mengajarkan, bahwa pelayanan bukan harus selalu bersifat <em>masal</em>. Ia hanya menuntut kesetiaan kita untuk melakukannya. Ia ingin agar kita mengerjakannya untuk kemuliaan nama-Nya saja, dan bukan dengan agenda-agenda tersembunyi yang mendahulukan kepentingan-kepentingan diri kita sendiri! Selanjutnya, … serahkan kepada Tuhan saja. Karena satu orang berdosa yang bisa diselamatkan oleh karena ketekunan kita melayani di ladang-Nya, akan membuat para malaikat di sorga bersukaria! Seperti yang dinyatakan oleh Yesus sendiri: <em>“</em><em>Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah <strong>karena satu orang berdosa yang bertobat</strong>.”</em> (Lukas 15:10)</p>
<p>Sekarang setelah lebih dari 12 tahun berlalu saya harus mengakui, bahwa saya masih tetap berjuang seperti yang dilukiskan oleh rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi: <em>“</em><em>Bukan seolah-olah <strong>aku telah memperoleh hal ini</strong> atau <strong>telah sempurna</strong>, melainkan <strong>aku mengejarnya</strong>, <strong>kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya</strong>, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: <strong>aku melupakan apa yang telah di belakangku</strong> dan <strong>mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku</strong>, dan <strong>berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah</strong>, yaitu <strong>panggilan sorgawi</strong> dari Allah dalam Kristus Yesus.”</em> (Filipi 3:12-14)</p>
<p>Karena saya tetap mempunyai keinginan seperti dulu, yaitu untuk maju terus di dalam iman dan akhirnya memenangkan pertandingan yang tidak mudah ini, agar jika waktu saya <em>‘tiba’</em>, saya juga bisa menulis seperti dia: <em>“</em><em>Aku telah <strong>mengakhiri pertandingan yang baik</strong>, aku telah <strong>mencapai garis akhir</strong> dan aku telah <strong>memelihara iman</strong>.”</em> (2 Timotius 4:7)</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya. Haleluya!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em><span style="font-weight:normal;">April 1997</span></em><br />
<span style="font-weight:normal;">Diolah kembali: <em>Juni 2009</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1305&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/27/semuanya-adalah-kasih-karunia-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/yesusgembalaku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">YesusGembalaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/kasihkarunia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KasihKarunia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semuanya adalah Kasih Karunia (11)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/20/semuanya-adalah-kasih-karunia-11/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/20/semuanya-adalah-kasih-karunia-11/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 22:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Lahir Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Praise and Worship]]></category>
		<category><![CDATA[Semuanya adalah Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Franky Sihombing]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffrey Rachmat]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Sidney Mohede]]></category>
		<category><![CDATA[True Worshippers]]></category>
		<category><![CDATA[Tylio Lobman]]></category>
		<category><![CDATA[Viona Paays]]></category>
		<category><![CDATA[VOG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian John Adisubrata
 
KEAJAIBAN KEDELAPAN: CIPTAAN YANG BARU
 
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)
Keajaiban ini membuat semua keajaiban yang telah saya alami sebelumnya tampak tidak berarti sama sekali, karena puncak dari panggilan Tuhan kepada setiap umat yang dikasihi-Nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1275&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kesaksian<em> John Adisubrata</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1278" title="LahirBaru" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/lahirbaru.jpg?w=93&#038;h=113" alt="LahirBaru" width="93" height="113" />KEAJAIBAN KEDELAPAN: CIPTAAN <em>YANG</em> <em>BARU</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Jadi siapa yang ada <strong>di dalam Kristus</strong>, <strong>ia adalah ciptaan baru</strong>: <strong>yang lama sudah berlalu</strong>, sesungguhnya <strong>yang baru sudah datang</strong>.” </em>(2 Korintus 5:17)</p>
<p>Keajaiban ini membuat semua keajaiban yang telah saya alami sebelumnya tampak tidak berarti sama sekali, karena puncak dari <em>panggilan</em> Tuhan kepada setiap umat yang dikasihi-Nya digenapi di sini: <strong><em>suatu ciptaan yang baru</em></strong>. Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri saya sesudah peristiwa itu berlalu, amat sukar untuk dicernakan dengan pengertian saya sendiri, bahkan … pengertian orang-orang di sekitar saya.</p>
<p><span id="more-1275"></span>Kendatipun ada yang pada awalnya menolak untuk mempercayai ketulenan kejadian itu, mentertawakan, mengejek, bahkan mengolok-olokkannya, mereka tidak bisa membantah kenyataan, bahwa … peristiwa itu berhasil mengubah sikap hidup saya! Kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak berkenan di hati-Nya, dicabut oleh Tuhan secara instan, diganti dengan kerinduan-kerinduan baru yang sesuai dengan firman-Nya. Sedangkan karakter-karakter yang mendukakan hati-Nya, yang sebenarnya sudah lama mendarah daging di dalam diri saya, diubah secara bertahap. Saya akui, proses perubahan tersebut masih terus berjalan sampai sekarang!</p>
<p>Segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya perhatikan, sebab tampak <em>‘biasa-biasa’ </em>saja, tiba-tiba menjadi berarti sekali bagi saya. Semua ciptaan Tuhan, dari <em>rumput-rumput yang berwarna hijau</em>, <em>bunga-bunga yang beraneka ragam</em>, sampai <em>burung-burung yang berkicauan di udara</em>, semuanya menimbulkan sukacita di dalam hati, karena semenjak saat itu saya menjadi mampu untuk melihat dan mengagumi kebesaran kuasa-Nya. Mengucap syukur untuk hal-hal yang paling kecil pun menjadi suatu kebiasaan yang rutin, karena sekarang saya bisa menghargai berkat-berkat tersebut.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Kasih karunia yang Tuhan anugerahkan kepada saya dengan cuma-cuma, membuat saya semakin <em>jatuh cinta</em> kepada-Nya. Bahwa Ia mengasihi dan mau menyelamatkan hidup saya, adalah suatu hal yang sukar sekali untuk bisa dipahami. Seperti umumnya terjadi pada orang-orang yang mengalami <em>fenomena</em> serupa itu, Ia juga langsung menjadi pusat kehidupan saya, <strong><em>nomor satu</em></strong> dan di atas segala-galanya! Istri dan anak saya bisa segera menikmati benefitnya, karena keharmonisan hidup kami sekeluarga menjadi semakin bertambah maksimal.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1277" title="Yesus_Salib" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/yesus_salib.jpg?w=136&#038;h=93" alt="Yesus_Salib" width="136" height="93" />Semenjak saat itu, jika saya mendengar nama Yesus disebut, atau membaca lagi kisah tentang penyaliban-Nya, entah mengapa, … lubuk hati saya menjadi <em>tergetar</em> secara ajaib sekali. Tiba-tiba penderitaan yang dilalui oleh-Nya di bukit <strong><em>Golgota</em></strong> lebih dari 2000 tahun yang lalu menjadi relevan sekali bagi saya. Seolah-olah semua itu harus diderita oleh-Nya hanya untuk menyelamatkan diri saya!</p>
<p>Karena semenjak hari <em>Minggu</em> tanggal <em>30 Maret 1997</em>, kira-kira jam <em>2.30 siang</em>, seperti televisi yang baru pertama kali dipasang menggunakan sebuah <em>antenna</em> agar bisa menangkap gelombang-gelombang acara TV dengan jelas, Roh Kudus telah membantu memberikan kemampuan kepada saya untuk memahami kehendak Bapa di sorga.</p>
<p>Isi firman Tuhan yang dahulu tampak sukar untuk dimengerti, mendadak menjadi seperti aliran <em>sungai kehidupan</em> yang berarti sekali bagi saya. Saya menjadi lapar dan haus akan firman-Nya! Pengertian isi kitab <strong><em>Wahyu</em></strong> yang sebelumnya tidak pernah menarik perhatian saya, dibukakan oleh-Nya secara ajaib sekali. Seolah-olah Tuhan hendak memperingatkan, bahwa saat kedatangan-Nya kembali untuk menjemput umat yang dikasihi oleh-Nya sudah dekat sekali!</p>
<p>Kalau sebelumnya saya selalu mempunyai pandangan yang amat toleran tentang setiap agama di dunia, karena mereka memang sama baiknya, pendirian itu sekarang menjadi berubah. Tanpa ingin mengurangi rasa hormat kepada agama-agama lainnya, saya harus mengakui dengan jujur, bahwa mulai saat itu saya bisa melihat, bahwa Tuhan Yesus berbeda sekali dengan tokoh-tokoh pendiri agama-agama tersebut. Apabila mereka hendak menunjukkan <em>jalan kebenaran</em> kepada para pengikutnya, mereka berkata: <em>“Itulah jalan yang harus engkau ikuti, …”</em> Mereka selalu menunjuk ke arah yang lain, bukan diri mereka sendiri.</p>
<p>Tetapi ketika Tuhan Yesus berkata: <em>“Akulah <strong>jalan</strong> dan <strong>kebenaran</strong> dan <strong>hidup</strong>. <strong>Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa</strong>, <strong>kalau tidak melalui Aku</strong>.” </em>(Yohanes 14:6), Ia menunjuk diri-Nya sendiri. Sebab memang benar, hanya <strong>Yesus</strong>-lah <strong><em>satu-satunya</em></strong> <em>Jalan</em>, <em>Kebenaran</em> dan <em>Hidup</em>!</p>
<p>Salah satu perubahan lain yang juga tampak nyata sekali setelah peristiwa itu terjadi, adalah ketabahan saya untuk memproklamirkan kepada umum, bahwa saya adalah seorang pengikut Kristus yang mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh. Berbeda sekali dengan dulu saat saya mengaku beragama Kristen, tetapi merasa jengkel terhadap pengikut-pengikut-Nya yang <em>‘fanatik’</em>, yang tanpa merasa ragu atau malu memuliakan nama-Nya di depan umum!</p>
<p>Seakan-akan memiliki <em>api</em> yang berkobar-kobar di dalam hati, saya merasa terdorong untuk selalu menjadi saksi-Nya, untuk menceriterakan <em>kebesaran kasih karunia Tuhan</em> dan <em>kebenaran firman-Nya</em> kepada orang-orang yang belum mengenal Dia. Nabi <strong>Yesaya</strong> menulis: <em>“umat yang telah Kubentuk bagi-Ku <strong>akan memberitakan kemasyhuran-Ku</strong>.”</em> (Yesaya 43:21)</p>
<p>Selain itu, sebagai pengganti <em>hobby</em> saya di bidang musik <em>pop</em> dan <em>rock</em>, Roh Kudus memberikan jenis-jenis musik yang jauh lebih indah, yang sekarang bisa saya mengerti makna dan tujuannya. Lagu-lagu <strong><em>praise and worship</em></strong> untuk <em>memuliakan</em>, <em>memuji</em> dan <em>menyembah</em> Tuhan! Irama lagu-lagu tersebut berkumandang di dalam hati saya, pada saat saya memerlukannya, untuk menguatkan iman dan membangkitkan sukacita. Karena melalui hal itu saya tahu, Dia akan selalu menyertai saya di mana pun saya berada.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1274" title="FrankySihombing" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/frankysihombing1.jpg?w=121&#038;h=91" alt="FrankySihombing" width="121" height="91" />Kaset-kaset yang dibeli oleh istri saya di malam KKR tersebut menjadi salah satu dari koleksi lagu-lagu rohani yang paling saya gemari. Itulah <em>hobby</em> saya yang terakhir! Lagu <em>‘<strong>Penyembah yang Benar</strong>’</em>, karya Franky Sihombing, menjadi salah satu dari lagu-lagu rohani kesayangan saya, yang selalu mengingatkan pentingnya hari pertobatan saya itu.</p>
<p>Kasih karunia Tuhan sungguh luar biasa! Kendatipun pada mulanya saya membangkang untuk pergi menghadap Dia ketika acara <em>altar call</em> di gereja Indonesia tersebut, bahkan menolak untuk menyerahkan diri saya kepada-Nya, Ia … <strong><em>Raja</em></strong><em> di atas segala raja, <strong>Tuhan</strong> di atas segala tuhan</em>, bersedia untuk datang menghampiri, menjamah dan mengubah sikap hidup saya, bahkan memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi<em> </em>salah seorang dari saksi-saksi-Nya yang hidup di akhir zaman. Sungguh suatu kehormatan yang luar biasa!</p>
<p>Saya tidak pernah menyadari sebelumnya, bahwa Alkitab penuh dengan kejadian-kejadian serupa yang membuktikan kasih karunia-Nya yang luar biasa itu. Di antaranya, &#8230; yang paling nyata, ialah teladan-teladan yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus sepanjang masa pelayanan-Nya yang singkat di dunia, di mana Ia justru pergi menghampiri orang-orang yang tidak layak, yang tidak berharga, memanggil dan menjadikan mereka pengikut-pengikut-Nya yang setia.</p>
<p>Saya bersyukur dan berterima kasih sekali atas kesempatan yang indah itu, yang sudah dianugerahkan kepada saya. Saya tahu, apa pun yang akan saya lakukan untuk-Nya mulai saat itu, tidak akan pernah bisa membalas berkat kasih karunia tersebut.</p>
<p>Sekarang saya menyadari, bahwa di dalam hidup ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Saya yakin, para artis <em>VOG</em> maupun <em>The True Worshippers</em> tidak akan pernah mengetahui kisah pertobatan saya ini, yang bisa terjadi hanya oleh karena pelayanan mereka di kota Brisbane malam itu. Kecuali &#8230; jika mereka mendapat kesempatan untuk membaca kesaksian ini. Saya berterima kasih sekali atas kesediaan mereka datang ke kota kami, sehingga oleh karenanya saya bisa dipertemukan kembali dengan Pencipta saya, Allah Bapa di sorga.</p>
<p>Dan saya juga menyadari, bahwa hal-hal yang sama mungkin <em>akan</em> terjadi di dalam pelayanan saya sendiri. Tanpa saya ketahui, ada tindakan-tindakan saya yang bisa mempengaruhi kehidupan orang-orang lain. Saya memohon kepada Tuhan, agar pengaruh-pengaruh itu selalu bersifat positif, yang memuliakan nama-Nya, seperti yang sudah berhasil dilakukan oleh kedua grup pemusik dari Indonesia tersebut di dalam kehidupan saya.</p>
<p>Mungkin kalimat berikut ini akan menimbulkan kesan <em>‘selfish’</em> di pihak saya. Oleh karena itu sebelumnya saya memohon maaf. Tetapi saya merasa yakin sekali, bahwa hari <strong><em>Minggu</em></strong> itu, tanggal <strong><em>30 Maret 1997</em></strong>, adalah hari yang telah diadakan oleh Tuhan <em>khusus</em> untuk saya.</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya! Haleluya!</p>
<p><em>“</em><em>Karena kita ini <strong>buatan Allah</strong>, <strong>diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik</strong>, yang <strong>dipersiapkan Allah sebelumnya</strong>. Ia mau, supaya <strong>kita hidup di dalamnya</strong>.” </em>(Efesus 2:10)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<h3 style="font-size:1.17em;"><span lang="EN-AU">SEMUANYA ADALAH <em>KASIH KARUNIA</em> (12)<br />
</span><span lang="EN-AU"><span style="font-style:normal;">Kesaksian</span> <em>John Adisubrata</em></span></h3>
<p><strong><strong>PENUTUP: <em>“BAGAIMANA SEKARANG?”</em></strong></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1275&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/20/semuanya-adalah-kasih-karunia-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/lahirbaru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">LahirBaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/yesus_salib.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Salib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/frankysihombing1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FrankySihombing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semuanya adalah Kasih Karunia (10)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/13/semuanya-adalah-kasih-karunia-10/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/13/semuanya-adalah-kasih-karunia-10/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 00:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Lahir Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Praise and Worship]]></category>
		<category><![CDATA[Semuanya adalah Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Franky Sihombing]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffrey Rachmat]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Sidney Mohede]]></category>
		<category><![CDATA[True Worshippers]]></category>
		<category><![CDATA[Tylio Lobman]]></category>
		<category><![CDATA[Viona Paays]]></category>
		<category><![CDATA[VOG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1260</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian John Adisubrata
 
KEAJAIBAN KETUJUH: URAPAN-NYA DICURAHKAN
 
“Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.” (Ezra 9:15b)
Kali ini saya tidak mempunyai kuasa lagi untuk mengelak, menghindari, atau menolak, … bahkan melarikan diri dari sensasi yang amat mengherankan tersebut, yang sejam sebelumnya sudah hampir terjadi, tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1260&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kesaksian<em> John Adisubrata</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1262" title="RohKudus" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/rohkudus.jpg?w=125&#038;h=91" alt="RohKudus" width="125" height="91" />KEAJAIBAN KETUJUH: <em>URAPAN</em>-NYA DICURAHKAN</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Lihatlah, <strong>kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami</strong>. Bahwasanya, dalam keadaan demikian <strong>tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu</strong>.” </em>(Ezra 9:15b)</p>
<p>Kali ini saya tidak mempunyai kuasa lagi untuk <em>mengelak</em>, <em>menghindari</em>, atau <em>menolak</em>, … bahkan <em>melarikan diri</em> dari <em>sensasi</em> yang amat mengherankan tersebut, yang sejam sebelumnya sudah hampir terjadi, tetapi berhasil saya gagalkan!</p>
<p><span id="more-1260"></span><img class="alignleft size-full wp-image-1263" title="MBA1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/mba11.jpg?w=92&#038;h=96" alt="MBA1" width="92" height="96" />Saya merasa <em>terkejut</em> sekali, … <em>tertegun</em>, <em>bingung</em>, dan entah apa lagi, … tidak ada kata-kata yang tepat, yang bisa menjelaskan segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam hati dan diri saya siang hari itu. Saya merasa pribadi saya mendadak mengempis, … menjadi kecil sekali, tidak berarti, dan mulai hancur luluh berkeping-keping di hadapan <em>‘<strong>SESEORANG</strong> <strong>yang amat luar biasa dahsyatnya</strong>’</em>, yang tidak saya kenal dan tidak pernah saya ketahui sebelumnya!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1264" title="MBA2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/mba2.jpg?w=130&#038;h=93" alt="MBA2" width="130" height="93" />Akibatnya … tanpa bisa menahannya lagi, seperti ada <em>kuasa</em> yang mendorong tubuh saya ke belakang, saya terpelanting jatuh di atas tempat duduk di belakang saya dengan tubuh yang mengejang. Perlu ditekankan di sini, Tylio sama sekali tidak menjamah kepala saya, atau bagian-bagian tubuh saya yang lain!</p>
<p>Air mata saya mengalir keluar, bercucuran tak terkendalikan. Antara sadar dan tidak sadar, tiba-tiba saya merasakan suatu aliran listrik bervoltasi tinggi sekali, yang entah … berasal dari mana, menembus masuk ke dalam tubuh melalui bagian atas kepala saya. Aliran listrik yang bergetar dengan dahsyatnya di dalam diri saya tersebut langsung menyebar ke seluruh bagian-bagian tubuh saya yang lain.</p>
<p>Saya ingat sekali, bahwa pada saat yang bersamaan saya melihat seakan-akan ada suatu <strong><em>sinar amat terang</em></strong>, yang entah … saya bisa menatapnya menggunakan kedua mata saya yang sedang <em>tertutup rapat</em>, atau sinar itu terlihat oleh <em>mata hati</em> saya yang mendadak menjadi <em>terbuka lebar</em>!</p>
<p>Sementara saya masih tetap bisa mendengarkan alunan lagu <em>Amazing Grace</em> terus dinyanyikan oleh Tylio, saya juga mendengar suara orang-orang lain yang tiba-tiba datang mengerumuni diri saya dari berbagai jurusan di dalam ruangan tersebut. Mereka mengeluarkan suara-suara aneh yang tidak pernah saya dengar sebelumnya.</p>
<p>Dari ubun-ubun kepala, saya terus merasakan arus aliran listrik bervoltasi tinggi itu tak henti-hentinya masuk, memenuhi seluruh tubuh saya dengan dahsyatnya.</p>
<p>Oleh karena kebingungan, saya berusaha untuk mencari sesuatu yang bisa saya pegang. Tetapi upaya itu ternyata gagal, sebab kedua lengan saya sudah menjadi kaku sekali! Lalu saya berusaha untuk menggenggamkan kedua tangan saya. Usaha itu pun tidak berhasil, karena seperti lengan-lengan saya, kedua tangan saya, terutama jari-jarinya, juga sudah menjadi kejang, dipenuhi oleh arus listrik yang mengalir kian-kemari di dalamnya. Bahkan saya bisa merasakan letikan-letikan <em>api</em> listrik itu berloncatan dari jari-jari tangan kiri saya ke jari-jari tangan yang sebelah kanan, begitu juga kebalikannya.</p>
<p>Perut (<em>belly</em>) saya terasa seolah-olah terbuat dari sebuah metal yang keras, sejenis besi <em>stainless </em>yang melengkung dengan ajaib sekali, dipenuhi oleh arus listrik yang mengalir dan terus-menerus berputar-putar di dalamnya! <em>Sensasi</em> yang sangat luar biasa, … terlalu menakjubkan untuk bisa dilukiskan dengan kata-kata sederhana yang saya ketahui!</p>
<p>Masih teringat dengan jelas sekali, bahwa ketika itu saya sudah tidak mempunyai kemampuan apa-apa lagi untuk berpikir, menggunakan segala kecerdasan akal pikiran saya. Diiringi sedu-sedan yang seolah-olah tersumbat di dalam tenggorokan, penuh keharuan hati saya berusaha mengekspresikan dengan lirih rangkaian kata-kata yang menggambarkan penyesalan hati saya. Karena secara tiba-tiba … saya bisa melihat segala <em>kekurangan</em>-<em>kekurangan</em>, bahkan <em>kejahatan</em>-<em>kejahatan</em> saya, begitu juga <em>tindakan-tindakan dosa</em> yang selama itu telah saya lakukan di luar kesadaran.</p>
<p>Dengan hati hancur-luluh, penuh ketaklukan, saya membisikkan beberapa kali kalimat ini kepada-Nya: <em>“Ampunilah dosa-dosaku, oh Tuhan, … ampunilah dosa-dosaku.”</em></p>
<p>Sekarang saya baru mengetahui, bahwa kata-kata tersebut tentu keluar dari hati nurani saya yang terdalam, disertai penyesalan dan pertobatan yang sudah berhasil dikerahkan oleh <em>kasih karunia</em> Tuhan, melalui kuasa Roh Kudus.</p>
<p><em>Sensasi</em> itu berlangsung cukup lama. Istri saya, yang berdiri di sisi kanan saya, masih tetap belum menyadari peristiwa yang sedang saya alami tersebut, … di mana Tuhan sedang berkarya untuk menepati janji-janji-Nya kepada mereka yang dengan setia sudah berdoa bagi keselamatan hidup saya. Ia membuktikan dengan menganugerahkan kepada saya kasih karunia-Nya yang luar biasa, yang tercantum di dalam firman Tuhan, dan yang tidak pernah berubah sampai selama-lamanya!</p>
<p>Pada waktu itu saya benar-benar merasa diliputi oleh <em>kedamaian</em>, <em>sukacita</em> dan <em>kasih sorgawi</em> yang berkelimpahan! Karena kenyataannya, hadirat Tuhan bukan hanya berada di dalam ruang gereja itu saja, tetapi melalui <strong>Roh Kudus-Nya</strong>, Ia<em> </em>juga sudah memenuhi diri saya, seorang berdosa yang amat tidak berharga, tetapi menerima anugerah termulia dari sorga, yaitu <strong><em>kasih karunia yang menakjubkan</em></strong>!</p>
<p><em>“Sebab karena <strong>kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman</strong>; itu <strong>bukan hasil usahamu</strong>, tetapi <strong>pemberian Allah</strong>, itu <strong>bukan hasil pekerjaanmu</strong>: <strong>jangan ada orang yang memegahkan diri</strong>.” </em>(Efesus 2:8-9)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<h3 style="font-size:1.17em;"><span lang="EN-AU">SEMUANYA ADALAH <em>KASIH KARUNIA</em> (11)<br />
</span><span lang="EN-AU"><span style="font-style:normal;">Kesaksian</span> <em>John Adisubrata</em></span></h3>
<p><strong><strong>KEAJAIBAN KEDELAPAN: CIPTAAN <em>YANG</em> <em>BARU</em></strong></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&blog=5684444&post=1260&subd=johnadisubrata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/06/13/semuanya-adalah-kasih-karunia-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/rohkudus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RohKudus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/mba11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MBA1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2009/06/mba2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MBA2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>