<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kristiani Australiana</title>
	<atom:link href="http://johnadisubrata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://johnadisubrata.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.&#34; (Yohanes 1:5)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 11:16:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='johnadisubrata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kristiani Australiana</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/osd.xml" title="Kristiani Australiana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://johnadisubrata.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kenangan Natal: Dari Mulut Bayi-Bayi</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/12/01/kenangan-natal-dari-mulut-bayi-bayi/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/12/01/kenangan-natal-dari-mulut-bayi-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 20:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1669</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata ‘Kata Yesus kepada mereka: “…; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” (Matius 21:16b) Awal peristiwa Natal dikisahkan di dalam Injil Lukas seperti ini: ‘Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1669&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong> <strong></strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1661" title="Bayi" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/bayi1.jpg?w=500" alt=""   />‘Kata Yesus kepada mereka: “…; belum pernahkah kamu baca: Dari <strong>mulut bayi-bayi</strong> dan <strong>anak-anak yang menyusu</strong> Engkau telah menyediakan puji-pujian?”</em> (Matius 21:16b)</p>
<p>Awal peristiwa <strong><em>Natal</em></strong> dikisahkan di dalam <strong><em>Injil</em></strong><em> <strong>Lukas</strong></em> seperti ini: <em>‘Di daerah itu ada <strong>gembala-gembala</strong> yang tinggal di </em><em>padang</em><em> menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang <strong>malaikat</strong> <strong>Tuhan</strong> di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: <strong>Hari ini telah lahir bagimu</strong> <strong>Juruselamat</strong>, yaitu <strong>Kristus</strong>, <strong>Tuhan</strong>, di </em><em>kota</em><em> <strong>Daud</strong>. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”</em> (Lukas 2:8-12)</p>
<p><span id="more-1669"></span>Apakah Anda pernah mempertanyakan, mengapa <em>malaikat Tuhan</em> diutus untuk menyampaikan berita kelahiran <strong>Kristus</strong> pertama-tama kepada sekelompok <em>gembala</em>, orang-orang yang pada masa itu dianggap mempunyai kedudukan paling rendah di tangga sosial masyarakat <strong><em>Yahudi</em></strong>? Mengapa <strong>Tuhan</strong> tidak mengutus dia kepada orang-orang yang terpandang saja, … orang-orang yang berpendidikan dan yang berkedudukan tinggi? Perhatikanlah kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, jika mereka yang dipilih untuk mendengarkan <em>kabar gembira</em> itu untuk pertama kalinya:</p>
<p><strong>Para</strong><strong> <em>pemimpin gereja</em></strong> – Mereka akan memeriksa terlebih dahulu catatan-catatan buku doktrin agama sebelum mengadakan rapat darurat bersama badan-badan pengurus denominasi setempat untuk memperdebatkan kemungkinan asli palsunya berita tersebut.</p>
<p><strong>Para</strong><strong> <em>kepala eksekutif bisnis</em></strong> (<strong><em>CEO</em></strong>) – Mereka akan memeriksa <em>diary</em> mereka terlebih dahulu untuk menentukan, apakah di tengah-tengah kesibukan kerja, mereka masih mempunyai waktu luang untuk menerima kedatangannya dan mendengarkan berita tersebut?</p>
<p><strong>Para</strong><strong> <em>pengusaha</em></strong> – Karena tahu bahwa kabar itu sudah dinubuatkan beribu-ribu tahun sebelumnya, mereka akan mendahulukan di atas segalanya produksi dan profit penjualan barang-barang <em>souvenir</em> klenak-klenik untuk merayakan dan memperingati hari bersejarah itu.</p>
<p><strong>Para</strong><strong> <em>selebriti</em></strong> – Tentu mereka mau memastikan terlebih dahulu, apakah ada orang-orang yang sedang menyorot mereka? Apakah gara-gara berita itu mereka bisa menjadi lebih dikenal dan populer?</p>
<p><strong></strong>Melihat beberapa skenario fiksi di atas yang terbukti sampai sekarang masih relevan dan mungkin sekali terjadi, tidaklah mengherankan Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk menyampaikan berita terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia kepada orang-orang yang tidak mempunyai alasan untuk mencari keuntungannya sendiri, yang tidak mendahulukan reputasi mereka di atas segalanya, dan yang tidak menggunakannya sebagai kesempatan terbaik untuk <em>‘naik daun’</em>. Tuhan memilih para gembala di padang, oleh karena kesederhanaan hidup, kerendahan hati dan keterbukaan pikiran mereka, dan terutama … oleh karena mereka mempunyai iman yang amat bersahaja, yang serupa dengan iman<em> anak-anak kecil</em>.</p>
<p>Apabila kita memeriksa ketiga Injil yang ditulis oleh <strong>Matius</strong>, <strong>Markus</strong> dan <strong>Lukas</strong>, dikatakan di sana bahwa <strong>Yesus</strong> mengagumi iman anak-anak kecil, karena kesediaan mereka untuk menerima kebenaran <em>firman Tuhan</em> tanpa argumentasi, tanpa menggunakan logika-logika dunia yang selalu mengharapkan bukti-buktinya terlebih dahulu. Ketika harus menanggapi pertanyaan murid-murid-Nya mengenai siapakah yang terbesar dalam <em>Kerajaan Sorga</em>, Ia menjawab, umat yang mempunyai iman seperti anak-anak kecil itulah! (Matius 18:1-5)</p>
<p>Bahkan <em>alkitab</em> menyatakan, dari <em>mulut bayi-bayi</em> dan <em>anak-anak yang menyusu</em> Tuhan telah … <strong><em>meletakkan dasar kekuatan</em></strong> (Mazmur 8:3), dan juga … <strong><em>menyediakan puji-pujian</em></strong> (Matius 21:16). Memang sulit sekali untuk mencernakan maksud raja <strong>Daud</strong> di <strong><em>Mazmur</em></strong><em> 8</em> tersebut yang kemudian dikutip oleh Yesus kira-kira 1000 tahun kemudian ketika Ia ditegur oleh <em>para imam kepala</em> dan <em>ahli-ahli Taurat</em> di dalam <em>Bait Allah</em> kota <strong><em>Yerusalem</em></strong>. Apakah benar anak-anak sekecil itu sudah mampu berpikir dan mengekspresikan perasaan mereka? Bukankah <em>tubuh</em> dan <em>jiwa</em> mereka masih belum berkembang? Itulah pendapat manusia pada umumnya. Tetapi menurut firman Tuhan, <strong>Allah</strong> yang adalah <strong><em>Roh</em></strong> mempunyai pandangan yang berbeda sekali! Mungkin kenangan <strong><em>Natal</em></strong> yang pernah saya alami dan yang akan saya ceriterakan di bawah ini bisa mencerahkan sedikit pernyataan Yesus di <strong><em>Matius</em></strong><em> 21</em> tersebut.</p>
<p>Kendatipun tidak mampu membayangkannya secara detil dan akurat, saya ingat akan masa silam di mana saya mendengar dan mengalami Natal untuk pertama kalinya tanpa mengerti makna atau sebab-sebab hari termasyhur itu setiap tahun diperingati dan dirayakan di seluruh dunia.</p>
<p>Semua itu diawali oleh pertemuan kami dengan keluarga yang baru pindah dan menempati rumah sebelah, ketika saya masih berusia kira-kira <em>4</em>/<em>5 </em>tahunan. Oleh karena mereka mempunyai anak-anak yang berumur sebaya dengan kami, secara instan hubungan kami dengan mereka menjadi erat sekali. Keluarga kami mengenal mereka sebagai orang-orang Kristen yang mendidik anak-anaknya sesuai ajaran-ajaran firman Tuhan, … tegas tetapi penuh kasih sayang. Sekalipun saat itu saya belum mengerti maksudnya, saya ingat bahwa kami sekeluarga menjuluki mereka: <em>‘orang-orang Kristen yang fanatik’</em>.</p>
<p>Suatu hari di bulan <em>Desember</em>, anak-anak mereka mengajak saya dan kakak saya main drama sekolah minggu untuk perayaan Natal yang akan diadakan di gereja mereka. Dengan restu orang tua kami yang pada waktu itu masih belum memeluk agama apa-apa, kami mulai ikut latihan setiap hari Minggu siang. Di situlah untuk pertama kalinya sebagai anak kecil yang masih <em>lugu</em> sekali, yang belum mengerti apa-apa, apalagi tentang agama, saya mendengar kisah kelahiran Kristus.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1662" title="Natal" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/natal.jpg?w=500" alt=""   />Sekalipun tampak hanya samar-samar saja, saya ingat bahwa saya memerankan <strong>Balthazar</strong>, orang <strong><em>Majus</em></strong> yang ketiga. Bersama-sama, kami dilatih oleh guru sekolah minggu gereja itu untuk melakukan beberapa adegan kecil di mana kami diharuskan menghafal beberapa kalimat pendek berdasarkan <em>ayat-ayat alkitab</em> dan menyanyikan lagu-lagu Natal, seperti: <em>‘<strong>Hai Mari Berhimpun</strong>’ </em>dan <em>‘<strong>Malam Kudus</strong>’</em>. Meskipun ditampilkan secara amatiran sekali, drama itu mengisahkan berita gembira kelahiran <strong>Sang Juruselamat</strong> <em>persis</em> seperti yang tertulis di dalam alkitab di mana bayi Yesus menjadi pusat penyajiannya, tanpa <em>embel-embel</em> lain yang sudah dilazimkan oleh umum yang sekarang sudah berhasil menyelewengkan kebenaran makna hari bersejarah itu.</p>
<p>Malam itu jelas sekali <em>‘<strong>sesuatu</strong>’</em> yang <em>supranatural</em> telah terjadi pada diri saya seperti perkataan Yesus sendiri: <em>“Dari <strong>mulut bayi-bayi</strong> dan <strong>anak-anak yang menyusu</strong> Engkau telah menyediakan puji-pujian.”</em> Karena saya yang sebelumnya tidak tahu siapakah <em>Tuhan</em>, <em>bayi Yesus</em>, <em>malaikat sorgawi</em>, <em>orang-orang majus</em>, <em>para gembala di padang</em>, <strong>Yusuf</strong> atau <strong>Maria</strong>, bahkan raja <strong>Herodes</strong> dan lain sebagainya, sudah <em>‘dipilih’</em> untuk ikut membagikan kabar gembira itu melalui acara drama di mana kami bersama sejumlah besar <em>bala tentara sorga <strong>memuji</strong></em> dan <strong><em>menyembah</em></strong> Tuhan: <em>“<strong>Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi</strong> dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”</em> (Lukas 2:14)</p>
<p>Sesudah <em>lahir baru</em> saya menyadari, bahwa <em>“firman yang keluar dari mulut Allah<strong> tidak akan kembali lagi kepada-Nya dengan sia-sia</strong>, tetapi <strong>akan melaksanakan apa yang Ia kehendaki</strong>, dan <strong>akan berhasil dengan segala sesuatu yang diperintahkan oleh-Nya</strong>.”</em> (Yesaya 55:11) Ternyata taburan benih-benih firman yang diam-diam sudah <em>menerobos</em> masuk, <em>tertanam </em>dan<em> bersemi </em>di dalam hati melalui kegiatan Natal tersebut, tidak pernah meninggalkan saya lagi. Itulah bukti kebenaran kasih karunia Tuhan!</p>
<p>Mengenangnya kembali, sering kali saya bersyukur bahwa Ia telah mengirim keluarga kristiani yang begitu saleh untuk menjadi tetangga kami, … keluarga yang sekalipun awalnya kami cap <em>aneh</em> dan <em>fanatik</em>, tetapi berhasil memperkenalkan makna Natal yang sejati kepada saya dan kakak saya pada saat kami berdua masih mempunyai <em>hati </em>serta<em> iman</em> yang <em>murni sekali</em>, … <em>iman</em> <em>bayi-bayi</em> dan <em>anak-anak yang menyusu</em>. Saya juga mengucap syukur kepada Tuhan, karena ternyata berpuluh-puluh tahun sesudahnya, sesuai rencana-Nya, saya diberi kehormatan untuk menggabungkan diri dan menjadi anggota keluarga besar mereka!</p>
<p>Saya berdoa, agar <em>iman sederhana</em> yang sudah mengawali semua itu tetap saya miliki seumur hidup sampai saat terakhir di mana saya bisa membuktikan kebenarannya. Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya. Haleluya!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>Desember 2012</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1669&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/12/01/kenangan-natal-dari-mulut-bayi-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/bayi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bayi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/natal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Natal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup yang ‘Diberkati’ (4)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/17/hidup-yang-diberkati-4/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/17/hidup-yang-diberkati-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 13:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup yang Diberkati]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Injil Kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1654</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata BERKAT-BERKAT SORGAWI “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32) Saya menyadari, bahwa mengenai berkat, setiap orang, baik masyarakat sekuler maupun umat kristiani, mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Oleh karena itu saya juga selalu berusaha untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1654&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1655" title="BerkatSorgawi" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/berkatsorgawi.jpg?w=500" alt=""   />BERKAT-BERKAT</em></strong><strong> SORGAWI</strong></p>
<p><em>“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, <strong>bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia</strong>?”</em> (Roma 8:32)</p>
<p>Saya menyadari, bahwa mengenai <em>berkat</em>, setiap orang, baik masyarakat <em>sekuler</em> maupun umat kristiani, mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Oleh karena itu saya juga selalu berusaha untuk menghargai pandangan orang-orang lain, selama pandangan itu tidak menyelewengkan isi firman Tuhan, atau merugikan kehidupan umat yang lain.</p>
<p><span id="more-1654"></span>Mengawali persiapan untuk menulis artikel ini, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saya mengunjungi situs <em>Dictionary.com</em> untuk mempelajari kata berkat sesuai pandangan umum. (<em>lihat: <a title="Hidup yang Diberkati (1)" href="https://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/21/hidup-yang-%E2%80%98diberkati%E2%80%99-1/" target="_blank"><strong>Hidup yang Diberkati &#8211; Bab 1</strong></a></em>) Selain itu saya juga mencoba mempelajari makna kata tersebut dari sudut pandangan masyarakat kristiani sendiri. Karena ingin mengetahui datanya, menggunakan <em>search engine <strong>Alkitab SABDA</strong></em> <strong><em>Online</em></strong>, saya berusaha menemukan jumlah kata <em>berkat</em> yang tercantum di dalam alkitab berbahasa <strong><em>Indonesia</em></strong>. Menurut keterangan situs itu kata tersebut tampil sebanyak <strong><em>278</em></strong> kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, baik yang dipergunakan sebagai <em>kata kerja transitif</em>, <em>kata sifat</em>,<em> </em>maupun <em>kata benda</em>.</p>
<p><em>Berkat</em> di dalam Perjanjian Lama berasal dari kata <strong><em>Ibrani</em></strong>: <em>‘<strong>berakha</strong>’</em> yang mempunyai arti:<em> karunia benda</em> (<em>material</em>), <em>lawan dari kata ‘kutuk’</em>, dan <em>pemberkatan</em>. Sedangkan di dalam Perjanjian Baru kata itu berasal dari kata <strong><em>Yunani</em></strong>: <em>‘<strong>eulogia</strong>’</em> yang berarti: <em>terakhir</em>, <em>karunia rohani yang didatangkan oleh Injil</em>, <em>karunia material</em>, dan juga <em>kemewahan</em>.</p>
<p>Ternyata kata <em>berkat</em> tampil untuk pertama kalinya di awal kitab Kejadian, ketika <strong>Allah</strong> sedang memperhatikan ciptaan-Nya di hari yang kelima: <em>‘Lalu Allah <strong>memberkati</strong> semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”</em> (Kejadian 1:22) Dan untuk terakhir kalinya kata itu tercantum di dalam surat <strong>Petrus</strong> yang pertama: <em>“</em><em>…, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu <strong>memberkati</strong>, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh <strong>berkat</strong>. Sebab: …”</em> (1 Petrus 3:9b)</p>
<p>Melalui referensi-referensi di atas, terbukti bahwa <em>berkat</em> memang dianugerahkan oleh Tuhan kepada segenap ciptaan-Nya. Umat manusia tak terkecualikan, baik yang ingin diselamatkan, maupun yang menolaknya! Yesus meneguhkan hal itu saat berkhotbah di atas bukit: <em>“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang <strong>menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar</strong>.”</em> (Matius 5:45)</p>
<p>Jadi segala sesuatu yang dari awalnya diciptakan oleh Bapa di sorga, … dunia dan segala isinya, adalah <em>berkat-berkat </em>yang menjadi hak semua orang untuk dinikmati. Oleh karena itu mudah sekali untuk memahami perasaan wanita di pertemuan <em>selgrup</em> kami yang menjadi tersinggung ketika ditantang untuk menjadi pengikut Kristus. (<em>lihat: <a title="Hidup yang Diberkati (1)" href="https://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/21/hidup-yang-%E2%80%98diberkati%E2%80%99-1/" target="_blank"><strong>Hidup yang Diberkati – Bab 1</strong></a></em>)</p>
<p>Padahal sesuai terjemahan kata-kata <em>berakha </em>dan <em>eulogia</em>, <em>berkat</em> sebenarnya mempunyai arti yang jauh lebih luas, yang tidak terbatas pada hal-hal duniawi saja. Raja Salomo menulis amsal berdasarkan pengalamannya sendiri: <em>“<strong>Memperoleh hikmat</strong> sungguh jauh melebihi <strong>memperoleh emas</strong>, dan <strong>mendapat pengertian</strong> jauh lebih berharga dari pada <strong>mendapat perak</strong>.”</em> (Amsal 16:16) Sedangkan nabi <strong>Yesaya</strong> menubuatkan: <em>“Masa keamanan akan tiba bagimu; <strong>kekayaan yang menyelamatkan</strong> ialah <strong>hikmat</strong> dan <strong>pengetahuan</strong>; <strong>takut akan TUHAN</strong>, <strong>itulah harta benda Sion</strong>.”</em> (Yesaya 33:6)</p>
<p>Di dalam surat yang ditujukan kepada jemaat di <strong><em>Efesus</em></strong>, rasul Paulus menulis: <em>“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala <strong>berkat rohani di dalam sorga</strong>.”</em> (Efesus 1:3) Dan inilah <strong><em>berkat terpenting</em></strong> yang berhasil mengubah arah sejarah dunia: <em>“Karena begitu besar <strong>kasih Allah</strong> akan dunia ini, sehingga <strong>Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal</strong>, supaya <strong>setiap orang yang percaya kepada-Nya</strong> <strong>tidak binasa</strong>, melainkan <strong>beroleh hidup yang kekal</strong>.”</em> (Yohanes 3:16)</p>
<p>Memang bagi masyarakat Kristen yang mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, janji-janji berkat <em>‘keselamatan’ </em>dan<em> ‘hidup yang kekal’</em> cukup memberikan dampak sukacita yang optimal. Karena bagi mereka, berkat itulah yang terpenting, yang membuat berkat-berkat lainnya tampak pudar dan tak berarti sama sekali. Orang-orang yang pernah mengalami <em>fenomena kelahiran baru</em> tentu bisa memahami hal tersebut.</p>
<p>Tetapi, &#8230; apakah itu berarti bahwa orang-orang kristiani tidak berhak untuk mengingini berkat-berkat lain ciptaan Tuhan yang sudah dikaruniakan kepada mereka? Tentu saja tidak! Lagi pula, siapakah yang tidak mau hidup <em>enak</em>, <em>makmur</em>, <em>sehat</em> dan <em>kaya raya</em>? Saya yakin semua orang mau, &#8230; saya tak terkecualikan! Hanya motif-motif setiap orang saja yang akan membedakan <em>sebab</em>, <em>hasil</em> dan <em>akibatnya</em>!</p>
<p>Bertentangan dengan ajaran Injil Kemakmuran, menurut kitab <strong><em>Ulangan</em></strong> 28:1-14, berkat (<em>berakha</em>) tidak dianugerahkan begitu saja, tetapi selalu disertai oleh syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh mereka yang menghendakinya. Perhatikanlah potongan ayat-ayat yang mengandung kata-kata <em>‘<strong>jika</strong>’</em> dan <em>‘<strong>apabila</strong>’</em> ini: <em>“</em><em>Jika engkau baik-baik <strong>mendengarkan suara TUHAN</strong>, Allahmu dan <strong>melakukan dengan setia segala perintah-Nya</strong> yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, …”</em> (ayat 1a); <em>“… , jika engkau <strong>mendengarkan suara TUHAN</strong>, Allahmu: …”</em> (ayat 2b); <em>“…, jika engkau <strong>berpegang pada perintah TUHAN</strong>, Allahmu, dan <strong>hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya</strong>.”</em> (ayat 9b) dan <em>“…, dan apabila engkau <strong>tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan</strong> kepadamu pada hari ini, dengan <strong>mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya</strong>.”</em> (ayat 14)</p>
<p>Apabila semua itu sudah dilakukan oleh mereka, <em>‘<strong>maka</strong>’</em>: <em>“Segala <strong>berkat</strong></em> <em>(<strong>berakha</strong>)<strong> ini akan datang kepadamu</strong> dan <strong>menjadi bagianmu</strong>.”</em> (ayat 2a) Termasuk di dalamnya: <em>Berkat untuk segala sesuatu yang kita lakukan</em>; <em>berkat untuk keluarga</em>, <em>pekerjaan</em> dan <em>seluruh harta milik kita</em>; <em>berkat kemenangan atas lawan-lawan kita</em>; <em>bekat sebagai umat pilihan Allah</em>. (Ulangan 28:1-14)</p>
<p>Biasanya umat Tuhan selalu mengharapkan berkat-berkat yang luar biasa. Tetapi mereka tidak mau tahu akan syarat-syaratnya. Karena memang berkat-berkat yang radikal dan luar biasa datang dari sikap berserah yang radikal dan luar biasa juga. Kemauan untuk menuruti kehendak Tuhan berdasarkan <em>hikmat</em>, baik yang dinyatakan melalui firman-Nya maupun yang dibisikkan di dalam hati kita, pasti akan memberi berkat kemampuan adikodrati, apabila kita bersedia untuk melakukannya. Sikap yang taat itulah yang menyebabkan berkat-berkat Tuhan dicurahkan kepada kita. Kitab Amsal melukiskan kehidupan orang-orang yang memiliki hikmat: <em>“<strong>Umur panjang</strong> ada di tangan kanannya, di tangan kirinya <strong>kekayaan</strong> dan <strong>kehormatan</strong>.” </em>(Amsal 3:16)</p>
<p>Oleh karena itu alkitab selalu memperingatkan umat Tuhan untuk tidak mementingkan harta kekayaan, apalagi mengejarnya. Dianjurkan di sana agar orang-orang percaya, khususnya para pemuka gereja harus bebas dari mencintai uang. (1 Timotius 3:1-3) Iman sebesar biji sesawi tidak dikaruniakan kepada kita untuk <em>‘mengimani’</em> kekayaan dan kemakmuran hidup, melainkan untuk selalu percaya dan berserah kepada-Nya, karena tahu bahwa Ia tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita! Surat <strong><em>Ibrani</em></strong> memperingatkan: <em>‘</em><strong><em>Janganlah kamu menjadi</em></strong><em> <strong>hamba uang</strong> dan <strong>cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu</strong>. Karena Allah telah berfirman: “<strong>Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau</strong>.”</em> (Ibrani 13:5)</p>
<p>Bagi umat kristiani, <strong><em>Mazmur</em></strong> <strong>Daud</strong> inilah yang mencerminkan kehidupan mereka yang sejati: <em>“<strong>TUHAN adalah gembalaku</strong>, <strong>takkan kekurangan aku</strong>. <strong>Ia membaringkan</strong> <strong>aku</strong> di padang yang berumput hijau, <strong>Ia membimbing aku</strong> ke air yang tenang; <strong>Ia menyegarkan jiwaku</strong>. <strong>Ia menuntun aku</strong> di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. <strong>Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman</strong>, aku tidak takut bahaya, sebab <strong>Engkau besertaku</strong>; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. <strong>Engkau menyediakan hidangan bagiku</strong>, di hadapan lawanku; <strong>Engkau mengurapi kepalaku</strong> dengan minyak; pialaku penuh melimpah. <strong>Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku</strong>, <strong>seumur hidupku</strong>; dan <strong>aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa</strong>.”</em> (Mazmur 23)</p>
<p>Mazmur tersebut membuktikan, bahwa kendatipun raja Daud, seorang yang dipilih dan berkenan di hati Tuhan (1 Samuel 16:13; Kisah Para Rasul 13:22), tahu bahwa ia selalu berada di dalam pemeliharaan-Nya, ternyata seperti umat Tuhan lainnya, ia juga tidak kebal terhadap kesulitan atau tantangan-tantangan hidup. (Mazmur 23:4a) Perlu ditekankan, bahwa tokoh-tokoh alkitab lainnya yang <em>mahamakmur</em> seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Ayub dan raja Salomo, … mereka semua juga harus melewati perjuangan-perjuangan yang serupa! Karena memang tidak ada jaminan bagi orang-orang kristiani untuk selalu hidup <em>makmur</em>, <em>sejahtera</em> dan <em>tanpa masalah</em>. Itu adalah ajaran-ajaran isapan jempol! Yang pasti hanyalah janji-janji Tuhan untuk <strong><em>selalu</em></strong><em> menyertai</em> dan <em>menolong</em> kita di dalam segala keadaan! (Mazmur 23:4b; Matius 28:20)</p>
<p>Tidak bisa disangkal, bahwa di setiap generasi umat kristiani akan selalu ada orang-orang tertentu yang menerima karunia berkat kekayaan yang luar biasa. Seakan-akan kesuksesan hidup tidak mau berhenti mengejar mereka! Tetapi selama mereka menyadari, bahwa semua itu dianugerahkan oleh Tuhan dengan satu tujuan yang mulia, yaitu untuk kebesaran kerajaan dan kemashyuran nama-Nya, dan … bukan untuk memperkaya diri sendiri dengan menyalah-gunakan kepercayaan itu, <strong><em>tujuan</em></strong> karunia tersebut tentu tidak akan sia-sia. Umat Kristen yang sudah menerima kehormatan seperti itu wajib mengingat, bahwa … <strong><em>semua itu adalah milik Tuhan!</em></strong> (1 Korintus 10:26)</p>
<p>Marilah kita bersyukur dengan selalu menyadari berkat-berkat yang sudah kita terima selama ini, agar kita bisa <em>dijadikan</em><strong> <em>berkat</em></strong> oleh Tuhan bagi umat-Nya yang lain, yang sedang membutuhkannya. Terpujilah nama Tuhan untuk selama-lamanya. Haleluya!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>November 2011</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1654&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/17/hidup-yang-diberkati-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/berkatsorgawi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BerkatSorgawi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup yang ‘Diberkati’ (3)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/04/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-3/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/04/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 10:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup yang Diberkati]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Injil Kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata MAKMUR ‘MELAYANI’ “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24) Pernah sekali melalui surat yang ditujukan kepada Timotius, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1646&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1648" title="Dolar_2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/dolar_2.jpg?w=500" alt=""   />MAKMUR </em></strong><strong>‘MELAYANI’ </strong></p>
<p><em>“</em><em>Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. <strong>Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon</strong>.”</em> (Matius 6:24)</p>
<p>Pernah sekali melalui surat yang ditujukan kepada <strong>Timotius</strong>, rasul <strong>Paulus</strong> memperingatkan agar murid kesayangannya itu tidak terpengaruh oleh <em>“</em><em>orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, <strong>yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan</strong>.</em><em>”</em> (1 Timotius 6:5) Ia juga memperingatkan akibat-akibatnya: <em>“</em><em>Tetapi mereka yang <strong>ingin kaya </strong>terjatuh ke dalam <strong>pencobaan</strong>, ke dalam jerat dan ke dalam <strong>berbagai-bagai</strong> <strong>nafsu yang hampa</strong> <strong>dan</strong> <strong>yang mencelakakan</strong>, <strong>yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan</strong>.”</em> (1 Timotius 6:9)</p>
<p><span id="more-1646"></span>Paulus meneruskan: <em>“</em><strong><em>Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang</em></strong><em>. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah <strong>menyimpang dari iman</strong> dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”</em> (1 Timotius 6:10)</p>
<p>Perhatikanlah teladan-teladan yang diberikan oleh Kristus kepada para pengikut-Nya ketika Ia masih melayani di dunia. Apabila harta kekayaan merupakan tujuan utama kehidupan umat kristiani di dunia, pasti Ia sudah mengajarkan hal itu kepada mereka. Namun alkitab membuktikan kebalikannya! (Matius 6:11, Lukas 22:34) Karena selama itu Tuhan Yesus justru hidup sederhana sekali. Matius mencatat perkataan-Nya sendiri: <em>“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi <strong>Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya</strong>.”</em> (Matius 8:20)</p>
<p>Berlawanan sekali dengan kebiasaan orang-orang kristiani yang terpandang di akhir zaman ini, Ia tidak berkecimpung hanya dengan orang-orang yang <em>berpengaruh</em>, <em>intelektuil</em>, atau yang <em>kaya raya</em> saja, yang bisa menguntungkan diri-Nya, tetapi Ia justru menghabiskan banyak waktu dengan mereka yang diabaikan oleh masyarakat, yang sangat membutuhkan pertolongan-Nya.</p>
<p>Selain itu seperti keadaan sekarang, para murid dan pengikut-pengikut Kristus dahulu juga berasal dari pelbagai lapisan masyarakat, dari orang-orang yang tergolong cendekiawan sampai yang tak berpendidikan, dari orang-orang yang sangat berada sampai yang miskin sekali. Kecuali salah seorang murid-Nya, alkitab mencatat, bahwa mereka selalu meneladani tingkah laku-Nya. Hanya murid itu saja yang berani mengkhianati dengan menjual Dia, terdorong oleh <em>rasa tamak</em> akan <em>keping-keping uang perak</em>. (Matius 26:14-16)</p>
<p>Belajar melalui sejarah yang tertulis di dalam firman Tuhan, terutama melihat konsekuensi tragis yang harus ditanggung oleh murid tersebut (Kisah Para Rasul 1:16-20), tentu kita tidak ingin diasosiasikan dengan perbuatan-perbuatannya! Lagi pula, … terus terang saja, siapakah yang mau disetarakan dengan pribadi <strong>Yudas Iskariot</strong>, dan dijuluki sebagai <em>‘orang-orang Kristen yang <strong>serakah</strong> masakini’</em>?</p>
<p>Sampai sekarang kami masih terus menerima surat-surat permohonan sumbangan dari salah seorang televangelist termasyhur di dunia yang pernah kami dukung pelayanannya, &#8230; kurang lebih 8 tahun lamanya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1649" title="BundaTheresa" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/bundatheresa.jpg?w=500" alt=""   />Berbeda sekali dengan keberhasilan pelayanan <strong>Bunda Theresa</strong> di kota <strong><em>Kalkuta</em></strong>, <strong><em>India</em></strong> yang amat sederhana dan prihatin untuk orang-orang miskin berpenyakit <em>kusta</em> yang sudah diabaikan negara itu, masyarakat dunia mengenal dia sebagai seorang penginjil antarbangsa yang sukses, yang hidup mewah penuh kelimpahan.</p>
<p>Penyajian acara-acara televisinya sangat modern, dibuat di dalam studio-studio yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang canggih sekali. Bangunan besar di mana kegiatan-kegiatan itu direkam dan dirakit, dibeli olehnya menggunakan dana sumbangan uang berjuta-juta dolar, yang dikumpulkan dari para <em>partners</em>-nya dan juga <em>penggemar</em>-<em>penggemar</em> pelayanannya yang tersebar di seluruh dunia. Proses yang sama juga berhasil dilakukan ketika ia berniat untuk membeli sebuah <em>pesawat udara pribadi</em> untuk meningkatkan taraf pelayanan nasionalnya di Amerika.</p>
<p>Karena sering mengikuti acara-acaranya, saya tahu, bahwa Kristus dan kuasa Roh Kudus selalu menjadi pusat setiap pelayanannya. Tetapi selain itu mau tak mau saya juga bisa menarik kesimpulan, bahwa … ajaran-ajarannya selalu berkisar pada berkat (<em>kekayaan</em>) dan kemakmuran hidup umat Tuhan, terutama partners dan para pemirsa kristiani lainnya yang bersedia membantu dia di bidang keuangan untuk mendukung pelayanannya yang bersifat internasional tersebut.</p>
<p>Karena sudah terlanjur tertera di dalam <em>database</em> mereka, sekalipun kami telah mengundurkan diri bertahun-tahun lamanya, sampai sekarang kami masih terus dihubungi secara rutin. Seperti biasa, surat-suratnya selalu berisi janji-janji berkat (<em>kekayaan</em>) yang akan dicurahkan atas kami, jika kami mau membantu dia dan timnya menutupi defisit keuangan mereka yang terjadi hampir setiap akhir tahun pembukuan.</p>
<p>Menurut dia, kami akan diberkati dan menjadi bebas dari akibat keterpurukan ekonomi dunia (<em>Global Financial Crisis</em>), jika kami bersedia membantu pekerjaan Tuhan melalui pelayanannya itu. Sering kali menggunakan ayat yang sudah dibahas di atas sebelumnya, Lukas 6:38, ia menjanjikan, bahwa semakin besar jumlah uang sumbangan kami untuk pelayanannya, semakin besar (<em>berlipat-lipat ganda</em>) janji-janji berkat (<em>material</em>) yang akan dicurahkan oleh Tuhan atas kami. Ironisnya, pada mulanya ia sendiri mengalami defisit keuangan gara-gara musibah tersebut, yang sudah mengakibatkan banyak sekali pendukung-pendukung pelayanannya kehilangan mata pencaharian mereka.</p>
<p>Saya ingat sekali akan pernyataannya sendiri, bahwa apabila kami meragukan ajaran yang ia berikan, kami dianjurkan untuk membandingkannya dengan isi firman Tuhan. Dan jika ternyata maknanya berbeda, kami harus percaya pada alkitab, … bukan dia. Sungguh suatu pernyataan yang patut sekali dikagumi!</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, tidak lama sesudah <em>GFC</em>, di antara kiriman-kiriman korespondensinya yang datang secara teratur, kami menerima sepucuk surat yang isinya cukup mengejutkan! Karena <em>desperate</em> sekali, di situ ia menganjurkan menggunakan alasan-alasan yang amat <em>‘menggelikan’</em>, agar para partners-nya memberikan perpuluhan hak gereja lokal mereka kepada dia dan pelayanannya. Terpana saat membacanya, tahu bahwa hal itu sama sekali tidak alkitabiah, kami langsung mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan kami dengan pelayanannya.</p>
<p>Kami menyadari, bahwa masih ada banyak sekali pelayanan hamba-hamba Tuhan lainnya di dunia, yang hidup secara sederhana, tetapi selalu mendahulukan kepentingan orang-orang yang mereka layani. Yang tidak menggunakan dana sumbangan orang-orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi terlebih dahulu, atau untuk menutupi ongkos-ongkos pelayanan yang tidak perlu sama sekali.</p>
<p>Membandingkan pelayanan Kristus dengan pelayanan hamba Tuhan tersebut sekarang, kami bisa langsung menyaksikan kekontrasannya. Karena itu mudah sekali bagi kami untuk menarik kesimpulan, … ajaran siapakah yang harus kami ikuti!</p>
<p>Pelayanan-pelayanan sederhana tapi berarti sekali, yang mempunyai pengaruh sebesar pelayanan Bunda Teresa semasa hidupnya, … itulah yang seharusnya didukung dan ditanggung bersama oleh orang-orang Kristen, agar <em>kabar keselamatan</em> dan juga <em>kasih karunia</em> Tuhan Yesus Kristus, bisa diberitakan ke seluruh penjuru bumi.</p>
<p><em>“Karena itu pergilah, <strong>jadikanlah semua bangsa murid-Ku</strong> dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan <strong>ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu</strong>. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”</em> (Matius 28:19-20)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>HIDUP YANG <em>‘DIBERKATI’</em></strong><strong> (4)</strong></p>
<p><strong><em>BERKAT-BERKAT</em> SORGAWI</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1646&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/11/04/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/dolar_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolar_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/11/bundatheresa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BundaTheresa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup yang ‘Diberkati’ (2)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/28/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-2/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/28/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 13:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup yang Diberkati]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Injil Kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata INJIL KEMAKMURAN “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38) Ipar saya pernah menceriterakan percakapannya dengan seorang teman di tahun 80-an, yang ingin mempengaruhi dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1639&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1640" title="Dolar_4" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/dolar_4.jpg?w=500" alt=""   />INJIL <em>KEMAKMURAN</em></strong><strong></strong></p>
<p><em>“<strong>Berilah dan kamu akan diberi</strong>: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab <strong>ukuran yang kamu pakai untuk mengukur</strong>, akan <strong>diukurkan kepadamu</strong>.”</em> (Lukas 6:38)<em></em></p>
<p><em></em>Ipar saya pernah menceriterakan percakapannya dengan seorang teman di tahun 80-an, yang ingin mempengaruhi dia untuk menggabungkan diri dengan sebuah gereja besar baru di kotanya. Berapi-api ia menceriterakan, bahwa semenjak ia menjadi anggota gereja itu, hidupnya menjadi sangat diberkati. Menurut dia, <em>‘iman’</em>-nya yang besar menyebabkan semua yang diinginkan olehnya selalu dikabulkan oleh Tuhan. Ia berkata penuh keyakinan: <em>“Enak ikut gereja itu, hidup kita akan selalu diberkati. Apakah engkau tahu, jika kita menumpangkan tangan di atas sebuah mobil Mercedes baru yang mewah di dalam nama Yesus, lalu percaya bahwa dengan iman kita akan memilikinya, Tuhan pasti mengabulkannya. Coba periksa, buktinya ada di dalam alkitab.”</em></p>
<p><span id="more-1639"></span>Saya setuju sekali dengan tanggapan jitu kakak ipar saya pada waktu itu: <em>“Kok seperti tidak ada bedanya dengan pergi melawat ke <strong>gunung</strong> <strong>Kawi</strong></em><em><sup>*</sup></em><em> saja.”</em></p>
<p>Tentu yang dimaksudkan oleh temannya adalah ayat-ayat yang diucapkan oleh Kristus, yang tercatat di dalam keempat <strong><em>Injil Perjanjian Baru</em></strong>, seperti yang diceriterakan kembali oleh <strong>Matius</strong>: <em>“Dan <strong>apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan</strong>, <strong>kamu akan menerimanya</strong>.”</em> (Matius 21:22) Atau ayat yang ditulis oleh <strong>Markus</strong> di dalam Injilnya: <em>‘Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? <strong>Tidak ada yang mustahil bagi orang yang</strong> <strong>percaya!</strong>”</em> (Markus 9:23)</p>
<p>Dan yang paling sering dipakai sebagai landasan argumentasi mengapa orang-orang kristiani seperti dia menyetujui ajaran <em>Injil Kemakmuran</em>: <em>‘Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “<strong>Jadilah kepadamu menurut imanmu</strong>.”</em> (Matius 9:29)</p>
<p>Apakah benar ayat-ayat tersebut mempunyai makna seperti yang ditafsirkan olehnya? Apakah <em>seluruh</em> keinginan orang-orang percaya yang diucapkan (<em>diperintahkan!</em>) dengan iman di dalam nama Yesus, juga pasti akan dikabulkan oleh Tuhan, seperti … <em>harta kekayaan</em>, <em>kesehatan tubuh</em>,  <em>kesembuhan dari penyakit</em>, <em>kebahagiaan hidup</em>, dan lain-lainnya? Apakah benar, semua itu <strong><em>pasti akan terjadi</em></strong> sesuai dengan iman kita?</p>
<p>Pengertian kata <em>berkat</em> berdasarkan iman semacam itu memang sudah beredar di mana-mana, dan sudah di-<em>‘iman’</em>-i oleh para pengikut aliran-aliran <em>‘kristiani’</em> tertentu sebagai kebenaran yang mutlak. Kekayaan materiil atau kesuksesan finansiil, baik keluarga maupun bisnis, adalah tema-tema utama ajaran-ajaran gembala-gembala mereka. Penuh keyakinan mereka percaya, bahwa dengan iman berkat-berkat tersebut bisa dicapai oleh <strong><em>semua</em></strong> orang-orang Kristen, apabila mereka taat pada firman Tuhan.</p>
<p>Terus terang saja, siapakah yang tidak ingin menjadi kaya raya dan diberkati? Saya yakin semua orang mau, &#8230; termasuk saya! Tetapi ajaran-ajaran seperti itu seolah-olah memantau orang-orang percaya agar mereka menjadi <em>tamak</em> dan <em>materialistis</em>, yang memandang agama Kristen sebagai sumber bisnis yang bisa menguntungkan diri sendiri. Bahkan Tuhan diperlakukan seperti <em>‘jin dalam botol’</em> yang baik hati, yang mau menuruti segala <em>‘permintaan’</em> (<em>perintah-perintah!</em>) mereka. Seakan-akan sebagai ganti ketaatan, kesetiaan dan perbuatan-perbuatan baik yang sudah mereka lakukan, Tuhan bisa dimanipulasi dengan seenaknya.</p>
<p>Mereka memandang Roh Kudus sebagai kuasa yang dapat diperalat setiap waktu oleh orang-orang percaya. Padahal apabila kita menyelidikinya dengan lebih cermat lagi, alkitab sebenarnya mengajarkan kebalikannya: Roh Kudus-lah yang memampukan umat-Nya, sehingga mereka bisa melaksanakan kehendak-kehendak Tuhan.</p>
<p>Sekalipun tidak semua, banyak dari <em>televangelists</em> (<em>penginjil-penginjil melalui televisi</em>) yang termasyhur di dunia bertanggung jawab atas kepesatan meluasnya pengertian yang tidak alkitabiah tersebut. Kebanyakan mereka adalah penginjil-penginjil yang berasal dari <strong><em>Amerika Serikat</em></strong>. Saya sering menyaksikan mereka di TV memaksakan pandangan mereka menggunakan pengertian iman yang dicomot ke luar secara sembarangan sekali dari dalam alkitab.</p>
<p>Biasanya motto iman mereka bisa diterjemahkan seperti ini: <em>percaya kepada iman</em>, atau: <em>percaya, karena beriman pada iman</em>! Sekalipun mereka berkata, bahwa mereka adalah hamba-hamba Kristus, jelas motto yang tidak alkitabiah itu menunjukkan, bahwa mereka mengandalkan iman yang percaya pada <em>‘keampuhan’</em> iman kristiani mereka sendiri. Dan bukan bersandar 100% pada kebesaran Tuhan dan kebenaran firman-Nya!</p>
<p>Salah satu contoh mengenai ayat-ayat yang paling dikenal orang-orang kristiani, yang sering secara sembarangan dicomot begitu saja dan dipakai di luar pengertian <em>message</em> yang sebenarnya, adalah ayat yang dicatat di dalam <strong><em>Injil</em></strong><em> <strong>Lukas</strong></em>: <em>“<strong>Berilah dan kamu akan diberi</strong>: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab <strong>ukuran yang kamu pakai untuk mengukur</strong>, akan <strong>diukurkan kepadamu</strong>.”</em> (Lukas 6:38)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1641" title="Kolekte" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/kolekte.jpg?w=500" alt=""   />Sering kali saya mendengar ayat tersebut dipergunakan oleh hamba-hamba Tuhan pada saat-saat <em>kolekte</em> atau <em>pengumpulan dana</em> di gereja-gereja (<em>atau melalui acara-acara TV kristiani</em>), sebagai cara untuk memberi semangat atau menantang iman anggota jemaat (<em>atau para pemirsa di rumah</em>) agar mereka meningkatkan jumlah <em>uang</em> <em>persembahan</em>, bahkan &#8230; <em>perpuluhan</em> mereka. Tidak jarang terdengar seolah-olah memantau ketamakan hati manusia, karena menjanjikan berkat berlipat-lipat ganda yang akan dikaruniakan oleh Tuhan sebagai <em>‘upah’</em> atas <em>‘ketaatan’</em> mereka terhadap firman-Nya!</p>
<p>Padahal ketika Tuhan Yesus mengajarkannya, Ia bukan membahas hal <em>‘memberi’</em>, melainkan hal <em>‘menghakimi’</em> (Lukas 6:37-42). Perhatikanlah ayat 37 yang mengawalinya: <em>“Janganlah kamu <strong>menghakimi</strong>, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu <strong>menghukum</strong>, maka kamupun tidak akan dihukum; <strong>ampunilah</strong> dan kamu akan diampuni.”</em> Dari ayat 37 sampai 42, Ia sebenarnya memperbincangkan tingkah laku umat manusia yang selalu condong untuk membabi buta menghakimi orang-orang lain tanpa bisa melihat kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa mereka sendiri.</p>
<p>Ia memperingatkan, bahwa ukuran yang mereka pergunakan untuk menghakimi sesamanya akan diukurkan kembali kepada mereka, bahkan akan ditambahkan secara berlimpah-limpah.</p>
<p>Jadi pada waktu itu Yesus bukan berbicara mengenai <em>‘berkat’</em> (<em>harta kekayaan</em>) yang akan kita terima, jika kita memberikan persembahan atau sumbangan kepada hamba-hamba Tuhan serta pelayanan-pelayanan mereka, melainkan <em>‘pembalasan’</em> (<em>besar</em>) yang pasti akan terjadi di luar pengharapan kita, jika kita masih berani menghakimi sesama kita!</p>
<p>Saya yakin, <em>semua</em> orang kristiani yang sudah <em>lahir baru</em> pernah mendengar Lukas 6:38, dan juga ayat-ayat lainnya yang sering dicomot ke luar begitu saja dari makna konteks yang sebenarnya, dipergunakan oleh hamba-hamba Tuhan di gereja atau melalui acara-acara TV kristiani sebagai ayat penghimbau untuk mengumpulkan uang kolekte, atau sumbangan dana guna mendukung program-program mereka di bidang <em>pembangunan</em>, <em>misi</em>, <em>Pekabaran Injil</em> dan lain sebagainya.</p>
<p>Sekalipun tidak jarang ada ayat-ayat tertentu yang dipakai oleh Tuhan sebagai <em>‘firman’</em> (<strong><em>rhema</em></strong>) untuk menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada kita secara pribadi, makna firman tersebut pasti tidak akan bertentangan dengan dasar ajaran-ajaran-Nya yang lain. Tidak mungkin Yesus merestui sikap orang-orang yang ingin mendukung pekerjaan Tuhan, tetapi belum apa-apa sudah menuntut pahala-pahala mereka berdasarkan <em>keserakahan</em> dan <em>egoisme</em>, hanya oleh karena mereka ingin menjadi kaya, atau lebih gawat lagi: … <em>mau memperkaya diri sendiri</em>! Karena terbukti melalui ayat-ayat alkitab lainnya jelas dinyatakan, bahwa Ia menentang dan membenci <em>ketamakan</em> hati manusia.</p>
<p><em>‘Kata-Nya lagi kepada mereka: “<strong>Berjaga-jagalah</strong> dan <strong>waspadalah</strong> terhadap <strong>segala ketamakan</strong>, sebab walaupun seorang <strong>berlimpah-limpah hartanya</strong>, hidupnya <strong>tidaklah tergantung dari pada kekayaannya</strong> itu.”</em> (Lukas 12:15)</p>
<p><sup>*</sup><em> <strong>Gunung Kawi</strong> dikenal di <strong>Jawa Timur</strong> sebagai sebuah gunung <strong>keramat</strong>, yang didiami oleh <strong>roh-roh</strong> yang ‘bermurah hati’. Biasanya orang-orang yang menginginkan kekayaan dan kesuksesan hidup pergi melawat ke </em><em>sana</em><em> dengan harapan bisa mendapatkan ‘<strong>berkat</strong>’ itu dari mereka. </em></p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>HIDUP YANG <em>‘DIBERKATI’</em></strong><strong> (3)</strong></p>
<p><strong><em>MAKMUR </em>‘MELAYANI’</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1639&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/28/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/dolar_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolar_4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/kolekte.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kolekte</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup yang ‘Diberkati’ (1)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/21/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-1/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/21/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 13:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup yang Diberkati]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Injil Kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata BERKAT-BERKAT DUNIAWI “Berkat TUHAN-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22) Suatu malam di hari Jum’at kurang-lebih dua/tiga tahun yang lalu, setelah membahas bersama isi firman Tuhan, sebagai penutup acara sel, pemimpin kami menantang beberapa pengunjung yang sudah sering datang, tetapi masih belum menjadi pengikut Kristus untuk menerima Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1629&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1632" title="Dolar_6" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/dolar_61.jpg?w=500" alt=""   />BERKAT-BERKAT</em></strong><strong> DUNIAWI</strong><strong></strong></p>
<p><em>“<strong>Berkat TUHAN-lah yang menjadikan kaya</strong>, susah payah tidak akan menambahinya.”</em> (Amsal 10:22)</p>
<p>Suatu malam di hari Jum’at kurang-lebih dua/tiga tahun yang lalu, setelah membahas bersama isi <strong><em>firman Tuhan</em></strong>, sebagai penutup acara <em>sel</em>, pemimpin kami menantang beberapa pengunjung yang sudah sering datang, tetapi masih belum menjadi pengikut <strong>Kristus</strong> untuk menerima <strong>Tuhan Yesus</strong> sebagai <strong><em>Juruselamat</em></strong> mereka.</p>
<p><span id="more-1629"></span>Seperti biasa, dengan dukungan doa, dan juga dukungan moril para anggota sel yang hadir lainnya, ia berusaha untuk meyakinkan ketiga orang tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1634" title="SelGrup_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/selgrup_11.jpg?w=500" alt=""   />Sebenarnya itu bukan kesempatan yang pertama. Pernah sekali beberapa minggu sebelumnya, saat ditantang, seorang di antaranya nyaris diselamatkan. Sayang sekali, oleh karena masih merasa gentar untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan hidup yang lama, ia menolak tawaran tersebut. Padahal dengan jujur ia mengakui, bahwa saat itu ada <em>‘sesuatu’</em> yang terjadi di dalam dirinya, yang menyebabkan isi hatinya bergejolak secara mengherankan. Tentu saja karena pernah mengalaminya sendiri, kami menyadari, bahwa itu adalah pekerjaan <strong>Roh Kudus</strong>!</p>
<p>Berbeda dengan kegagalan-kegagalan seperti itu, yang biasanya selalu disebabkan oleh karena persepsi masyarakat yang keliru, yaitu bahwa orang-orang kristiani hidupnya terkekang dan tidak bebas, malam itu gara-gara sebuah pertanyaan yang diajukan oleh pemimpin sel kami, saat ditantang salah seorang di antara mereka merasa tersinggung sekali dan menjadi marah.</p>
<p>Di antara beberapa pernyataan mengenai Kristus dan apa yang telah dilakukan oleh-Nya untuk umat yang mau percaya kepada-Nya, ia menambahkan sebuah pertanyaan: <em>“Apakah kalian tidak ingin menjadi orang-orang yang hidupnya <strong>diberkati</strong>?”</em></p>
<p>Kami yakin pertanyaan itu cukup beralasan dan diajukan tanpa maksud untuk menyinggung perasaan siapa pun juga. Tetapi oleh karena kata <em>‘berkat’</em> mempunyai arti yang berbeda-beda bagi telinga setiap orang yang mendengarnya, baik orang-orang <em>Kristen</em> maupun bukan, langsung saja wanita yang sudah sering hadir di sana bersama suaminya oleh karena undangan sahabat-sahabat mereka yang adalah anggota-anggota sel kami, menjawab dengan nada kurang senang sekali: <em>“Siapa bilang aku tidak diberkati? Hidupku sangat diberkati!”</em></p>
<p>Kata <em>berkat</em> memang mempunyai makna yang sangat luas, terutama jika diartikan di dalam bahasa <strong><em>Inggris</em></strong> sesuai penggunaannya, seperti: <em>bless</em>, <em>blessed</em> atau <em>blessing</em>. Di antara berberapa arti-arti yang lain, <strong><em>Dictionary.com</em></strong> menjelaskan kata <em>‘blessing’</em> seperti ini: <em>“A <strong>favor</strong> or <strong>gift</strong> bestowed by <strong>God</strong>, thereby bringing <strong>happiness</strong>.”</em> Terjemahan bebasnya adalah: <em>“<strong>Kemurahan</strong> atau <strong>hadiah</strong> yang dilimpahkan oleh <strong>Tuhan</strong>, yang membawa <strong>kebahagiaan</strong>.”</em></p>
<p><em>Berkat</em> mempunyai hubungan yang erat sekali dengan kasih Tuhan, kasih karunia-Nya, serta kemurahan hati-Nya. Karena sebenarnya berkat <strong><em>selalu</em></strong> berasal dari sorga! Menurut firman Tuhan, <em>hikmat</em>-lah yang mengawalinya! Tanpa hikmat, pengetahuan akan keberadaan Tuhan serta firman-Nya tidak ada pada kita. Tanpa pengetahuan itu, kita tidak akan merasa takut terhadap kebesaran dan kuasa-Nya. Tanpa rasa takut itu, kita akan merasa enggan untuk mempelajari firman-Nya. Akibatnya, kita tidak tahu tujuan hidup kita di dunia, sehingga kita tidak mampu untuk melihat dan menikmati <em>‘berkat-berkat’</em> yang membawa kebahagiaan, yang dicurahkan oleh-Nya kepada kita.</p>
<p><strong>Raja</strong> <strong>Salomo</strong> membahas hal tersebut dengan jelas sekali melalui berpuluh-puluh ayat di dalam kitab <strong><em>Amsal</em></strong> dengan memulainya menggunakan ayat yang amat penting ini: <em>“</em><strong><em>Takut akan TUHAN</em></strong><em> adalah permulaan <strong>pengetahuan</strong>, tetapi orang bodoh menghina <strong>hikmat</strong> dan <strong>didikan</strong>.”</em> (Amsal 1:7)</p>
<p>Sedangkan menurut pandangan umum (<em>masyarakat pada umumnya</em>), berkat selalu dikaitkan dengan harta kekayaan manusia. Semakin berada keadaan seseorang, semakin besar berkat yang dipunyainya. Tentu saja kekayaan juga termasuk di dalam anugerah-anugerah berkat yang Tuhan berikan kepada umat kristiani, tetapi itu hanya sebagian kecil saja di antara banyak sekali berkat-berkat lainnya.</p>
<p>Suami wanita itu, seorang yang amat berbakat di bidang seni musik, adalah penyebab utama mengapa ia ikut hadir di sana hampir setiap hari Jum’at malam. Ia ingin membantu <em>selgrup</em> kami dengan bermain instrumen mengiringi kami saat puji dan sembah. Sekalipun mereka adalah (<em>mantan</em>) orang-orang beragama <strong><em>Budha</em></strong> yang kami simpulkan sekarang sudah menjadi simpatisan-simpatisan kelogisan pandangan hidup <em>‘agama’</em> populer masakini, <strong><em>The New Age Movement</em></strong>, tampak sekali bahwa mereka mempunyai pandangan yang amat luas mengenai kepercayaan-kepercayaan lainnya di dunia, termasuk ajaran-ajaran Kristus.</p>
<p>Jelas sekali malam itu, sebagai seorang intelektuil yang tidak kekurangan apa-apa, yang hidup sehat dan berkeluarga harmonis, arti kata <em>berkat</em> langsung diasosiasikan olehnya dengan kondisi kehidupannya sendiri. Ia adalah seorang wanita yang sangat mengandalkan kecerdikan otak dan pendidikannya yang tinggi, … yang merasa bangga sekali akan hal itu. Dugaan saya, ia menjadi tersinggung, oleh karena merasa hidupnya jauh lebih <em>‘beruntung’</em> dibandingkan dengan kehidupan pemimpin sel kami yang tidak lama sebelumnya mengalami beberapa musibah secara berturut-turut, baik di bidang bisnis maupun kesehatan anggota keluarganya.</p>
<p>Saya kurang ingat akan detil kelanjutan diskusi yang terjadi, di mana mau tak mau kami semua akhirnya juga ikut terlibat di dalamnya. Tetapi yang pasti, suasana malam tersebut menjadi sangat tidak enak. Sampai pertemuan itu berakhir ia tetap berpendapat, bahwa ia tidak perlu menjadi pengikut Kristus untuk<em> ‘mengejar’</em> berkat, sebab ia sudah lama mempunyainya! Tentu saja oleh karena arti kata itu dipandang dari dua sudut yang berbeda sekali.</p>
<p>Tetapi saya bisa memahami pendapatnya, karena memang tidak jarang orang-orang kristiani sendiri pun menyalah-gunakan makna kata tersebut! Gerakan <em>‘<strong>Prosperity Gospel</strong>’</em> (<strong><em>Injil Kemakmuran</em></strong>) di tahun 70-an adalah penyebab utama tersebarnya pengertian (<em>baru</em>) yang keliru, yang amat menjurus pada pandangan-pandangan duniawi masyarakat umum.</p>
<p>Mereka memberitakan, bahwa orang-orang Kristen mempunyai kepastian untuk <strong><em>selalu</em></strong> hidup <em>diberkati</em>, &#8230; hidup <em>tanpa masalah</em>, <em>penuh kedamaian</em>, <em>bebas penyakit</em>, dan terutama, … <strong><em>kaya-raya</em></strong>! Semua itu adalah <strong><em>hak</em></strong> orang-orang percaya! Sehingga menurut mereka, jika ada orang-orang kristiani lainnya yang hidupnya tidak memancarkan kesuksesan-kesuksesan seperti itu, kebenaran iman mereka patut diragukan. Apalagi jika kesehatan tubuh mereka sedang terganggu! Yang terserang penyakit fatal biasanya dituduh … masih hidup di dalam dosa. Siapakah yang tidak pernah bertemu atau bersekutu dengan orang-orang <em>‘super kristiani’</em> semacam itu?</p>
<p>Patokan-patokan pandangan mereka selalu berdasarkan contoh-contoh kemakmuran hidup tokoh-tokoh alkitab pilihan Tuhan yang dilukiskan di dalam <strong><em>Perjanjian Lama</em></strong>, seperti <strong>Abraham</strong>, <strong>Ishak</strong>, <strong>Yakub</strong> dan <strong>Yusuf</strong>, begitu juga generasi-generasi mereka yang berikutnya. Kitab <strong><em>Kejadian</em></strong> menyatakan: <em>“Adapun Abram <strong>sangat kaya</strong>, <strong>banyak ternak</strong>, <strong>perak </strong>dan <strong>emasnya</strong>.”</em> (Kejadian 13:2)</p>
<p>Tak terlupakan, <strong>Ayub</strong>, tokoh yang dikenal sebagai <em>“… orang yang <strong>terkaya</strong> dari semua orang di sebelah timur.”</em> (Ayub 1:3c) Bahkan kekayaan raja Salomo di zaman dahulu, yang jelas bukan kekayaan biasa-biasa saja, dijadikan standar oleh mereka untuk kita, … umat (<em>pilihan</em>) Tuhan masakini! Kitab <strong><em>1 Raja-Raja</em></strong> melukiskan kemakmuran hidupnya seperti ini: <em>“Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal <strong>kekayaan</strong> dan <strong>hikmat</strong>.”</em> (1 Raja-Raja 10:23)</p>
<p>Tetapi tokoh-tokoh lainnya yang tidak memenuhi syarat-syarat itu jarang sekali disebut oleh mereka. Apalagi yang hidupnya selalu diliputi oleh penderitaan, seperti yang dialami oleh <strong>Yeremia</strong>, <strong>Hosea</strong>, <strong>Stefanus</strong> (Kisah Para Rasul 6-7) dan lain sebagainya.</p>
<p>Tidaklah mengherankan jika sebagai akibatnya, terpengaruh oleh ajaran-ajaran seperti itu banyak orang pergi ke gereja bukan untuk beribadah, agar bisa bersama umat kristiani lainnya <em>mengasihi</em>, <em>memuji</em> dan <em>menyembah</em> Tuhan dengan sepenuh hati, tetapi karena terdorong oleh motivasi-motivasi egois, yaitu untuk mengejar kesuksesan hidup dan harta kekayaan yang semuanya bersifat sementara serta duniawi sekali!</p>
<p><em>“Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta <strong>diberkati TUHAN dalam segala hal</strong>.”</em> (Kejadian 24:1)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>HIDUP YANG <em>‘DIBERKATI’</em></strong><strong> (2)</strong></p>
<p><strong>INJIL <em>KEMAKMURAN</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1629&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2011/10/21/hidup-yang-%e2%80%98diberkati%e2%80%99-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/dolar_61.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolar_6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2011/10/selgrup_11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SelGrup_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristus &#8211; Pusat Perayaan Natal</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/20/kristus-pusat-perayaan-natal/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/20/kristus-pusat-perayaan-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 22:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1614</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. &#8230;” (Matius 2:11a) Di akhir zaman ini makna Natal sangat membingungkan mereka yang ikut merayakannya, baik orang-orang Kristen maupun tidak. Kebiasaan-kebiasaan yang dihalalkan masyarakat oleh karena tradisi turun-temurun, baik di dalam maupun di luar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1614&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1615" title="BayiYesus" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/bayiyesus.jpg?w=500" alt=""   />“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, <strong>lalu sujud menyembah Dia</strong>. &#8230;” </em>(Matius 2:11a)</p>
<p>Di akhir zaman ini makna <strong><em>Natal</em></strong> sangat membingungkan mereka yang ikut merayakannya, baik orang-orang Kristen maupun tidak. Kebiasaan-kebiasaan yang dihalalkan masyarakat oleh karena tradisi turun-temurun, baik di dalam maupun di luar gereja, sudah menyelewengkan pengertian makna yang sebenarnya. Sebagai orang-orang beriman tentu kita sependapat, bahwa masa perayaan Natal adalah masa yang diadakan untuk memperingati kelahiran <strong>Kristus</strong> di kota <strong><em>Bethlehem</em></strong> 2000 tahun yang lalu. Kendatipun tanggal yang ditentukan bukan tanggal kelahiran <strong>Yesus</strong> yang sesungguhnya, kebanyakan orang kristiani mengakui, bahwa itu hanya merupakan sebuah <em>simbol</em> saja yang mewakili hari tersebut.</p>
<p><span id="more-1614"></span>Natal adalah saat<strong> <em>terpenting</em></strong> yang mengawali penggenapan seluruh rancangan <strong>Allah</strong> untuk menyelamatkan hidup umat manusia. Tanpa kehadiran Kristus di dunia, rencana tersebut tidak akan pernah terlaksana!</p>
<p>Karena itu, Yesus-lah yang harus menjadi fokus utama mengapa kita merayakannya. Bukan tokoh fiksi <strong>Santa Claus</strong>, untuk menggembirakan hati anak-anak kecil. Bukan sekedar saling memberi <em>kado</em>, untuk mengesankan hati sesama atau sanak saudara. Bukan sekali setahun merasa wajib (<em>atau terpaksa</em>) untuk pergi beribadah ke gereja. Bukan juga mengadakan pesta makan malam sekeluarga, untuk mengkompensasi waktu-waktu yang hilang gara-gara kesibukan masing-masing sepanjang tahun. Bukan mementingkan pergi bertamasya saat liburan (<em>Natal dan Tahun Baru</em>), untuk memanjakan diri sendiri setelah bekerja keras di tahun itu.</p>
<p>Perhatikanlah kisah hidup <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong> yang penuh dengan makna menakjubkan, yang dicatat di dalam <em>firman Tuhan</em>, mulai dari hari di mana kita setiap tahun memperingati dan merayakannya untuk mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas kesediaan-Nya untuk meninggalkan segala kemuliaan sorgawi, <em>hanya</em> untuk menyelamatkan hidup kita saja!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1616" title="ChristmasStar_2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/christmasstar_2.jpg?w=500" alt=""   />Ia dilahirkan dalam lingkungan yang paling sederhana, namun langit cerah di malam itu dikumandangi oleh lagu-lagu pujian para malaikat sorgawi. (Lukas 2:14) Tempatnya hanya kandang ternak biasa saja, namun sebuah bintang yang bersinar cemerlang di atasnya membawa tiga bangsawan kaya dari negara-negara <strong><em>Timur</em></strong> untuk datang menyembah Dia. (Matius 2:11)</p>
<p>Proses kelahiran-Nya bertentangan dengan hukum alam (Yohanes 1:1-18), begitu pula cara kematian-Nya (Lukas 23:33-49). Namun di samping kebangkitan-Nya (Matius 28:1-10), tidak pernah ada keajaiban-keajaiban lain yang lebih dahsyat dari pada kedua peristiwa itu. Ajaran-ajaran yang Ia berikan pada masa pelayanan-Nya yang singkat di dunia juga dipenuhi oleh mujizat-mujizat yang menakjubkan. Tidak pernah Ia mengusahakan ladang atau industri perikanan, namun Ia mampu menjamu dan mengenyangkan perut lebih dari <em>5000</em> orang dengan <em>roti</em> dan <em>ikan</em> yang berkelimpahan. (Markus 6:30-44)</p>
<p>Permadani-permadani tebal yang empuk dan mewah tidak pernah menjadi alas di mana Ia berdiri, namun permukaan air danau yang lembut disertai ombak-ombak sebesar gunung pernah mengalasi jejak-jejak kedua kaki-Nya. (Yohanes 6:19)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1617" title="Yesus_Passion2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/yesus_passion2.jpg?w=500" alt=""   />Cara penyaliban-Nya dicatat sejarah sebagai hukuman mati yang terkejam sepanjang masa (Yohanes 19), karena bagi Tuhan tidak ada hukuman lain, sebagai korban yang sepadan, yang bisa menebus dosa-dosa umat manusia. Pada saat kematian-Nya hanya sekelompok kecil saja orang-orang yang berdukacita, namun langit kelam yang dipenuhi oleh gulungan-gulungan awan hitam mencurahkan hujan lebat ke atas bumi, &#8230; melukiskan kepedihan hati-Nya. (Lukas 23:44-45)</p>
<p>Orang-orang yang menyalibkan Dia tidak gemetar (Markus 15:16-20a), namun bumi di mana mereka berdiri digoncangkan oleh gempa dahsyat yang menyebabkan tabir Bait Suci terbelah menjadi dua. (Matius 27:51)</p>
<p>Dosa tidak pernah menjamah diri-Nya (Lukas 4:1-13), sehingga tanah yang menjadi merah oleh karena curahan darah-Nya tidak bisa menuntut tubuh-Nya. (Markus 16:6)</p>
<p>Lebih dari tiga tahun lamanya Ia mengabarkan Injil di antara bangsa-Nya. Tidak pernah Ia menulis buku. Tidak pernah Ia mendirikan sebuah organisasi. Tidak pernah Ia membangun markas-markas besar untuk para pengikut-Nya. Namun &#8230; 2000 tahun kemudian, selain tahun kelahiran-Nya dipergunakan sebagai poros untuk mengukur waktu, nama-Nya tetap dicatat sebagai tokoh terpenting di dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan dengan berlalunya waktu jumlah para pengikut-Nya juga terus meningkat berlipat-lipat ganda, tersebar di seluruh penjuru bumi.</p>
<p>Ajaran-ajaran dan kisah hidup-Nya merupakan tema menarik yang tak henti-hentinya dijadikan bahan <em>percakapan</em>, <em>artikel</em>, <em>renungan</em> dan <em>khotbah</em> orang-orang/hamba-hamba Tuhan. Sampai saat ini Ia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai satu-satunya <strong>Penebus</strong> dosa umat manusia yang turun dari sorga. (Yohanes 14:6, Kolose 1:14) Tidak ada pelopor/pendiri agama-agama lainnya yang berani memberikan pernyataan seperti itu.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1621" title="3Kings_A" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/3kings_a.jpg?w=500" alt=""   />Biarlah kita selalu mengingat, bahwa <strong><em>Kristus-lah pusat perayaan Natal</em></strong> tahun ini, dan bukan kegiatan-kegiatan lain yang tampak menarik, yang dengan mudah bisa memindahkan fokus dari tujuan kita yang sebenarnya itu, yaitu untuk menggabungkan diri dengan ketiga orang <strong><em>Majus</em></strong> tersebut, &#8230; pergi mencari-Nya, <em>“&#8230; lalu sujud menyembah Dia.” </em>(Matius 2:11)! Haleluya!</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan sampai selama-lamanya! Amin.</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>Desember 2010</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1614&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/20/kristus-pusat-perayaan-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/bayiyesus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BayiYesus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/christmasstar_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ChristmasStar_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/yesus_passion2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Passion2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/3kings_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3Kings_A</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Berpisah, Darlene Zschech</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/10/selamat-berpisah-darlene-zschech/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/10/selamat-berpisah-darlene-zschech/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 23:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hillsong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Praise and Worship]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Brian Houston]]></category>
		<category><![CDATA[Darlene Zschech]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Marty Sampson]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Reuben Morgan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. &#8230; ada waktu untuk menanam, &#8230; ada waktu untuk membangun; &#8230; .” (Pengkhotbah 3:1-3) Apabila saya mendengar atau membaca kata Hillsong di manapun saja, kata lain yang segera terbersit di dalam ingatan saya adalah nama Darlene Zschech, pencipta lagu termashyur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1599&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1600" title="TheZschechs" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/thezschechs.jpg?w=500" alt=""   />“<strong>Untuk segala sesuatu ada masanya</strong>, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. &#8230; ada waktu untuk <strong>menanam</strong>, &#8230; ada waktu untuk <strong>membangun</strong>; &#8230; .” </em>(Pengkhotbah 3:1-3)</p>
<p>Apabila saya mendengar atau membaca kata <strong><em>Hillsong</em></strong> di manapun saja, kata lain yang segera terbersit di dalam ingatan saya adalah nama <strong>Darlene Zschech</strong>, pencipta lagu termashyur <strong><em>Shout to the Lord</em></strong>, yang sekarang sudah dijuluki sebagai <em>‘lagu kebangsaan Kristen’</em> masakini. Memang ada banyak nama-nama orang atau judul-judul lagu lainnya yang juga bisa langsung diasosiasikan dengan kata itu, namun jelas bagi kebanyakan orang, nama wanita pemimpin <em>praise and worship</em> yang terkenal di dunia inilah nama pertama yang selalu muncul di dalam benak pikiran mereka.</p>
<p><span id="more-1599"></span>Darlene yang juga sudah menciptakan lagu-lagu kristiani lainnya, seperti: <em>I Will Run to You</em>, <em>All Things are Possible</em>, <em>Glory to the King</em>, <em>The Potter’s Hand</em>, <em>And That My Soul Knows Very Well</em>, <em>Worthy is the Lamb</em> dan lain sebagainya, diakui sebagai salah seorang penggubah lagu-lagu <em>puji dan sembah</em> modern, di samping <strong>Reuben Morgan</strong> dan <strong>Geoff Bullock</strong>, yang telah berhasil membuat nama <strong><em>Hillsong Church</em></strong> di kota <strong><em>Sydney</em></strong>, <strong><em>Australia</em></strong> menjadi termashyur di dunia.</p>
<p>Namanya yang sukar sekali untuk dieja, tetapi oleh karena keunikan pelafalannya, menjadi nama yang mudah diingat, adalah nama artis kristiani pertama yang saya ketahui. Saya mendengar suaranya untuk pertama kali tahun 1997 di dalam sebuah toko buku Kristen di kota <strong><em>Brisbane</em></strong>, Australia, saat istirahat makan siang. Ketika memasukinya mereka sedang memutar lagu-lagu penyembahan syahdu dari album Hillsong: <strong><em>‘Simply Worship’</em></strong>. Saya tertegun sekali kala mendengar suaranya yang amat merdu, mendendangkan irama lagu-lagu <em>catchy</em> yang amat khas. Pada waktu lagu <strong><em>‘Show Me the Way’</em></strong> dikumandangkan melalui <em>loudspeakers</em> toko tersebut, saya memberanikan diri untuk menanyakannya. Itulah saat di mana saya mendengar nama Darlene Zschech dan Hillsong Church untuk pertama kalinya.</p>
<p>Tak pernah terbayang, bahwa akhirnya kami sekeluarga menjadi anggota sebuah gereja, di mana Darlene dibesarkan dan mengalami kelahiran barunya. Harus saya akui, bahwa setelah bertemu dengan dia pada suatu kesempatan secara pribadi, saya merasa kagum sekali akan talenta, sikap hidup, bahkan kelembutan dan kerendahan hatinya. (<em>Baca: <a title="Tribute: Darlin' Darlene (1)" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/01/03/tribute-darlin-darlene/" target="_blank"><strong>Tribute: Darlin’ Darlene</strong></a></em>) Yang lebih mengesankan lagi, setahun yang lalu gereja kami yang dulunya bernama <strong><em>‘Garden City Christian Church’</em></strong> tersebut dinyatakan sebagai Gereja Hillsong yang keempat di Australia, <em>Kampus Brisbane</em>. (<em>Baca: <a title="Hillsong Brisbane" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2009/08/15/hillsong-brisbane/" target="_blank"><strong>Hillsong Brisbane</strong></a></em>)</p>
<p>Baru-baru ini melalui sebuah dokumentasi TV, <strong>Marty Sampson</strong> menceriterakan suatu peristiwa yang terjadi pada saat para artis dan pemusik Hillsong sedang berkumpul bersama-sama. Ketika salah seorang di antara mereka bertanya, &#8230; siapakah yang mempunyai hubungan paling dekat dengan <strong>Tuhan</strong>, secara bercanda Darlene menjawab: <em>“Aku!”</em> Marty tertawa mendengarnya. Tetapi kemudian setelah terhening sejenak, dengan menatap lensa kamera dalam-dalam, ia mengakui dengan jujur: <em>“Jika aku pertimbangkan lagi secara fakta, sekalipun ia hanya bergurau saja, apa yang dikatakan olehnya itu tepat sekali. Buktinya, tidak ada seorangpun di antara kami yang bisa membawa jemaat (gereja) menghadap Tuhan melalui puji dan sembah dengan pengaruh sebesar Darlene.”</em> Saya mengaminkan pendapatnya!</p>
<p>Terus terang saja, saya selalu menjadi bergairah sekali, setiap kali mendengar ia diutus gereja pusat untuk datang melayani di kampus kami. Dari banyak pilihan artis-artis lain yang dijadwal untuk datang ke <strong><em>Hillsong Brisbane</em></strong>, hanya Darlene seorang saja yang membuat saya tidak bisa menunggu saat tibanya akhir pekan. Saya yakin, nostalgia masa kelahiran baru saya hampir 14 tahun yang lalu, yang menyebabkan saya memasuki pintu toko buku Kristen di mana untuk pertama kalinya saya mendengar suaranya yang indah dan penuh urapan, memegang peranan penting sekali mengapa saya mempunyai sikap seperti itu.</p>
<p>Tetapi pada acara kebaktian Jum’at malam di akhir November 2010 yang baru lalu, saya dikejutkan oleh berita yang diumumkan di gereja, bahwa &#8230; setelah menjadi anggota Hillsong Church selama 25 tahun, Darlene dan suaminya, <strong>Mark Zschech</strong>, akan mengundurkan diri bulan Januari 2011 dari pelayanan mereka di sana, untuk mengambil alih dan memimpin sebuah gereja <em>Pantekosta</em> bernama <strong><em>Church Unlimited</em></strong> di <em>Australia’s Central Coast</em>, sebuah <em>suburb</em> tidak jauh dari tempat di mana gereja besar itu berada.</p>
<p>Dengan penuh iman Mark menyatakan, bahwa mereka berdua sedang memasuki suatu <em>era</em> baru yang <em>indah</em> dan <em>subur</em>. Menurut dia, akhir-akhir ini Tuhan sudah menanamkan dua buah kata di dalam hati mereka berdua: <strong><em>lead</em></strong> (<em>memimpin</em>) dan <strong><em>build</em></strong> (<em>membangun</em>). Oleh karena itu, sesuai panggilan-Nya, mereka ingin membangun gereja tersebut untuk semua orang.</p>
<p>Bertentangan dengan kabar simpang-siur disertai tuduhan-tuduhan negatif yang menguasai berbagai macam media semenjak berita itu diumumkan, gembala sidang Hillsong Church, <strong>Ps Brian Houston</strong>, menyikapi pengunduran diri mereka dengan positif sekali. Bahkan ia memberkati ketaatan mereka untuk menuruti kehendak dan tuntunan <strong>Roh Kudus</strong>. Ia mengakui, bahwa kesetiaan pelayanan Mark dan Darlene di sana memegang peranan amat penting di dalam pertumbuhan Gereja Hillsong dari sebuah gereja local kecil yang awalnya tidak dikenal oleh masyarakat Australia, menjadi sebuah <em>megachurch</em> yang termashyur sekali di seluruh dunia. Saat ini hampir tidak ada orang-orang kristiani yang tidak pernah mendengar nama mereka!</p>
<p>Saat mengumumkannya kepada jemaat pusat Gereja Hillsong di kota Sydney, Ps Brian Houston berkata: <em>“Keluarga Zschech adalah salah satu bagian terpenting yang sudah melengkapi kehidupan gereja kita seperempat abad lamanya. Dan sekalipun kita akan merasa sangat kehilangan, kita tahu, keputusan mereka itu adalah keputusan disertai langkah iman yang baik, dalam waktu yang tepat, untuk melengkapi perkembangan pelayanan mereka.”</em> Ia juga menambahkan, bahwa sekalipun keluarga Zschech bukan anggota Gereja Hillsong lagi, mereka akan tetap ikut mengambil bagian di dalam proyek-proyek <em>praise and worship</em> mendatang, termasuk <em>live albums</em> dan <em>Hillsong conferences</em>.</p>
<p>Mark dan Darlene akan memulai tugas mereka sebagai gembala-gembala sidang <em>Church Unlimited</em> pada tanggal 23 Januari 2011.</p>
<p>Jelas sekali, seperti pendapat banyak anggota Gereja Hillsong lainnya di setiap kampus di Australia yang mengasihi dia, saya juga pasti akan merasa sangat kehilangan Darlene Zschech tahun depan. Kendatipun demikian, saya berdoa agar ia dan suaminya bisa terus dipakai oleh Tuhan, bahkan dengan lebih dahsyat lagi! Karena saya setuju, seperti pernyataan yang pernah diutarakan oleh Marty Sampson di dalam dokumentasi TV yang saya singgung sebelumnya, &#8230; Darlene memang mempunyai hubungan yang amat dekat dengan Tuhan!</p>
<p>Selamat berpisah, Darlene. Selamat jalan! Biarlah Tuhan memberkati pelayan kalian berdua selalu, untuk mempersiapkan kedatangan <strong>Raja</strong> di atas segala raja, <strong>Sang</strong><strong> Penebus</strong>, <strong>Tuhan Yesus Kristus</strong>!</p>
<p>Terpujilah nama-Nya untuk selama-lamanya. Haleluya. Amin!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>Desember 2010</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1599&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/12/10/selamat-berpisah-darlene-zschech/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/12/thezschechs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TheZschechs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa-Dosa Rahasia (4)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/09/03/dosa-dosa-rahasia-4/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/09/03/dosa-dosa-rahasia-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 11:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa-Dosa Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Homoseksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Ted Bundy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1586</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata CONFIDE IN HIM! “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23) Ditujukan kepada semua orang kristiani, alkitab memperingatkan: “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1586&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong> <em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1588" title="Doa" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/doa.gif?w=500" alt=""   />CONFIDE </em></strong><strong>IN HIM!</strong></p>
<p><em>“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, <strong>apakah jalanku serong</strong>, dan <strong>tuntunlah aku di jalan yang kekal</strong>!”</em> (Mazmur 139:23)<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Ditujukan kepada semua orang kristiani, alkitab memperingatkan: <em>“<strong>Setiap orang yang lahir dari Allah</strong>, <strong>tidak berbuat dosa lagi</strong>; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”</em> (1 Yohanes 3:9) Melalui suratnya rasul Paulus juga menasihati jemaat di <strong><em>Korintus</em></strong>: <em>“<strong>Jadi siapa yang ada di dalam Kristus</strong>, <strong>ia adalah ciptaan baru</strong>: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”</em> (2 Korintus 5:17)</p>
<p><span id="more-1586"></span>Kedua ayat tersebut mengingatkan, bahwa sebagai umat yang sudah diselamatkan, kita dituntut untuk selalu (<strong><em>berusaha!</em></strong>) hidup kudus, karena semenjak saat perubahan penting itu terjadi, kita adalah umat ciptaan yang baru di dalam Kristus. Kendatipun demikian, sekalipun dinyatakan bahwa kita sudah disisihkan dari <em>‘dunia’</em>, sedari awal kita tetap diciptakan sebagai makhluk-makhluk yang diberi kebebasan untuk memilih!</p>
<p>Itulah sebabnya, apabila kita tidak bersandar sepenuhnya pada firman Tuhan, setiap kali Iblis mengiming-imingkan <em>kekuasaan</em>, <em>kehormatan</em>, <em>kekayaan</em>, maupun kesempatan untuk <em>memuaskan</em> <em>nafsu seksuil</em> kita, biasanya tanpa mempertimbangkan lagi harga amat mahal yang akhirnya <strong><em>harus</em></strong> dibayar, kita sudah tertipu olehnya. Dan sebelum menyadarinya sendiri, kita sudah <em>‘terjun’</em> ke dalam lumpur dosa, &#8230; melaksanakan kehendaknya. Tidaklah mengherankan, banyak orang (<em>kristiani</em>) yang <em>‘jatuh’</em>, &#8230; terjebak oleh kelihayan tipu muslihatnya.</p>
<p>Alkitab-lah satu-satunya sumber kebijaksanaan yang (<em>harus</em>) menjadi pedoman hidup kita. Apabila kita mau mempelajarinya dengan tekun, dan terutama &#8230; mempraktekkannya, pada saat kita menghadapi godaan-godaan seperti itu, kita dikaruniai kekuatan adikodrati untuk bisa membedakan <em>mana yang benar</em> dan <em>apa yang salah</em>! Kitab Ibrani mengatakan: <em>“</em><em>Sebab firman Allah <strong>hidup</strong> dan <strong>kuat</strong> dan <strong>lebih tajam dari pada</strong> <strong>pedang bermata dua</strong> manapun; ia menusuk amat dalam sampai <strong>memisahkan jiwa</strong> dan <strong>roh</strong>, <strong>sendi-sendi</strong> dan <strong>sumsum</strong>; <strong>ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita</strong>.”</em> (Ibrani 4:12)</p>
<p>Yesus sendiri sudah membuktikan, bahwa firman Tuhan adalah senjata paling ampuh di dalam menghadapi godaan-godaan Iblis. (Efesus 6:11) Ketika dicobai di padang gurun, seperti kita sekarang, Ia juga harus memilih dan memberi keputusan! Injil mencatat, bahwa setiap jawaban yang Ia berikan <em>selalu</em> diawali dengan ungkapan: <em>“<strong>Ada tertulis</strong>, …”</em> (Lukas 4:1-13)</p>
<p>Sejujurnya saja, siapakah yang tidak ingin melupakan <em>‘masa lampau’</em> mereka? Baik hal-hal <em>‘memalukan’</em> yang pernah terjadi, maupun hasrat di dalam hati yang kita pendam seumur hidup tanpa keberanian untuk melakukannya. Atau, keinginan untuk mengakhiri kebiasaan-kebiasaan yang sampai sekarang dengan penuh kesadaran masih kita lakukan secara sembunyi-sembunyi, sekalipun kita tahu itu adalah perbuatan dosa.</p>
<p>Alkitab menganjurkan, agar kita saling mengakui dan saling mendoakan. (Yakobus 5:16) Selain itu, seperti pengakuan dosa raja Daud yang dicatat di Mazmur 51, Tuhan juga ingin agar kita selalu berterus-terang kepada-Nya, mengakui segala kesalahan, kejahatan dan perbuatan-perbuatan dosa yang (<em>pernah</em>) kita lakukan.</p>
<p>Menyadari kemutlakan kuasa Tuhan, raja Daud berkata: <em>“Ya Allah, Engkau mengetahui <strong>kebodohanku</strong>, <strong>kesalahan-kesalahanku</strong> <strong>tidak tersembunyi bagi-Mu</strong>.”</em> (Mazmur 69:6) Ia juga mengagumi kemaha-tahuan-Nya: <em>“Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, <strong>semuanya telah Kauketahui</strong>, ya TUHAN.”</em> (Mazmur 139:4) Bagi dosa-dosa masa lampaunya ia bermazmur: <em>“<strong>Dosa-dosaku pada waktu muda</strong> dan <strong>pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat</strong>, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.”</em> (Mazmur 25:7-8)</p>
<p>Dan &#8230; bersyukur sekali akan pengampunan Tuhan, raja Daud berkata: <em>‘Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “<strong>Aku akan mengaku kepada TUHAN</strong> pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau<strong> mengampuni kesalahan karena dosaku</strong>. Sela’</em> (Mazmur 32:5)</p>
<p>Bukankah Yesus pernah berkata:<em> “Marilah kepada-Ku, <strong>semua yang letih lesu</strong> dan <strong>berbeban berat</strong>, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”</em> (Matius 11:28) Oleh karena <strong><em>kasih karunia-Nya</em></strong>, apapun yang <em>pernah</em> atau<em> sedang</em> kita lakukan, &#8230; tak terkecualikan, <strong><em>pasti</em></strong> akan diampuni oleh-Nya, jika kita dengan sungguh-sungguh mau mengakuinya. Tetapi selain itu, seperti yang tertulis di 1 Yohanes 3:9 dan 2 Korintus 5:17, adalah tanggung jawab kita sendiri untuk menjaga, agar kita tidak memberi kesempatan kepada Iblis untuk menggoda dan menipu diri kita lagi. Rasul Paulus menulis: <em>“ &#8230; dan <strong>janganlah beri kesempatan</strong> kepada Iblis.”</em> (Efesus 4:27)</p>
<p>Seorang pendeta mengutarakan hasrat hatinya untuk mengubah taman di depan rumahnya menjadi sebuah lingkungan yang menarik bagi burung-burung liar di daerahnya. Tetangganya menganjurkan agar ia memperlengkapinya dengan rumah-rumahan, tempat minum/mandi untuk burung, dan juga menyediakan makanan-makanan kesukaan mereka. Setelah menuruti nasihat tetangganya, dalam waktu sekejab suasana taman itu menjadi berubah sekali. Berbagai jenis burung mulai berdatangan dan singgah di sana. Tampaknya mereka menjadi kerasan sekali tinggal dan bermain-main di halaman depan rumahnya. Memakainya sebagai sebuah ilustrasi yang relevan, pendeta itu berkata, bahwa seringkali tanpa sadar kita juga melakukan hal yang serupa. Kita memberi kesempatan kepada Iblis dengan menciptakan sebuah lingkungan di dalam kehidupan kita di mana ia merasa <em>welcome</em> sekali untuk menetap.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1591" title="Sembunyi_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/sembunyi_1.gif?w=500" alt=""   />Raja Daud pernah menciptakan lingkungan seperti itu ketika ia bermalas-malasan seorang diri di atas balkon istananya, pada saat seluruh perwira dan tentaranya sedang pergi berjuang di medan perang. Terpikat oleh tipuan Iblis, &#8230; dibara oleh nafsu <em>‘kejantanan’</em>-nya, akhirnya ia menjadi lupa daratan dan jatuh di dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba! (2 Samuel 11) Tindakan yang awalnya ia lakukan tanpa sadar itu, tidak berbeda jauh dengan tindakan-tindakan rahasia yang kita kerjakan sekarang. Pada saat kita <em>membaca </em>atau<em> menonton</em> bahan-bahan yang bersifat porno, seorang diri di dalam kamar yang tertutup, dengan sukarela kita sudah membiarkan Iblis masuk ke dalam kehidupan kita. Itulah awal mula terciptanya dosa-dosa rahasia yang biasanya tidak akan berakhir di situ begitu saja, melainkan akan berkembang terus menjadi dosa-dosa yang lebih besar!</p>
<p>Apabila oleh karena situasi yang tak terduga, kita telah terlanjur membiarkan Iblis menduduki tempat di dalam kehidupan kita, alkitab berkata, bahwa Tuhan sudah memberi kuasa kepada umat-Nya untuk merebutnya kembali! <strong><em>Pertama-tama</em></strong>: dengan <strong><em>iman</em></strong>: <em>“&#8230; sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah <strong>kemenangan yang mengalahkan dunia</strong>: <strong>iman kita</strong>.”</em> (1 Yohanes 5:4) Iman-lah yang membuat kuasa itu dianugerahkan kepada kita untuk memenangkan <em>peperangan rohani</em> yang kita hadapi sehari-hari. <strong><em>Kedua</em></strong>: dengan iman kita <strong><em>melawannya</em></strong>: <em>“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan <strong>lawanlah Iblis</strong>, maka <strong>ia akan lari dari padamu</strong>!”</em> (Yakobus 4:7) Kuasa firman Tuhan, di dalam nama Yesus, pasti akan membawa kemenangan bagi kita! Tetapi di samping itu, yang <strong><em>harus</em></strong> mempunyai keinginan untuk mengubah sikap hidup serta menjaga kekudusan diri adalah kita sendiri.</p>
<p>Rasul Paulus menasihati jemaat di <strong><em>Filipi</em></strong>: <em>“Jadi akhirnya, saudara-saudara, <strong>semua yang benar</strong>, <strong>semua yang mulia</strong>, <strong>semua yang adil</strong>, <strong>semua yang suci</strong>, <strong>semua yang manis</strong>, <strong>semua yang sedap</strong> didengar, <strong>semua yang disebut kebajikan</strong> dan <strong>patut dipuji</strong>, pikirkanlah semuanya itu.”</em> (Filipi 4:8) Maksudnya, dari pada kita membuang waktu memikirkan hal-hal sementara yang tidak ada gunanya, yang bisa menyebabkan terciptanya dosa-dosa rahasia, ia menganjurkan agar kita memikirkan hal-hal sorgawi, yang kekal, &#8230; yang bermanfaat bagi kehidupan kita. (Kolose 3:2) Ia menganjurkan, agar kita selalu hidup di dalam Roh: <em>“Maksudku ialah: <strong>hiduplah oleh Roh</strong>, <strong>maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging</strong>. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging &#8211; karena keduanya bertentangan &#8211; <strong>sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki</strong>.”</em> (Galatia 5:16-17)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1587" title="Yesus_Pelacur" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/yesus_pelacur.gif?w=500" alt=""   />Seperti yang sudah disinggung di awal artikel ini, <em>setiap orang</em>, <em>termasuk saya</em>, <strong><em>pasti</em></strong> menyembunyikan paling sedikit sebuah <em>dosa rahasia</em>, yang mungkin terjadi di masa lampau atau sampai sekarang masih tetap dilakukan secara diam-diam. Bagi yang mau bertobat, sekalipun awalnya diprakarsai dan ditawarkan oleh Tuhan, kesuksesannya mutlak berada di tangan kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali mengabaikan perkataan Yesus kepada wanita yang tertangkap basah sedang berzinah di suatu siang hari bolong, setelah para pendakwanya yang bermaksud merajam dia pergi meninggalkan: <em>“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan <strong>jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang</strong>.”</em> (Yohanes 8:11)</p>
<p>Perintah itu masih berlaku <em>sampai sekarang</em> bagi semua orang yang bersedia meninggalkan <em>‘dosa-dosa rahasia’</em> mereka untuk selama-lamanya, yang mau berjanji untuk <strong><em>selalu mengikuti</em></strong><em> langkah-langkah-Nya</em> sampai saat kedatangan-Nya kembali untuk kedua kalinya. Haleluya!</p>
<p>Terpujilah nama Tuhan untuk selama-lamanya. Amin!</p>
<p><strong>John Adisubrata</strong><br />
<em>September 2010</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1586&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/09/03/dosa-dosa-rahasia-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/doa.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Doa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/sembunyi_1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sembunyi_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/09/yesus_pelacur.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yesus_Pelacur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa-Dosa Rahasia (3)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/08/06/dosa-dosa-rahasia-3/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/08/06/dosa-dosa-rahasia-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 01:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa-Dosa Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Homoseksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Ted Bundy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1579</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata TRAIN OF THOUGHTS “Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Matius 5:30) Sekali lagi, &#8230; selain ada banyak sekali macam dosa yang dirahasiakan oleh setiap orang, baik orang-orang kristiani maupun tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1579&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1580" title="Sembunyi" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/08/sembunyi.gif?w=500" alt=""   />TRAIN OF<em> THOUGHTS</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena <strong>lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka</strong>.”</em> (Matius 5:30)<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sekali lagi, &#8230; selain ada banyak sekali macam <em>dosa </em>yang dirahasiakan oleh setiap orang, baik orang-orang kristiani maupun tidak, sebenarnya hanya ada dua kategori saja yang merangkum semuanya, yaitu: <em>Perbuatan dosa yang pernah terjadi di masa lampau, </em>dan<em> perbuatan dosa yang dengan penuh kesadaran masih</em><em> dilakukan sekarang</em>. Keduanya bisa terjadi dengan <em>sengaja</em> maupun <em>tidak</em>.</p>
<p><span id="more-1579"></span><strong><em>Sengaja</em></strong> dalam arti: <em>“Dari awalnya menyadari kenyataan dosa itu serta akibat-akibatnya, tetapi tetap melakukannya tanpa merasa gentar.”</em></p>
<p><strong><em>Tidak sengaja </em></strong>dalam arti: <em>“Dari awalnya menyadari kenyataan dosa itu serta akibat-akibatnya, tetapi walaupun sebenarnya tidak berhasrat, gara-gara emosi yang ‘membara’, menjadi lupa daratan dan akhirnya melakukannya dengan konsekuensi yang tidak jarang ditanggung seumur hidup, baik oleh diri sendiri maupun orang-orang lain.”</em></p>
<p>Seperti contoh-contoh yang sudah diuraikan sebelumnya, kendatipun tidak 100%, hampir semuanya adalah <em>dosa-dosa seksuil</em>, atau paling sedikit mempunyai kaitan erat dengan tema itu. Awalnya selalu terjadi di <em>‘alam fantasi seksuil’</em> seseorang, &#8230; di setiap generasi, terutama yang masih muda belia, alam di mana <em>khayalan</em>-<em>khayalan</em> yang menyesatkan, <em>lamunan-lamunan</em> yang menyimpang, <em>hasrat</em> dan <em>idaman hati</em> setiap orang sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan hidup yang sebenarnya. Karena di sanalah Iblis berusaha untuk mempengaruhi umat manusia dengan<em> menyelewengkan tujuan makna</em> <em>seks</em> karunia<em> </em>Tuhan yang sebenarnya! Memakai <em>‘kaki-tangan’</em>-nya di dunia, melalui <strong><em>seluruh</em></strong> media yang sedang populer setiap masa, ia menyebarkannya dengan gencar untuk meracuni benak pikiran korban-korbannya, dari yang berbentuk <em>softcore</em> sampai <em>hardcore</em> <em>pornography</em>. Semua itu telah diterima oleh masyarakat sebagai suatu hal yang cukup<em> ‘normal’</em> di akhir zaman ini. Iblis tahu, jika kita bisa dipengaruhi olehnya di bidang itu, kita sudah menjadi miliknya!</p>
<p>Melalui suratnya, rasul Paulus memperingati jemaat di <strong><em>Efesus</em></strong>: <em>“…, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi <strong>melawan pemerintah-pemerintah</strong>, <strong>melawan penguasa-penguasa</strong>, <strong>melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini</strong>, <strong>melawan roh-roh jahat di udara</strong>.”</em> (Efesus 6:12)</p>
<p>Selain alam roh, arena yang dimaksudkan oleh rasul Paulus di mana aktivitas-aktivitas semacam itu bisa terjadi, adalah alam pikiran kita sendiri. Di sanalah <em>dosa-dosa rahasia</em> manusia dimulai. Pada saat itu menjadi kenyataan, di luar kesadaran sendiri, kita sudah memindahkannya ke dalam hati kita, suatu arena lain di mana dosa-dosa seperti itu disimpan dan disembunyikan.</p>
<p>Kata <strong><em>dosa</em></strong> menurut definisi kamus alkitab mempunyai arti seperti ini: <em>“Tindakan manusia secara perorangan ataupun secara bersama-sama yang <strong>menyimpang</strong> dari kehendak dan hukum Allah”</em>. Di sini kata <em>‘menyimpang’</em> adalah sinonim kata <em>‘memberontak’</em>, karena bagi Tuhan setiap sikap yang menentang Dia atau hukum-Nya adalah tindakan yang pasti memisahkan diri kita dari hadirat-Nya yang maha kudus.</p>
<p><em>Menolak </em>atau<em> meremehkan </em>Tuhan, <em>memperkosa</em> atau <em>membunuh</em> seseorang, <em>menggertak</em>, <em>menyalah-gunakan kekuasaan</em> atau <em>menganiaya jiwa</em> (<em>bullying</em>) orang-orang yang lebih lemah, <em>berzinah</em>, <em>mencuri</em>, <em>bergosip ria</em> dan juga <em>berbohong</em> adalah tindakan-tindakan dosa. <strong><em>Dosa adalah dosa</em></strong>, karena memang tidak ada yang bisa dikategorikan sebagai <em>dosa hitam</em> atau <em>dosa putih</em>, <em>dosa besar </em>atau <em>dosa kecil</em>. Segala sesuatu yang menentang hukum Allah adalah dosa, apapun tujuan dan motifnya. Secara <em>default</em>, para <em>‘pemberontak’</em> itu sudah berada di pihak Iblis.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1582" title="Rahasia_2" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/08/rahasia_2.gif?w=500" alt=""   />Setiap orang, <em>beriman </em>atau<em> tidak</em>, akan dihantui oleh kenyataan, bahwa dosa-dosa rahasia mereka akan selalu melekat di dalam ingatan. Apakah itu <em>aborsi</em>, <em>masturbasi</em>, <em>kecanduan pornografi</em>, <em>homoseksualitas</em>, <em>paedophilia</em>, atau <em>perzinahan</em>, <em>pelacuran</em>, <em>pembunuhan</em>, dan lain sebagainya. Sekalipun kita berusaha keras untuk melupakannya, Iblis tidak akan tinggal diam, karena ia mau memastikan, bahwa semua itu selalu segar di dalam ingatan kita. Apabila kita sudah terlanjur <em>‘jatuh’</em>, ia juga akan memastikan, bahwa kita tetap terbelenggu oleh dosa-dosa tersebut.</p>
<p>Iblis dijuluki di dalam alkitab sebagai <em>‘pendakwa’</em> umat Tuhan. (Wahyu 12:10) Mengenal dosa-dosa rahasia setiap orang, dia-lah penanam ide-ide jahat tersebut di dalam pikiran kita. (Matius 13:25,39a) Tetapi kemudian dengan licik sekali, ia memutar-balik dengan menuduh, bahwa kitalah yang memulai pikiran-pikiran itu, &#8230; kitalah yang menginginkannya. Apalagi &#8230; jika kita sudah terlanjur melakukannya! Iblislah yang menjadi penyebab umat manusia selalu merasa bersalah, malu dan tidak berharga. Ia-lah yang menjadi penyebab kita tak henti-hentinya merasa menyesal.</p>
<p>Sebagai umat yang percaya, kita mempunyai <em>dua pilihan</em>: Menyerah dan menerima godaan-godaan Iblis tersebut begitu saja, terus membayangkan dan <em>‘menikmati’</em>-nya, atau &#8230; dengan menggunakan <em>kuasa</em> firman Tuhan, kita menghardiknya pergi! Karena jika kita tidak segera bertindak, akhirnya ia akan menguasai dan mendominasi hidup kita.</p>
<p>Itulah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus ketika Ia memperingati para pengikut-Nya: <em>“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang <strong>memandang</strong> perempuan serta <strong>menginginkannya</strong>, <strong>sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya</strong>.”</em> (Matius 5:28)</p>
<p>Jadi jika sebelumnya, di zaman Perjanjian Lama, yang dikategorikan sebagai tindakan-tindakan dosa adalah <em>actions</em> (<em>yang dilakukan</em>), semenjak zaman Tuhan Yesus, &#8230; <em>hanya memikirkan saja</em> (<em>thoughts</em>), kita sudah melakukannya! Iblis-lah yang menanam benih-benih jahat itu. Selama tetap dalam bentuk sebutir bibit (<em>memandang</em>), itu belum dosa. Tetapi pada saat benih tersebut mulai bersemi (<em>menginginkan/membayangkan</em>), sekalipun perzinahan belum terjadi (<em>melakukan</em>), hal itu sudah dikategorikan oleh-Nya sebagai dosa, karena sebenarnya kita sudah <em>menikmatinya</em>!</p>
<p>Jelas sekali, <em>masturbasi</em> adalah suatu tindakan dosa rahasia<em> </em>yang sekaligus merangkum ketiga-tiganya: <em>memandang</em>, <em>menginginkan/membayangkan</em> dan <em>melakukannya</em>!</p>
<p>Sekalipun tema ini tidak pernah dibahas secara langsung di dalam alkitab, tetapi sesuai hukuman mati yang tertimpa pada <strong>Onan</strong>, anak <strong>Yehuda</strong> (Kejadian 38), oleh karena perbuatannya yang menyebabkan namanya sampai sekarang dipergunakan di seluruh dunia untuk melukiskan asal-usul <em>masturbasi</em> (<em>onani</em>), pernyataan Yesus tersebut cukup untuk meneguhkan, bahwa hal yang biasanya dirahasiakan dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu adalah tindakan dosa!</p>
<p><em>“<strong>Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah</strong>, supaya <strong>kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis</strong>; &#8230;”</em> (Efesus 6:11)<em> </em></p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>DOSA-DOSA <em>RAHASIA</em> (4)</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>CONFIDE </em></strong><strong>IN HIM!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1579&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/08/06/dosa-dosa-rahasia-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/08/sembunyi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sembunyi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/08/rahasia_2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Rahasia_2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa-Dosa Rahasia (2)</title>
		<link>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/07/23/dosa-dosa-rahasia-2/</link>
		<comments>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/07/23/dosa-dosa-rahasia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 00:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnadisubrata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Roh]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa-Dosa Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Relevan]]></category>
		<category><![CDATA[Aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Homoseksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Ted Bundy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johnadisubrata.wordpress.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: John Adisubrata SEXUAL FANTASIES “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, &#8230;” (Kolose 3:5) Selain sedari dahulu umat manusia memang pandai sekali menutupi dan menyangkal dosa-dosa rahasia mereka sendiri, bahkan berpura-pura seakan-akan mereka adalah orang-orang maha kudus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1567&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>John Adisubrata</strong></p>
<p><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-1568" title="Rahasia_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/rahasia_1.gif?w=500" alt=""   />SEXUAL</em></strong><strong> FANTASIES</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Karena itu <strong>matikanlah dalam dirimu</strong> segala sesuatu yang duniawi, yaitu <strong>percabulan</strong>, <strong>kenajisan</strong>, <strong>hawa nafsu</strong>, <strong>nafsu jahat</strong> dan juga <strong>keserakahan</strong>, yang <strong>sama dengan penyembahan berhala</strong>, &#8230;”</em> (Kolose 3:5)</p>
<p>Selain sedari dahulu umat manusia memang pandai sekali menutupi dan menyangkal <em>dosa-dosa rahasia</em> mereka sendiri, bahkan berpura-pura seakan-akan mereka adalah orang-orang maha kudus yang tidak pernah terlibat dengan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-perintah Tuhan, biasanya mereka juga selalu berusaha untuk membuktikan <em>‘kebalikan’</em>-nya. Seolah-olah dengan mengecam tindak tanduk orang-orang lain yang berani mempraktekkan dosa-dosa rahasia yang mereka sembunyikan itu, mereka bisa membentuk <em>‘alibi’</em> yang kuat.</p>
<p><span id="more-1567"></span>Menjelang akhir tahun 2006 sebuah skandal tak terduga telah menggoncangkan masyarakat Kristen di <strong><em>Amerika Serikat</em></strong>, di mana seorang hamba Tuhan sudah tertangkap basah melakukan <em>‘perbuatan’</em>, yang diketahui oleh umum, bertahun-tahun lamanya justru ditentang dan dihakimi olehnya. Melalui khotbah-khotbah di gerejanya, yang juga ditayangkan melalui televisi, ia dikenal sebagai seorang penginjil yang dengan gencar sekali selalu menyerang dan memerangi gaya hidup kaum <em>gay </em>(<em>homoseksuil</em>) di negaranya.</p>
<p>Bersembunyi di balik <em>tedeng aling-aling</em> tersebut, ternyata akhirnya terbongkar, bahwa kendatipun ia sudah menikah dan berkeluarga, diam-diam lebih dari tiga tahun lamanya secara rutin ia sendiri sudah menjadi pelanggan seorang <em>pelacur laki-laki</em>!</p>
<p>Jadi &#8230; untuk menutupi dan menyembunyikan dosa rahasia tersebut, ia rajin menghakimi orang-orang lain yang berani melakukannya. Sungguh tidak berbeda dengan kemunafikan para <em>ahli Taurat</em> dan orang-orang <em>Farisi</em> di zaman Perjanjian Baru!</p>
<p>Peristiwa yang serupa terjadi pertengahan bulan Mei 2010 yang lalu, di mana seorang <em>politikus</em> Australia juga telah tertangkap basah melakukan hal yang sama. Diberitakan oleh media nasional, bahwa pria setengah abad yang sudah beristri dan mempunyai keluarga itu berhasil mengelabui mata mereka lebih dari 20 tahun lamanya. Bahkan penduduk daerah yang diwakili olehnya tidak pernah menyadari kelakuannya. Seperti Herman Rockefeller, ia mempraktekkan hidup penuh kemunafikan, &#8230; <em>a double life</em>! Dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang menggagaskan kesejahteraan hidup kekeluargaan yang harmonis, ternyata ia sendiri sudah mengkhianati hal itu bertahun-tahun lamanya. Secara diam-diam, untuk melampiaskan <em>gairah</em> <em>nafsu seksuil</em> yang dirahasiakan olehnya selama itu, ia sering mengunjungi sebuah <em>Gay Club</em> daerah lampu merah kota <strong><em>Sydney</em></strong> dengan harapan untuk bisa menemui seorang yang seminat, yang bersedia menjadi pasangan seksuilnya secara <em>casual</em>.</p>
<p>Ditujukan kepada <strong><em>semua</em></strong> orang, Yesus pernah berkata: <em>“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai <strong>terang</strong>, supaya <strong>setiap orang yang percaya kepada-Ku</strong>, <strong>jangan tinggal di dalam kegelapan</strong>.”</em> (Yohanes 12:46) Memang kenyataannya, tidak ada yang bisa disembunyikan di hadapan Tuhan, &#8230; lambat-laun semuanya akan dibongkar oleh-Nya. Kalau tidak sekarang, tentu pada saat penghakiman di akhir zaman! <strong>Markus</strong> mencatat: <em>“Sebab <strong>tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan</strong>, dan <strong>tidak ada sesuatu rahasia yang tidak akan tersingkap</strong>.”</em> (Markus 4:22)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1569" title="TigerWoods_1" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/tigerwoods_1.gif?w=500" alt=""   />Menjelang akhir November 2009, kebenaran ayat itu digenapi di dalam kehidupan salah seorang <em>golfer</em> terhebat saat ini! <strong>Tiger Woods</strong>, yang dipromosikan di negaranya, dan juga di dunia, sebagai seorang suami dan ayah yang patut diteladani, berhasil mengejutkan para penggemarnya, bahkan masyarakat umum lainnya yang biasanya tidak pernah tertarik untuk mengikuti perkembangan olahraga tersebut. Di luar dugaannya sendiri <em>rahasia</em> yang tadinya ia sembunyikan begitu rapat bertahun-tahun lamanya dari pengetahuan istri, keluarga dan juga fannya, tiba-tiba terbongkar dan langsung menjadi bahan percakapan terhangat media dunia pada saat itu. Ternyata di balik topeng kealiman yang selalu diperagakan olehnya di depan umum, lelaki jutawan bertampang kalem inipun menyimpan sebuah <em>dosa rahasia</em>! Selama itu ia sudah melibatkan dirinya secara seksuil dengan paling sedikit selusin wanita-wanita cantik, dari yang bertaraf <em>callgirls</em> (<em>pelacur-pelacur panggilan</em>) sampai artis-artis yang pernah membintangi film-film porno!</p>
<p>Belum lama ini saya mengenal seorang pria berusia lanjut yang seumur hidupnya berhasil merahasiakan sebuah peristiwa yang terjadi di masa mudanya. Dikenal sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, seorang ayah yang beriman pada Kristus, sering kali ia dijadikan teladan oleh keluarga-keluarga lainnya. Beberapa hari sebelum ia meninggal dunia, melalui peristiwa tak terduga, terbongkarlah, bahwa ternyata sebelum menikah, ia sudah mempunyai seorang anak dengan wanita lain. Anak-anak kandungnya yang menjadi terpana mendengar dosa rahasianya dilucuti di depan mereka, merasa kecewa sekali. Karena ternyata, kendatipun sebelumnya ayah mereka mempunyai banyak kesempatan untuk menjelaskan hal itu kepada anak-anaknya, ia memilih untuk tetap merahasiakannya.</p>
<p>Sampai saat ini tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengetahui latar belakang kejadian tersebut. Berbagai pertanyaan tak terjawabkan timbul di dalam hati mereka: <em>Siapakah wanita itu? Mengapa setelah mengetahui kehamilannya mereka tidak menikah saja? Apakah yang menyebabkan ia berpisah dengan wanita itu, lalu menikah dengan ibu kandung mereka?</em> Ternyata detil-detil penting yang ketika itu bisa ia bagikan kepada anak-anaknya untuk menolong mereka memahami seluk-beluk terjadinya peristiwa tersebut, dibawa pergi olehnya masuk ke liang kubur untuk selama-lamanya.</p>
<p>Salah seorang anaknya yang ingin sekali memperbaiki kekeliruannya dahulu, berusaha menghubungi kakaknya. Dengan menawarkan jalinan persahabatan, ia ingin memulai suatu era hidup kekeluargaan yang baru bersamanya. Tetapi sayang sekali, upayanya ternyata gagal, karena setelah merasa seumur hidupnya ditolak dan diabaikan oleh ayah mereka, penuh kepahitan kakaknya menolak untuk menanggapi uluran tangannya.</p>
<p>Ternyata perkataan Yesus yang dicatat di Markus 4:22 tersebut tidak hanya berlaku untuk melucuti tindakan-tindakan dosa yang sedang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga untuk membongkar peristiwa-peristiwa memalukan yang pernah terjadi di masa lampau seseorang. Di samping itu ada juga dosa-dosa rahasia yang mempunyai konsekuensi seperti yang ditulis oleh rasul <strong>Paulus</strong> di dalam suratnya kepada jemaat di <strong><em>Roma</em></strong>: <em>“Sebab <strong>upah dosa ialah maut</strong>; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”</em> (Roma 6:23)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1575" title="TedBundy_4" src="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/tedbundy_4.jpg?w=500" alt=""   />Salah satu peristiwa cukup unik mengenai terbongkarnya sebuah <em>dosa rahasia</em> yang berakhir dengan maut, adalah kisah seorang bekas <em>serial killer</em> dari Amerika Serikat bernama <strong>Ted Bundy</strong>. Mengaku sebagai seorang yang dibesarkan di dalam keluarga Kristen yang <em>‘normal’</em>, ia berhasil menyembunyikan perbuatan-perbuatan jahatnya dengan licin sekali. Semua itu diawali oleh sebuah majalah <em>porno</em> yang ia temukan di dalam tong sampah tetangga ketika ia masih berumur 12 tahun. Semenjak saat itu ia diracuni (<strong><em>dirasuki!</em></strong>) oleh roh <strong>Iblis</strong> yang menyebabkan ketagihannya akan segala sesuatu yang berkaitan dengan <em>pornografy</em> dan <em>sexual fantasies</em> yang sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan hubungan <em>seks</em> yang sebenarnya. Ia mengakui, bahwa dengan berlalunya waktu, dosa-dosa rahasianya pun berkembang terus, meningkat &#8230; dari lamunan-lamunan yang awalnya hanya menodai benak pikirannya saja, menjadi tindakan-tindakan keji yang membawa maut pada setiap korbannya.</p>
<p>Karena pandainya berpura-pura, ayah, ibu, saudara-saudara dan keluarga terdekatnya, bahkan teman-teman kuliahnya, tidak pernah menduga, bahwa selama lebih dari 10 tahun terakhir itu ia sudah membantai 28 wanita dengan kejam sekali! Tetapi pada tanggal 24 Januari 1989, tepat jam 7:16 pagi, pembunuh yang menjadi lebih termasyhur lagi gara-gara pertobatan dan kelahiran-barunya, menuai konsekuensi dari dosa-dosa rahasianya, yaitu &#8230; <strong><em>maut</em></strong>! Pagi itu ia dihukum mati di atas kursi listrik penjara. (<em>Baca: <a title="Nyaris Tiada Maaf (1)" href="http://johnadisubrata.wordpress.com/2008/12/06/doa-nyaris-tiada-maaf-1/" target="_blank">‘<strong>D.O.A.: Nyaris Tiada Maaf</strong>’</a>, bagian 1-4</em>)</p>
<p><em>“Sebab <strong>tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan</strong>, dan <strong>tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan</strong>.”</em> (Lukas 8:17)</p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>DOSA-DOSA <em>RAHASIA</em> (3)</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>TRAIN OF<em> THOUGHTS</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/johnadisubrata.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/johnadisubrata.wordpress.com/1567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=johnadisubrata.wordpress.com&amp;blog=5684444&amp;post=1567&amp;subd=johnadisubrata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johnadisubrata.wordpress.com/2010/07/23/dosa-dosa-rahasia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0728b6c5e24f6fcc6e086e7bb0d8d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">johnadisubrata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/rahasia_1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Rahasia_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/tigerwoods_1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TigerWoods_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://johnadisubrata.files.wordpress.com/2010/07/tedbundy_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TedBundy_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
